<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Paparkan Bagaimana Hujan Es Bisa Terjadi</title><description>Hujan es yang terjadi di Yogyakarta dan Kalimantam Timur disebabkan oleh awan cumulonimbus (CB)</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372458/bmkg-paparkan-bagaimana-hujan-es-bisa-terjadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372458/bmkg-paparkan-bagaimana-hujan-es-bisa-terjadi"/><item><title>BMKG Paparkan Bagaimana Hujan Es Bisa Terjadi</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372458/bmkg-paparkan-bagaimana-hujan-es-bisa-terjadi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372458/bmkg-paparkan-bagaimana-hujan-es-bisa-terjadi</guid><pubDate>Kamis 04 Maret 2021 18:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fikri Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/04/337/2372458/bmkg-paparkan-bagaimana-hujan-es-bisa-terjadi-pMH69z9ttP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/04/337/2372458/bmkg-paparkan-bagaimana-hujan-es-bisa-terjadi-pMH69z9ttP.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Hujan es yang terjadi di Yogyakarta dan Kalimantam Timur disebabkan oleh awan cumulonimbus (CB), yang mengandung tiga macam partikel, yakni butir air, butir air super dingin, dan partikel es.

Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara dari Badan Klimatologi, Meteorologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Djatmiko, menjelaskan bahwa awan CB sendiri bisa terbentuk dan tumbuh karena beberapa fenomena.

Salah satunya adanya proses pergerakan massa udara naik dan turun yang sangat kuat (strong updraft and downdraft) di dalam awan CB.

Pergerakan massa udara naik (updraft) yang cukup kuat, dapat membawa uap air naik hingga mencapai ketinggian dan membuat suhu udara menjadi sangat dingin hingga uap air membeku menjadi partikel es.

Baca Juga: BMKG: Hujan Es di Yogya &amp;amp; Kaltim Fenomena Alamiah saat Cuaca Ekstrem

&quot;Partikel es dan partikel air super dingin akan bercampur dan teraduk-aduk akibat proses updraft dan downdraft, hingga membentuk butiran es yang semakin membesar,&quot; jelas Hary, kepada MNC Portal, Kamis (4/3/2021).

Haru melanjutkan, ketika butiran es sudah terlalu besar, maka pergerakan massa udara naik tersebut tidak akan mampu lagi mengangkatnya, sehingga butiran es akan jatuh ke permukaan bumi menjadi hujan es.

Strong updraft di suatu daerah dapat terbentuk dan terjadi akibat  adanya pemanasan Matahari yang intens antara pagi hingga siang hari, dan  dapat juga dipengaruhi oleh topografi suatu daerah.

Fenomena lainnya adalah adanya lapisan yang tingkat pembekuannya  lebih rendah (lower freezing level). Pada fenomena hujan es, lapisan  tingkat pembekuan (freezing level) mempunyai kecenderungan turun lebih  rendah dari ketinggian normalnya.

&quot;Hal inilah yang menyebabkan butiran es yang jatuh ke permukaan bumi tidak mencair sempurna,&quot; tutur Hary.

Lapisan tingkat pembekuan merupakan lapisan pada tinggian tertentu di  atas permukaan bumi, di mana suhu udara bernilai nol derajat celsius.  Pada ketinggian ini, butiran air umumnya akan membeku menjadi partikel  es.

&quot;Di indonesia umumnya lapisan tingkat pembekuan berada pada kisaran ketinggian antara 4-5 km diatas permukaan laut,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hujan es yang terjadi di Yogyakarta dan Kalimantam Timur disebabkan oleh awan cumulonimbus (CB), yang mengandung tiga macam partikel, yakni butir air, butir air super dingin, dan partikel es.

Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara dari Badan Klimatologi, Meteorologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Djatmiko, menjelaskan bahwa awan CB sendiri bisa terbentuk dan tumbuh karena beberapa fenomena.

Salah satunya adanya proses pergerakan massa udara naik dan turun yang sangat kuat (strong updraft and downdraft) di dalam awan CB.

Pergerakan massa udara naik (updraft) yang cukup kuat, dapat membawa uap air naik hingga mencapai ketinggian dan membuat suhu udara menjadi sangat dingin hingga uap air membeku menjadi partikel es.

Baca Juga: BMKG: Hujan Es di Yogya &amp;amp; Kaltim Fenomena Alamiah saat Cuaca Ekstrem

&quot;Partikel es dan partikel air super dingin akan bercampur dan teraduk-aduk akibat proses updraft dan downdraft, hingga membentuk butiran es yang semakin membesar,&quot; jelas Hary, kepada MNC Portal, Kamis (4/3/2021).

Haru melanjutkan, ketika butiran es sudah terlalu besar, maka pergerakan massa udara naik tersebut tidak akan mampu lagi mengangkatnya, sehingga butiran es akan jatuh ke permukaan bumi menjadi hujan es.

Strong updraft di suatu daerah dapat terbentuk dan terjadi akibat  adanya pemanasan Matahari yang intens antara pagi hingga siang hari, dan  dapat juga dipengaruhi oleh topografi suatu daerah.

Fenomena lainnya adalah adanya lapisan yang tingkat pembekuannya  lebih rendah (lower freezing level). Pada fenomena hujan es, lapisan  tingkat pembekuan (freezing level) mempunyai kecenderungan turun lebih  rendah dari ketinggian normalnya.

&quot;Hal inilah yang menyebabkan butiran es yang jatuh ke permukaan bumi tidak mencair sempurna,&quot; tutur Hary.

Lapisan tingkat pembekuan merupakan lapisan pada tinggian tertentu di  atas permukaan bumi, di mana suhu udara bernilai nol derajat celsius.  Pada ketinggian ini, butiran air umumnya akan membeku menjadi partikel  es.

&quot;Di indonesia umumnya lapisan tingkat pembekuan berada pada kisaran ketinggian antara 4-5 km diatas permukaan laut,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
