<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Positif Covid-19 Turun, Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan Dua Pekan   </title><description>Aturan ganjil genap bagi kendaraan roda dua dan roda empat di wilayah Kota Bogor untuk dua pekan ke depan ditiadakan</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/02/338/2370813/kasus-positif-covid-19-turun-aturan-ganjil-genap-di-kota-bogor-ditiadakan-dua-pekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/02/338/2370813/kasus-positif-covid-19-turun-aturan-ganjil-genap-di-kota-bogor-ditiadakan-dua-pekan"/><item><title>Kasus Positif Covid-19 Turun, Aturan Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan Dua Pekan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/02/338/2370813/kasus-positif-covid-19-turun-aturan-ganjil-genap-di-kota-bogor-ditiadakan-dua-pekan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/02/338/2370813/kasus-positif-covid-19-turun-aturan-ganjil-genap-di-kota-bogor-ditiadakan-dua-pekan</guid><pubDate>Selasa 02 Maret 2021 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/02/338/2370813/kasus-positif-covid-19-turun-aturan-ganji-genap-di-kota-bogor-ditiadakan-dua-pekan-RY1ZxUZuon.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Bogor Bima Arya.(Foto:Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/02/338/2370813/kasus-positif-covid-19-turun-aturan-ganji-genap-di-kota-bogor-ditiadakan-dua-pekan-RY1ZxUZuon.jpg</image><title>Wali Kota Bogor Bima Arya.(Foto:Okezone)</title></images><description>BOGOR - Aturan ganjil genap bagi kendaraan roda dua dan roda empat di wilayah Kota Bogor untuk dua pekan ke depan ditiadakan. Hal tersebut karena tren penambahan kasus positif Covid-19 menurun.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melakukan rapat evaluasi Satgas Covid-19 Kota Bogor. Hasilnya, sepekan terakhir data menunjukan semua indikator baik.
&quot;Angka Covid-19 trennya turun terus, angka kesembuhan naik, angka kematian juga turun, angka keterisian tempat tidur atau BOR juga turun semakin membaik. Dari semua indikator itu semakin membaik,&quot; kata Bima kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
Baca Juga: Ganjil-Genap Kota Bogor, 8.138 Kendaraan Diputarbalikkan
Menurut Bima, kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor atau kebijakan pemerintah yang sudah dilakukan. Mulai dari vaksin, pengetatan pada skala mikro hingga aturan ganjil genap kendaraan.
&quot;Karena itu, karena langkah-langkah kita ini selalu terukur dari data-data, maka kami dua minggu ke depan meniadakan ganjil genap sambil kita evaluasi. Karena kita ingin rem dan gas ini dilakukan tepat sesuai dengan data-data tadi,&quot; ungkap Bima.
Baca Juga: Kebijakan Ganjil Genap Berakhir Hari Ini, Wali Kota Bogor: Kita Akan Kaji Bersama
Selain itu, ditiadakannya ganjil genap juga sebagai relaksasi di bidang ekonomi di wilayah Kota Bogor. Mulai dari hotel, pasar hingga restoran.
&quot;Jadi ada sedikit relaksasi ke depan, untuk mendorong ekonomi walaupun sebetulnya sektor ekonomi membaik. Tadi data disampaikan, hunian hotel mulai membaik, kunjunan pasar mulai membaik juga. Tetapi karena datanya seperti itu, minggu ke depan ganjil genap tidak dilanjutkan,&quot; jelasnya.
Kemudian, untuk jam operasional tempat usaha masih sama dengan sebelumnya sampai pukul 21.00 WIB. Itu disesuaikan dengan aturan pemerintah pusat.Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo  Condro mengatakan meski tidak ada ganjil genap, Car Free Crowd (CFR)  masih ada.
&quot;Ganjil genap tidak diberlakukan, tapi CFR itu mash berlaku. Kalau  ada ruas jalan yang padat bisa jadi kita lakukan penutupan sementara  atau cara lain agar mengurangi kepadatan,&quot; ucap Susatyo.
