<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Kualitas Air Bersih di Indonesia Masih Kecil, Ini Penyebabnya</title><description>Saat ini indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) melebihi target yakni mencapai 70,20.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372249/indeks-kualitas-air-bersih-di-indonesia-masih-kecil-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372249/indeks-kualitas-air-bersih-di-indonesia-masih-kecil-ini-penyebabnya"/><item><title>Indeks Kualitas Air Bersih di Indonesia Masih Kecil, Ini Penyebabnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372249/indeks-kualitas-air-bersih-di-indonesia-masih-kecil-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372249/indeks-kualitas-air-bersih-di-indonesia-masih-kecil-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Kamis 04 Maret 2021 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/04/337/2372249/indeks-kualitas-air-bersih-di-indonesia-masih-kecil-ini-penyebabnya-DqgiVrMuwQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/04/337/2372249/indeks-kualitas-air-bersih-di-indonesia-masih-kecil-ini-penyebabnya-DqgiVrMuwQ.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPKL-KLHK) MR Karliansyah meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah domestik (IPAL domestik) di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jatim, Rabu (3/3/2021).

Peresmian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Domestik untuk air limbah rumah tangga di Kota Batu, ini dihadiri Wakil Walikota Batu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, dan Organisasi Perangkat Daerah terkait di Kota Batu, pemangku pesantren rakyat, dan masyarakat.

Karliansyah mengatakan, pembangunan IPAL ini adalah bentuk upaya mewujudkan lingkungan yang baik dan bersih di Indonesia. Saat ini indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) melebihi target yakni mencapai 70,20.

&quot;Tapi sampai saat ini, indeks kualitas air capaiannya masih sangat sedikit, mencapai 53. Di mana semestinya harus di atas 55. Salah satu penyebabnya adalah karena limbah rumah tangga belum terolah dengan sempurna. Hal ini yang membuat Kemen LH membangun IPAL ini,&quot; ungkapnya.

Baca Juga: Indonesia Ternyata Hasilkan 67,8 Juta Ton Sampah Setiap Tahun

Lebih lanjut dikatakan Karliansyah, pembangunan IPAL di Kota Batu ini sebagai pembangunan yang terbaik di Indonesia. &quot;Pembangunan ini model yang luar biasa, karena dibangun di lahan permukiman penduduk sempit, tidak punya lahan, tapi memanfaatkan areal yang ada,&quot; ujar Karli.

Bangunan IPAL ini dibangun memanfaatkan jalan yang ada. Adapun IPAL Komunal Domestik berlokasi di RT 5 RW 13, Dusun Matsari, Desa Pesanggrahan, Kec Batu, Kota Batu untuk mengolah air limbah rumah tangga sebanyak 55 KK yang berasal dari kegiatan MCK dan dapur warga. Saat ini IPAL tersebut baru mengolah air limbah rumah tangga dari 55 KK (jadi bukan dapat mengolah air limbah rumah tangga dari 55 KK).

Dirjen Karliansyah mengungungkapkan, kinerja IPAL komunal tersebut  memiliki efisiensi penurunan beban penurunan beban pencemaran sebesar  90% (bukan penurunan bebas pencemar 90%. artinya dapat menurunkan beban  pencemar BOD yang dikontribusikan ke lingkungan dari 2,9 ton BOD per  tahun menjadi sekitar 0,6 ton BOD per tahun.

Hasil uji laboratorium terhadap air limbah hadil olah IPAL tersebut  telah memenuhi baku mutu air limbah sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor  68 tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Dengan demikian air  limbah hasil olah dari IPAL tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyiram  tanaman warga setempat;

Dijelaskan, pembangunan IPAL dilaksanakan dengan konsep padat karya.  Seluruh pengerjaan pembangunan IPAL dilakukan oleh tenaga kerja dari  warga setempat, dengan pendampingan dari KLHK, pemerintah Kota Batu, dan  pemuka agama;

Adapun Acara peresmian diawali dengan penanaman pohon di hulu Sungai  Brantas area konservasi mata air Desa Pesangrahan, Kecamatan Batu, Kota  Batu. Dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati sebagai symbol  pelestarian alam, peninjauan lokasi IPAL komunal dan system  perpipaannya, pengguntingan pita dan tandatangan prasasti peresmian  IPAL, dan diakhiri dengan laporan panitia, sambutan wakil wali kota Batu  dan peresmian IPAL oleh Dirjen PPKL KLHK.

Warga antusias menyambut pembangunan IPAL komunial ini, yang  ditindaklanjuti dengan memperbaiki kualitas lingkungan sekitar seperti  memperbaiki jembatan serta membangun gapura. Hal ini disampaikan oleh  pemangku pesantren Rakyat Kota Batu, Bapak Ulul Azmi. Beliau juga  berharap adanya sinergitas antara semua pihak termasuk peran para pemuka  agama.

Karliansyah menjelaskan, kegiatan pembangunan IPAL komunal untuk air  limbah rumah tangga seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan  dapat direplikasi di tempat lain. Ini membuktikan bahwa pengolahan air  limbah rumah tangga dapat dilakukan dengan partisipasi warga, di lokasi  pemukiman padat penduduk, dan pada lahan yang sangat terbatas.

&quot;Warga setempat diharapkan mau dan mampu berinovasi memanfaatkan  fasilitas umum seperti pemanfaatan area di bawah jalan pemukiman sebagai  lahan untuk pembangunan IPAL komunal,&quot; jelasnya.

