<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Dikepung Bencana, Jokowi: Sistem Peringatan Dini Harus Terus Dicek!</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya untuk bekerja cepat dalam penanganan bencana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/03/337/2371637/indonesia-dikepung-bencana-jokowi-sistem-peringatan-dini-harus-terus-dicek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/03/337/2371637/indonesia-dikepung-bencana-jokowi-sistem-peringatan-dini-harus-terus-dicek"/><item><title>Indonesia Dikepung Bencana, Jokowi: Sistem Peringatan Dini Harus Terus Dicek!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/03/337/2371637/indonesia-dikepung-bencana-jokowi-sistem-peringatan-dini-harus-terus-dicek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/03/337/2371637/indonesia-dikepung-bencana-jokowi-sistem-peringatan-dini-harus-terus-dicek</guid><pubDate>Rabu 03 Maret 2021 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/03/337/2371637/indonesia-dikepung-bencana-jokowi-sistem-peringatan-dini-harus-terus-dicek-wfNOGdCgeT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/03/337/2371637/indonesia-dikepung-bencana-jokowi-sistem-peringatan-dini-harus-terus-dicek-wfNOGdCgeT.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya untuk bekerja cepat dalam penanganan bencana. Jangan sampai korban banyak bergelimpangan. Sistem peringatan dini bencana harus selalu dicek agar fungsinya baik.

&quot;Sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik di cek terus bekerja cepat dan bekerja akurat, dan kecepatan respons yang harus terus ditingkatkan,&quot; katanya saat membuka Rakornas Penanggulangan Bencana 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Jokowi menuturkan, semua rencana kontijensi dan operasi saat tanggap darurat harus dapat diimplementasikan secara cepat. Sebab kata dia kecepatan adalah kunci untuk menyelematkan nyawa manusia dari bencana.

&quot;Sekali lagi, kecepatan adalah kunci menyelematkan dan mengurangi jatuhnya korban,&quot; jelasnya.

Baca Juga: Jokowi: Indonesia Hadapi 3.253 Bencana di 2020, Tertinggi di Dunia

Di samping itu, Jokowi ingin jajarannya dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) proaktif memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana. Edukasi itu harus di lakukan bahkan sampai pranata paling kecil yakni keluarga.

&quot;Memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait kebencanaan harus terus ditingkatkan mulai dari lingkup sosial paling kecil yaitu keluarga, melakukan simulasi bencana secara rutin di daerah-daerah yang rawan bencana, sehingga warga semakin siap menghadapi bencana yang ada,&quot; jelas dia.

Dalam pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana 2021, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo. Selain di Istana, kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh jajaran BPBD.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya untuk bekerja cepat dalam penanganan bencana. Jangan sampai korban banyak bergelimpangan. Sistem peringatan dini bencana harus selalu dicek agar fungsinya baik.

&quot;Sistem peringatan dini harus berfungsi dengan baik di cek terus bekerja cepat dan bekerja akurat, dan kecepatan respons yang harus terus ditingkatkan,&quot; katanya saat membuka Rakornas Penanggulangan Bencana 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Jokowi menuturkan, semua rencana kontijensi dan operasi saat tanggap darurat harus dapat diimplementasikan secara cepat. Sebab kata dia kecepatan adalah kunci untuk menyelematkan nyawa manusia dari bencana.

&quot;Sekali lagi, kecepatan adalah kunci menyelematkan dan mengurangi jatuhnya korban,&quot; jelasnya.

Baca Juga: Jokowi: Indonesia Hadapi 3.253 Bencana di 2020, Tertinggi di Dunia

Di samping itu, Jokowi ingin jajarannya dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) proaktif memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana. Edukasi itu harus di lakukan bahkan sampai pranata paling kecil yakni keluarga.

&quot;Memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat terkait kebencanaan harus terus ditingkatkan mulai dari lingkup sosial paling kecil yaitu keluarga, melakukan simulasi bencana secara rutin di daerah-daerah yang rawan bencana, sehingga warga semakin siap menghadapi bencana yang ada,&quot; jelas dia.

Dalam pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana 2021, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo. Selain di Istana, kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh jajaran BPBD.

</content:encoded></item></channel></rss>