Ia pun mengingatkan dengan tidak dilanjutkannya ganjil genap selama  dua minggu ke depan bukan berarti masyarakat boleh tidak disiplin dalam  protokol kesehatan. Jika angka covid-19 kembali naik bukan tidak mungkin  ganjil genap kembali diterapkan.
&quot;Melalui penundaan atau relaksasi ini tidak membuat masyarakat Kota  Bogor menjadi tidak disiplin. Kalau sudah tertata mengerti dan  sebagainya tetap. Kalau nanti angka naik lagi, maka 2 minggu ke depan  bisa jadi kami akan kembali ganjil genap,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>BOGOR - Aturan ganjil genap bagi kendaraan roda dua dan roda empat di wilayah Kota Bogor untuk dua pekan ke depan ditiadakan. Hal tersebut karena tren penambahan kasus positif Covid-19 menurun.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah melakukan rapat evaluasi Satgas Covid-19 Kota Bogor. Hasilnya, sepekan terakhir data menunjukan semua indikator baik.
&quot;Angka Covid-19 trennya turun terus, angka kesembuhan naik, angka kematian juga turun, angka keterisian tempat tidur atau BOR juga turun semakin membaik. Dari semua indikator itu semakin membaik,&quot; kata Bima kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
Baca Juga: Ganjil-Genap Kota Bogor, 8.138 Kendaraan Diputarbalikkan
Menurut Bima, kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor atau kebijakan pemerintah yang sudah dilakukan. Mulai dari vaksin, pengetatan pada skala mikro hingga aturan ganjil genap kendaraan.
&quot;Karena itu, karena langkah-langkah kita ini selalu terukur dari data-data, maka kami dua minggu ke depan meniadakan ganjil genap sambil kita evaluasi. Karena kita ingin rem dan gas ini dilakukan tepat sesuai dengan data-data tadi,&quot; ungkap Bima.
Baca Juga: Kebijakan Ganjil Genap Berakhir Hari Ini, Wali Kota Bogor: Kita Akan Kaji Bersama
Selain itu, ditiadakannya ganjil genap juga sebagai relaksasi di bidang ekonomi di wilayah Kota Bogor. Mulai dari hotel, pasar hingga restoran.
&quot;Jadi ada sedikit relaksasi ke depan, untuk mendorong ekonomi walaupun sebetulnya sektor ekonomi membaik. Tadi data disampaikan, hunian hotel mulai membaik, kunjunan pasar mulai membaik juga. Tetapi karena datanya seperti itu, minggu ke depan ganjil genap tidak dilanjutkan,&quot; jelasnya.
Kemudian, untuk jam operasional tempat usaha masih sama dengan sebelumnya sampai pukul 21.00 WIB. Itu disesuaikan dengan aturan pemerintah pusat.Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo  Condro mengatakan meski tidak ada ganjil genap, Car Free Crowd (CFR)  masih ada.
&quot;Ganjil genap tidak diberlakukan, tapi CFR itu mash berlaku. Kalau  ada ruas jalan yang padat bisa jadi kita lakukan penutupan sementara  atau cara lain agar mengurangi kepadatan,&quot; ucap Susatyo.
Ia pun mengingatkan dengan tidak dilanjutkannya ganjil genap selama  dua minggu ke depan bukan berarti masyarakat boleh tidak disiplin dalam  protokol kesehatan. Jika angka covid-19 kembali naik bukan tidak mungkin  ganjil genap kembali diterapkan.
&quot;Melalui penundaan atau relaksasi ini tidak membuat masyarakat Kota  Bogor menjadi tidak disiplin. Kalau sudah tertata mengerti dan  sebagainya tetap. Kalau nanti angka naik lagi, maka 2 minggu ke depan  bisa jadi kami akan kembali ganjil genap,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
