<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Menkes Targetkan 38 Juta Orang Divaksin Covid-19   </title><description>Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menargetkan sebanyak 38 juta orang dengan 76 suntikan vaksin Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/28/337/2369676/menkes-targetkan-38-juta-orang-divaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/28/337/2369676/menkes-targetkan-38-juta-orang-divaksin-covid-19"/><item><title> Menkes Targetkan 38 Juta Orang Divaksin Covid-19   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/28/337/2369676/menkes-targetkan-38-juta-orang-divaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/28/337/2369676/menkes-targetkan-38-juta-orang-divaksin-covid-19</guid><pubDate>Minggu 28 Februari 2021 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/28/337/2369676/menkes-targetkan-38-juta-orang-divaksin-covid-19-NGq22SgYok.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes RI, Budi Gunadi (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/28/337/2369676/menkes-targetkan-38-juta-orang-divaksin-covid-19-NGq22SgYok.jpg</image><title>Menkes RI, Budi Gunadi (foto: ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menargetkan sebanyak 38 juta orang dengan 76 suntikan vaksin Covid-19 hingga Juni 2021. Ia juga mengatakan, vaksinasi Covid-19 perlu dukungan dari berbagai kalangan. Sementara secara nasional sebanyak 21 juta Lansia yang terdata untuk divaksinasi.

&amp;ldquo;Nah untuk bisa menyuntik Lansia yang jumlahnya sekitar 21 juta ini sampai akhir Juni kita perlu banyak dukungan di masyarakat agar program pemerintah ini berjalan lancar,&amp;rdquo; katanya dalam keterangannya, Minggu (28/2/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Vaksin Covid-19 Buatan Johnson &amp;amp; Johnson's Disetujui AS
Lansia menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan karena termasuk orang-orang yang berisiko tinggi kalau tertular virus Covid-19.

&amp;ldquo;Vaksinasi ini mudah-mudahan bisa jadi contoh untuk teman-teman di daerah lain yang memang memiliki resources, memiliki akses untuk mengajak teman-teman Lansia ini untuk segera divaksinasi agar mereka bisa segera terlindungi dari Covid-19,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;BPOM Diimbau Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara seperti Halnya Sinovac
Ia pun mengapresiasi gerak cepat Gubernur Jawa Timur Khofifah dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19. Kendalanya saat ini adalah suply vaksin yang masih terbatas karena vaksin tersebut dibutuhkan oleh negara lain.

Namun demikian, Indonesia sudah mendapatkan pasokan vaksin lebih dulu dan sudah memulai vaksinasi Covid-19.

&amp;ldquo;Masalahnya ada di supply vaksinnya karena rebutan di seluruh dunia. Banyak negara yang belum kebagian vaksin, negara besar seperti Australia dan Jepang baru akan mulai vaksinasi Covid-19. Kita bersyukur kita sudah dapat vaksinnya, namun karena populasi kita banyak jadi disuntiknya bertahap,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menargetkan sebanyak 38 juta orang dengan 76 suntikan vaksin Covid-19 hingga Juni 2021. Ia juga mengatakan, vaksinasi Covid-19 perlu dukungan dari berbagai kalangan. Sementara secara nasional sebanyak 21 juta Lansia yang terdata untuk divaksinasi.

&amp;ldquo;Nah untuk bisa menyuntik Lansia yang jumlahnya sekitar 21 juta ini sampai akhir Juni kita perlu banyak dukungan di masyarakat agar program pemerintah ini berjalan lancar,&amp;rdquo; katanya dalam keterangannya, Minggu (28/2/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Vaksin Covid-19 Buatan Johnson &amp;amp; Johnson's Disetujui AS
Lansia menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan karena termasuk orang-orang yang berisiko tinggi kalau tertular virus Covid-19.

&amp;ldquo;Vaksinasi ini mudah-mudahan bisa jadi contoh untuk teman-teman di daerah lain yang memang memiliki resources, memiliki akses untuk mengajak teman-teman Lansia ini untuk segera divaksinasi agar mereka bisa segera terlindungi dari Covid-19,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;BPOM Diimbau Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara seperti Halnya Sinovac
Ia pun mengapresiasi gerak cepat Gubernur Jawa Timur Khofifah dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19. Kendalanya saat ini adalah suply vaksin yang masih terbatas karena vaksin tersebut dibutuhkan oleh negara lain.

Namun demikian, Indonesia sudah mendapatkan pasokan vaksin lebih dulu dan sudah memulai vaksinasi Covid-19.

&amp;ldquo;Masalahnya ada di supply vaksinnya karena rebutan di seluruh dunia. Banyak negara yang belum kebagian vaksin, negara besar seperti Australia dan Jepang baru akan mulai vaksinasi Covid-19. Kita bersyukur kita sudah dapat vaksinnya, namun karena populasi kita banyak jadi disuntiknya bertahap,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
