<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tracing Positif Covid-19, Doni Monardo Ibaratkan Menangkap Harimau di Luar Kandang   </title><description>Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, dalam rangka tracing untuk menemukan kasus positif Covid-19&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/28/337/2369729/tracing-positif-covid-19-doni-monardo-ibaratkan-menangkap-harimau-di-luar-kandang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/02/28/337/2369729/tracing-positif-covid-19-doni-monardo-ibaratkan-menangkap-harimau-di-luar-kandang"/><item><title>Tracing Positif Covid-19, Doni Monardo Ibaratkan Menangkap Harimau di Luar Kandang   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/02/28/337/2369729/tracing-positif-covid-19-doni-monardo-ibaratkan-menangkap-harimau-di-luar-kandang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/02/28/337/2369729/tracing-positif-covid-19-doni-monardo-ibaratkan-menangkap-harimau-di-luar-kandang</guid><pubDate>Minggu 28 Februari 2021 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/28/337/2369729/tracing-positif-covid-19-doni-monardo-ibaratkan-menangkap-harimau-di-luar-kandang-tojfu7ylCd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19 (Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/28/337/2369729/tracing-positif-covid-19-doni-monardo-ibaratkan-menangkap-harimau-di-luar-kandang-tojfu7ylCd.jpg</image><title>Covid-19 (Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, saat ini dalam rangka tracing untuk menemukan kasus positif Covid-19, dapat diibaratkan seperti menangkap Harimau di luar kandang.
&amp;ldquo;Saya mengibaratkan kalau testing itu ada yang positif adalah seperti kita menangkap Harimau di kandang. Nah, sekarang bagaimana harimau yang berada di luar kandang,&amp;rdquo; ungkap Doni dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 secara virtual, Minggu (28/2/2021).
Sehingga, kata Doni, tugas para tracer diharapkan bisa menemukan kontak kasus positif Covid-19. Jika diibaratkan, katanya, seperti menangkap harimau di luar kandang lalu memasukkan ke kandang agar tidak membahayakan yang lainnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menkes Targetkan 38 Juta Orang Divaksin Covid-19
&amp;ldquo;Tugas tracing inilah yang nantinya diharapkan bisa mengembangkan dan juga menangkap Harimau yang di luar kandang itu lantas memasukkannya ke kandang agar tidak membahayakan yang lainnya,&amp;rdquo; kata Doni.
Doni mengatakan analogi ini didapatkannya dari Kepala Laboratorium Universitas Andalas, dr. Andari. &amp;ldquo;Jadi, sini analogi yang saya kutip dari penjelasan Doctor Andani yaitu Kepala Laboratorium Universitas Andalas. Beliau salah satu kepala laboratorium yang sangat agresif melakukan tracing dari awal,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksin Covid-19 Buatan Johnson &amp;amp; Johnson's Disetujui AS
Seharusnya, kata Doni, upaya tracing agresif sejak awal yang dilakukan oleh dr. Andani ini harusnya dijadikan pola kerja untuk menemukan kasus Covid-19 sejak awal. &amp;ldquo;Harusnya apa yang sudah dilakukan oleh dokter dan ini kita jadikan sebagai pola kerja kita agar mereka yang kontak erat tadi bisa dilakukan karantina.&amp;rdquo;
Doni pun menjelaskan kenapa kontak erat ini harus dilakukan karantina, karena mereka bisa berperan sebagai orang tanpa gejala (OTG) yang bisa saja menulari kelompok rentan. &amp;ldquo;Kenapa demikian karena orang yang kontak erat ini berperan sebagai OTG atau orang tanpa gejala. 85% penularan bisa jadi dilakukan oleh mereka tanpa gejala. Dan ini sangat membahayakan kelompok rentan.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Siapa kelompok rentan? Adalah lansia, mereka yang usianya 60 tahun. Dan mereka yang punya komorbid. Kalau bisa kita lindungi dari OTG, maka resikonya akan semakin kita kurangi,&amp;rdquo; papar Doni.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, saat ini dalam rangka tracing untuk menemukan kasus positif Covid-19, dapat diibaratkan seperti menangkap Harimau di luar kandang.
&amp;ldquo;Saya mengibaratkan kalau testing itu ada yang positif adalah seperti kita menangkap Harimau di kandang. Nah, sekarang bagaimana harimau yang berada di luar kandang,&amp;rdquo; ungkap Doni dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 secara virtual, Minggu (28/2/2021).
Sehingga, kata Doni, tugas para tracer diharapkan bisa menemukan kontak kasus positif Covid-19. Jika diibaratkan, katanya, seperti menangkap harimau di luar kandang lalu memasukkan ke kandang agar tidak membahayakan yang lainnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menkes Targetkan 38 Juta Orang Divaksin Covid-19
&amp;ldquo;Tugas tracing inilah yang nantinya diharapkan bisa mengembangkan dan juga menangkap Harimau yang di luar kandang itu lantas memasukkannya ke kandang agar tidak membahayakan yang lainnya,&amp;rdquo; kata Doni.
Doni mengatakan analogi ini didapatkannya dari Kepala Laboratorium Universitas Andalas, dr. Andari. &amp;ldquo;Jadi, sini analogi yang saya kutip dari penjelasan Doctor Andani yaitu Kepala Laboratorium Universitas Andalas. Beliau salah satu kepala laboratorium yang sangat agresif melakukan tracing dari awal,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksin Covid-19 Buatan Johnson &amp;amp; Johnson's Disetujui AS
Seharusnya, kata Doni, upaya tracing agresif sejak awal yang dilakukan oleh dr. Andani ini harusnya dijadikan pola kerja untuk menemukan kasus Covid-19 sejak awal. &amp;ldquo;Harusnya apa yang sudah dilakukan oleh dokter dan ini kita jadikan sebagai pola kerja kita agar mereka yang kontak erat tadi bisa dilakukan karantina.&amp;rdquo;
Doni pun menjelaskan kenapa kontak erat ini harus dilakukan karantina, karena mereka bisa berperan sebagai orang tanpa gejala (OTG) yang bisa saja menulari kelompok rentan. &amp;ldquo;Kenapa demikian karena orang yang kontak erat ini berperan sebagai OTG atau orang tanpa gejala. 85% penularan bisa jadi dilakukan oleh mereka tanpa gejala. Dan ini sangat membahayakan kelompok rentan.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Siapa kelompok rentan? Adalah lansia, mereka yang usianya 60 tahun. Dan mereka yang punya komorbid. Kalau bisa kita lindungi dari OTG, maka resikonya akan semakin kita kurangi,&amp;rdquo; papar Doni.</content:encoded></item></channel></rss>
