<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kehadiran GrabFood Bantu Ciptakan Belasan Ribu Lapangan Pekerjaan di Masyarakat</title><description>Selain membantu puluhan ribu UMKM meningkatkan penjualannya secara online, pertumbuhan bisnis mitra merchant GrabFood yang melesat dan agen GrabKios sehingga mereka dapat merekrut lebih banyak pekerja dari lingkungan sekitar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/03/1/2371445/kehadiran-grabfood-bantu-ciptakan-belasan-ribu-lapangan-pekerjaan-di-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/03/1/2371445/kehadiran-grabfood-bantu-ciptakan-belasan-ribu-lapangan-pekerjaan-di-masyarakat"/><item><title>Kehadiran GrabFood Bantu Ciptakan Belasan Ribu Lapangan Pekerjaan di Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/03/1/2371445/kehadiran-grabfood-bantu-ciptakan-belasan-ribu-lapangan-pekerjaan-di-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/03/1/2371445/kehadiran-grabfood-bantu-ciptakan-belasan-ribu-lapangan-pekerjaan-di-masyarakat</guid><pubDate>Rabu 03 Maret 2021 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/03/1/2371445/kehadiran-grabfood-bantu-ciptakan-belasan-ribu-lapangan-pekerjaan-di-masyarakat-sgFopTDQon.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok Grab</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/03/1/2371445/kehadiran-grabfood-bantu-ciptakan-belasan-ribu-lapangan-pekerjaan-di-masyarakat-sgFopTDQon.jpg</image><title>Foto: Dok Grab</title></images><description>Grab Indonesia yang merupakan aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara,  yang telah  resmi bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (KemenkopUKM) untuk mendukung perluasan digitalisasi serta peluang ekonomi untuk jutaan UMKM di Indonesia yang tengah berjuangan melawan tantangan Covid-19 yang tengah berjalan. Grab membantu puluhan ribu UMKM untuk meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi.
Selain membantu puluhan ribu UMKM meningkatkan penjualannya secara online, pertumbuhan bisnis mitra merchant GrabFood yang melesat dan agen GrabKios sehingga mereka dapat merekrut lebih banyak pekerja dari lingkungan sekitar.

Berkat Menjadi Mitra Merchant GrabFood, Sate DJ Ciptakan Lapangan Baru untuk Orang Lain

&amp;nbsp;

