<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Umumkan Sanksi Atas Serangan terhadap Navalny</title><description>Pemerintahan AS mengumumkan sejumlah sanksi terhadap beberapa warga Rusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/03/18/2371266/as-umumkan-sanksi-atas-serangan-terhadap-navalny</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/03/18/2371266/as-umumkan-sanksi-atas-serangan-terhadap-navalny"/><item><title>AS Umumkan Sanksi Atas Serangan terhadap Navalny</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/03/18/2371266/as-umumkan-sanksi-atas-serangan-terhadap-navalny</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/03/18/2371266/as-umumkan-sanksi-atas-serangan-terhadap-navalny</guid><pubDate>Rabu 03 Maret 2021 05:57 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/03/18/2371266/as-umumkan-sanksi-atas-serangan-terhadap-navalny-mKD2R7y5CH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/03/18/2371266/as-umumkan-sanksi-atas-serangan-terhadap-navalny-mKD2R7y5CH.jpg</image><title>Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengumumkan sejumlah sanksi terhadap beberapa warga Rusia terkait peran mereka dalam percobaan pembunuhan terhadap politisi oposisi Rusia Alexey Navalny.
Sanksi-sanksi itu dikoordinasikan dengan Uni Eropa, yang telah menjatuhkan sanksi terhadap beberapa pejabat Rusia berkaitan dengan kasus Navalny.
&quot;Kami mengirimkan sinyal yang jelas ke Rusia tentang beberapa konsekuensi penggunaan senjata kimia,&quot; kata seorang pejabat senior pemerintahan.
(Baca juga: Pencabutan Larangan Perjalanan, Picu Debat Soal Pemeriksaan Warga Iran Masuk AS)
Navalny dirawat di rumah sakit pada Agustus lalu setelah jatuh sakit dalam penerbangan di Serbia. Ia dievakuasi ke Jerman, di mana dokter memutuskan bahwa ia telah diracun. Laboratorium Perancis, Swedia, dan Jerman, serta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, menetapkan bahwa Navalny terpapar racun saraf novichok. Rusia membantah terlibat dalam masalah tersebut.
Navalny kembali ke Rusia awal tahun ini dan langsung ditangkap. Ia dikirim ke penjara di luar Moskow untuk menjalani hukuman 2 &amp;frac12; tahun karena melanggar beberapa ketentuan masa percobaannya ketika menjalani perawatan diri di Jerman.
(Baca juga: Pertemuan Khusus Menlu ASEAN, Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan di Myanmar)
Pemerintahan Biden telah menyerukan pembebasan Navalny.
</description><content:encoded>WASHINGTON - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengumumkan sejumlah sanksi terhadap beberapa warga Rusia terkait peran mereka dalam percobaan pembunuhan terhadap politisi oposisi Rusia Alexey Navalny.
Sanksi-sanksi itu dikoordinasikan dengan Uni Eropa, yang telah menjatuhkan sanksi terhadap beberapa pejabat Rusia berkaitan dengan kasus Navalny.
&quot;Kami mengirimkan sinyal yang jelas ke Rusia tentang beberapa konsekuensi penggunaan senjata kimia,&quot; kata seorang pejabat senior pemerintahan.
(Baca juga: Pencabutan Larangan Perjalanan, Picu Debat Soal Pemeriksaan Warga Iran Masuk AS)
Navalny dirawat di rumah sakit pada Agustus lalu setelah jatuh sakit dalam penerbangan di Serbia. Ia dievakuasi ke Jerman, di mana dokter memutuskan bahwa ia telah diracun. Laboratorium Perancis, Swedia, dan Jerman, serta Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, menetapkan bahwa Navalny terpapar racun saraf novichok. Rusia membantah terlibat dalam masalah tersebut.
Navalny kembali ke Rusia awal tahun ini dan langsung ditangkap. Ia dikirim ke penjara di luar Moskow untuk menjalani hukuman 2 &amp;frac12; tahun karena melanggar beberapa ketentuan masa percobaannya ketika menjalani perawatan diri di Jerman.
(Baca juga: Pertemuan Khusus Menlu ASEAN, Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan di Myanmar)
Pemerintahan Biden telah menyerukan pembebasan Navalny.
</content:encoded></item></channel></rss>