&quot;Sebagai bentuk komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  terhadap pengelolaan air limbah rumah tangga khususnya di Kota Batu,  tahun ini akan dilanjutkan pembangunan IPAL di 3 lokasi lain yaitu di RT  2 RW 2, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu; RT 7 RW 11, Kelurahan Sisir, Kota  Batu; RT 2 RW 5, Kelurahan Temas, Kota Batu,&quot; tambahnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPKL-KLHK) MR Karliansyah meresmikan Instalasi Pengolahan Air Limbah domestik (IPAL domestik) di Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Jatim, Rabu (3/3/2021).

Peresmian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Domestik untuk air limbah rumah tangga di Kota Batu, ini dihadiri Wakil Walikota Batu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, dan Organisasi Perangkat Daerah terkait di Kota Batu, pemangku pesantren rakyat, dan masyarakat.

Karliansyah mengatakan, pembangunan IPAL ini adalah bentuk upaya mewujudkan lingkungan yang baik dan bersih di Indonesia. Saat ini indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) melebihi target yakni mencapai 70,20.

&quot;Tapi sampai saat ini, indeks kualitas air capaiannya masih sangat sedikit, mencapai 53. Di mana semestinya harus di atas 55. Salah satu penyebabnya adalah karena limbah rumah tangga belum terolah dengan sempurna. Hal ini yang membuat Kemen LH membangun IPAL ini,&quot; ungkapnya.

Baca Juga: Indonesia Ternyata Hasilkan 67,8 Juta Ton Sampah Setiap Tahun

Lebih lanjut dikatakan Karliansyah, pembangunan IPAL di Kota Batu ini sebagai pembangunan yang terbaik di Indonesia. &quot;Pembangunan ini model yang luar biasa, karena dibangun di lahan permukiman penduduk sempit, tidak punya lahan, tapi memanfaatkan areal yang ada,&quot; ujar Karli.

Bangunan IPAL ini dibangun memanfaatkan jalan yang ada. Adapun IPAL Komunal Domestik berlokasi di RT 5 RW 13, Dusun Matsari, Desa Pesanggrahan, Kec Batu, Kota Batu untuk mengolah air limbah rumah tangga sebanyak 55 KK yang berasal dari kegiatan MCK dan dapur warga. Saat ini IPAL tersebut baru mengolah air limbah rumah tangga dari 55 KK (jadi bukan dapat mengolah air limbah rumah tangga dari 55 KK).

Dirjen Karliansyah mengungungkapkan, kinerja IPAL komunal tersebut  memiliki efisiensi penurunan beban penurunan beban pencemaran sebesar  90% (bukan penurunan bebas pencemar 90%. artinya dapat menurunkan beban  pencemar BOD yang dikontribusikan ke lingkungan dari 2,9 ton BOD per  tahun menjadi sekitar 0,6 ton BOD per tahun.

Hasil uji laboratorium terhadap air limbah hadil olah IPAL tersebut  telah memenuhi baku mutu air limbah sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor  68 tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Dengan demikian air  limbah hasil olah dari IPAL tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyiram  tanaman warga setempat;

Dijelaskan, pembangunan IPAL dilaksanakan dengan konsep padat karya.  Seluruh pengerjaan pembangunan IPAL dilakukan oleh tenaga kerja dari  warga setempat, dengan pendampingan dari KLHK, pemerintah Kota Batu, dan  pemuka agama;

Adapun Acara peresmian diawali dengan penanaman pohon di hulu Sungai  Brantas area konservasi mata air Desa Pesangrahan, Kecamatan Batu, Kota  Batu. Dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati sebagai symbol  pelestarian alam, peninjauan lokasi IPAL komunal dan system  perpipaannya, pengguntingan pita dan tandatangan prasasti peresmian  IPAL, dan diakhiri dengan laporan panitia, sambutan wakil wali kota Batu  dan peresmian IPAL oleh Dirjen PPKL KLHK.

Warga antusias menyambut pembangunan IPAL komunial ini, yang  ditindaklanjuti dengan memperbaiki kualitas lingkungan sekitar seperti  memperbaiki jembatan serta membangun gapura. Hal ini disampaikan oleh  pemangku pesantren Rakyat Kota Batu, Bapak Ulul Azmi. Beliau juga  berharap adanya sinergitas antara semua pihak termasuk peran para pemuka  agama.

Karliansyah menjelaskan, kegiatan pembangunan IPAL komunal untuk air  limbah rumah tangga seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan  dapat direplikasi di tempat lain. Ini membuktikan bahwa pengolahan air  limbah rumah tangga dapat dilakukan dengan partisipasi warga, di lokasi  pemukiman padat penduduk, dan pada lahan yang sangat terbatas.

&quot;Warga setempat diharapkan mau dan mampu berinovasi memanfaatkan  fasilitas umum seperti pemanfaatan area di bawah jalan pemukiman sebagai  lahan untuk pembangunan IPAL komunal,&quot; jelasnya.

&quot;Sebagai bentuk komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  terhadap pengelolaan air limbah rumah tangga khususnya di Kota Batu,  tahun ini akan dilanjutkan pembangunan IPAL di 3 lokasi lain yaitu di RT  2 RW 2, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu; RT 7 RW 11, Kelurahan Sisir, Kota  Batu; RT 2 RW 5, Kelurahan Temas, Kota Batu,&quot; tambahnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