Sate, siapa yang tak tahu dengan makanan tradisional yang ada sejak abad ke-19 ini? Ya, sate memang merupakan salah satu kuliner lokal favorit orang yang selalu menggugah selera.
Muhammad Munip seorang wirausaha pemilik dari Rumah Makan Sate DJ, yang kini menjadi salah satu rumah makan favorit  di Bandung tepatnya berlokasi di di Jalan Jenderal Sudirman nomor 276, Kota Bandung. Meskipun omzet yang ia peroleh dari usaha sate sudah mencapai  ratusan juta rupiah, rumah makan Sate DJ hanya satu-satunya di Indonesia yang tidak membuka cabang di kota lain.
Munip menceritakan tentang perjalanan usaha sate keluarga yang berdiri sejak tahun 1984 ini. Awalnya, kata Munip, Sate DJ adalah sate Madura pada umumnya yang memakai bumbu kacang.
&amp;ldquo;Dari tahun 1984 itu masih sate biasa, masih sate ayam bumbu kacang. Baru pada 2004, kami ubah konsep. Dan sejak itu, Sate DJ dikenal dengan sate tanpa bumbu kacangnya. Bumbu kacang itu kami ganti dengan bumbu rahasia,&amp;rdquo; ujar Munip.
Munip mengatakan, salah satu alasan dirinya hanya membuka di Jalan Jenderal Sudirman Bandung tidak membuka cabang adalah untuk mempertahankan keautentikan Sate DJ. Dengan begitu, orang-orang akan berusaha menikmati langsung hidangan sate dari sumber utama.
Selain itu, ada juga rahasia lainnya, di mana Munip memaknai pelanggan bukan sebagai raja, melainkan keluarga. &amp;ldquo;Menurut saya pelanggan itu adalah keluarga. Jadi, kami memberikan kenyamanan untuk keluarga, sehingga keluarga itu tidak akan jauh-jauh. Hal itu kami terapkan dari segi pelayanan dan kenyamanan.&amp;rdquo;
Munip mengakui, saat ini teknologi sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha kuliner. Cara-cara yang telah Munip lakukan harus dikolaborasikan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk bekerja sama dengan GrabFood agar dapat memasarkan produknya lebih luas melalui aplikasi Grab. Hal itu terbukti dengan meningkatnya omzet dan produksi sate dari Sate DJ.
&amp;ldquo;Waktu itu ada perwakilan dari tim GrabFood ke sini, menawarkan ke kami untuk bergabung. Saya tentu tertarik karena juga tidak ingin ketinggalan dengan usaha kuliner lain yang sudah bergabung ke layanan online,&amp;rdquo; ujar bapak satu anak ini.
Munip mengaku, sebelum bekerja sama dengan Grab, setiap harinya, Sate DJ hanya menjual 10.000 tusuk. Namun, setelah menjadi mitra merchant GrabFood, rata-rata 15.000 tusuk sate habis terjual dalam sehari.
Ia mengatakan bisnis kuliner dengan aplikasi online,  ternyata lebih menjanjikan. Berbagai perubahan positif Iadapatkan setelah bekerja sama dengan GrabFood.
&amp;ldquo;Perubahan paling terasa dari segi komersial. Pendapatan kami menjadi tambah tinggi. Jadi, ketika bergabung dengan GrabFood, omzet kami per harinya selalu naik. Dari GrabFood, omzet per hari saja sebanyak 50 - 60%. Sisanya penjualan dari dine-in,&amp;rdquo; ujarnya..
Ini artinya, transaksi 9.000 dari total 15.000 tusuk sate berasal dari hasil kerja sama dengan GrabFood.
&amp;nbsp;
Beberapa menu Sate DJ pun sontak hits dalam aplikasi Grab, Salah satunya Sate Ayam Pedas Sedang. Menu tersebut diakui Munip sangat laku di GrabFood.
Banyak keuntungan lainnya yang dirasakan Munip, adalah banyak mitra pengemudi Grab yang terbuka dan menjalin komunikasi yang baik dengan para pegawai Sate DJ. Hal ini menunjukkan kesesuaian prinsip pelanggan adalah keluarga yang dijunjungnya.
&amp;ldquo;Dengan kami bergabung dengan Grab, banyak driver sekitar yang jadi semakin welcome dengan kami. Mereka juga bahkan membantu mensosialisasikan Sate DJ terhadap pelanggan mereka,&amp;rdquo; tambahnya.
Setiap kali usahanya yang buka dari jam 17.00 WIB hingga 01.30 WIB ini, selalu penuh dengan antrean mitra pengemudi Grab. Karena itulah, dirasa perlu menambah 5 pegawai yang khusus melayani pesanan dari pelanggan GrabFood.
&amp;ldquo;Sebelum kami bergabung dengan GrabFood ini, pegawai kami hanya ada 7 orang. Setelah bergabung dengan GrabFood, pegawai kami yang di Sate DJ bertambah hingga 5 orang. Mereka khusus mengerjakan pesanan untuk order online GrabFood,&amp;rdquo; ungkapnya.
Uniknya, 5 pegawai yang direkrut Sate DJ adalah lulusan pesantren dari lingkungan rumah Munip di Madura.
&amp;ldquo;Dua hal itu, asli Madura dan lulusan pesantren, dipilih karena selain bekerja, sate DJ juga mengutamakan ibadah,&amp;rdquo; tambah Munip.
Di sisi lain, Munip mengakui, pengaruh aplikasi pesan-antar makanan seperti GrabFood, selain menguntungkan dirinya sebagai pengusaha, juga menguntungkan para pembeli.
&amp;ldquo;Bagus sekali dengan adanya order online seperti ini. Selain sangat membantu bagi resto, juga sangat efisien bagi pelanggan yang nggak sempat ke resto. Hal ini menjadi praktis bagi berbagai pihak,&amp;rdquo; jelasnya.
Munip adalah satu dari  jutaan wirausahawan mikro yang tergabung dalam platform Grab di Indonesia.
CM</description><content:encoded>Grab Indonesia yang merupakan aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara,  yang telah  resmi bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (KemenkopUKM) untuk mendukung perluasan digitalisasi serta peluang ekonomi untuk jutaan UMKM di Indonesia yang tengah berjuangan melawan tantangan Covid-19 yang tengah berjalan. Grab membantu puluhan ribu UMKM untuk meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi.
Selain membantu puluhan ribu UMKM meningkatkan penjualannya secara online, pertumbuhan bisnis mitra merchant GrabFood yang melesat dan agen GrabKios sehingga mereka dapat merekrut lebih banyak pekerja dari lingkungan sekitar.

Berkat Menjadi Mitra Merchant GrabFood, Sate DJ Ciptakan Lapangan Baru untuk Orang Lain

&amp;nbsp;

Sate, siapa yang tak tahu dengan makanan tradisional yang ada sejak abad ke-19 ini? Ya, sate memang merupakan salah satu kuliner lokal favorit orang yang selalu menggugah selera.
Muhammad Munip seorang wirausaha pemilik dari Rumah Makan Sate DJ, yang kini menjadi salah satu rumah makan favorit  di Bandung tepatnya berlokasi di di Jalan Jenderal Sudirman nomor 276, Kota Bandung. Meskipun omzet yang ia peroleh dari usaha sate sudah mencapai  ratusan juta rupiah, rumah makan Sate DJ hanya satu-satunya di Indonesia yang tidak membuka cabang di kota lain.
Munip menceritakan tentang perjalanan usaha sate keluarga yang berdiri sejak tahun 1984 ini. Awalnya, kata Munip, Sate DJ adalah sate Madura pada umumnya yang memakai bumbu kacang.
&amp;ldquo;Dari tahun 1984 itu masih sate biasa, masih sate ayam bumbu kacang. Baru pada 2004, kami ubah konsep. Dan sejak itu, Sate DJ dikenal dengan sate tanpa bumbu kacangnya. Bumbu kacang itu kami ganti dengan bumbu rahasia,&amp;rdquo; ujar Munip.
Munip mengatakan, salah satu alasan dirinya hanya membuka di Jalan Jenderal Sudirman Bandung tidak membuka cabang adalah untuk mempertahankan keautentikan Sate DJ. Dengan begitu, orang-orang akan berusaha menikmati langsung hidangan sate dari sumber utama.
Selain itu, ada juga rahasia lainnya, di mana Munip memaknai pelanggan bukan sebagai raja, melainkan keluarga. &amp;ldquo;Menurut saya pelanggan itu adalah keluarga. Jadi, kami memberikan kenyamanan untuk keluarga, sehingga keluarga itu tidak akan jauh-jauh. Hal itu kami terapkan dari segi pelayanan dan kenyamanan.&amp;rdquo;
Munip mengakui, saat ini teknologi sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha kuliner. Cara-cara yang telah Munip lakukan harus dikolaborasikan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk bekerja sama dengan GrabFood agar dapat memasarkan produknya lebih luas melalui aplikasi Grab. Hal itu terbukti dengan meningkatnya omzet dan produksi sate dari Sate DJ.
&amp;ldquo;Waktu itu ada perwakilan dari tim GrabFood ke sini, menawarkan ke kami untuk bergabung. Saya tentu tertarik karena juga tidak ingin ketinggalan dengan usaha kuliner lain yang sudah bergabung ke layanan online,&amp;rdquo; ujar bapak satu anak ini.
Munip mengaku, sebelum bekerja sama dengan Grab, setiap harinya, Sate DJ hanya menjual 10.000 tusuk. Namun, setelah menjadi mitra merchant GrabFood, rata-rata 15.000 tusuk sate habis terjual dalam sehari.
Ia mengatakan bisnis kuliner dengan aplikasi online,  ternyata lebih menjanjikan. Berbagai perubahan positif Iadapatkan setelah bekerja sama dengan GrabFood.
&amp;ldquo;Perubahan paling terasa dari segi komersial. Pendapatan kami menjadi tambah tinggi. Jadi, ketika bergabung dengan GrabFood, omzet kami per harinya selalu naik. Dari GrabFood, omzet per hari saja sebanyak 50 - 60%. Sisanya penjualan dari dine-in,&amp;rdquo; ujarnya..
Ini artinya, transaksi 9.000 dari total 15.000 tusuk sate berasal dari hasil kerja sama dengan GrabFood.
&amp;nbsp;
Beberapa menu Sate DJ pun sontak hits dalam aplikasi Grab, Salah satunya Sate Ayam Pedas Sedang. Menu tersebut diakui Munip sangat laku di GrabFood.
Banyak keuntungan lainnya yang dirasakan Munip, adalah banyak mitra pengemudi Grab yang terbuka dan menjalin komunikasi yang baik dengan para pegawai Sate DJ. Hal ini menunjukkan kesesuaian prinsip pelanggan adalah keluarga yang dijunjungnya.
&amp;ldquo;Dengan kami bergabung dengan Grab, banyak driver sekitar yang jadi semakin welcome dengan kami. Mereka juga bahkan membantu mensosialisasikan Sate DJ terhadap pelanggan mereka,&amp;rdquo; tambahnya.
Setiap kali usahanya yang buka dari jam 17.00 WIB hingga 01.30 WIB ini, selalu penuh dengan antrean mitra pengemudi Grab. Karena itulah, dirasa perlu menambah 5 pegawai yang khusus melayani pesanan dari pelanggan GrabFood.
&amp;ldquo;Sebelum kami bergabung dengan GrabFood ini, pegawai kami hanya ada 7 orang. Setelah bergabung dengan GrabFood, pegawai kami yang di Sate DJ bertambah hingga 5 orang. Mereka khusus mengerjakan pesanan untuk order online GrabFood,&amp;rdquo; ungkapnya.
Uniknya, 5 pegawai yang direkrut Sate DJ adalah lulusan pesantren dari lingkungan rumah Munip di Madura.
&amp;ldquo;Dua hal itu, asli Madura dan lulusan pesantren, dipilih karena selain bekerja, sate DJ juga mengutamakan ibadah,&amp;rdquo; tambah Munip.
Di sisi lain, Munip mengakui, pengaruh aplikasi pesan-antar makanan seperti GrabFood, selain menguntungkan dirinya sebagai pengusaha, juga menguntungkan para pembeli.
&amp;ldquo;Bagus sekali dengan adanya order online seperti ini. Selain sangat membantu bagi resto, juga sangat efisien bagi pelanggan yang nggak sempat ke resto. Hal ini menjadi praktis bagi berbagai pihak,&amp;rdquo; jelasnya.
Munip adalah satu dari  jutaan wirausahawan mikro yang tergabung dalam platform Grab di Indonesia.
CM</content:encoded></item></channel></rss>
