<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Sebut PPKM Mikro Efektif Turunkan Kasus Covid-19</title><description>Jokowi menyebut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro efektif menurunkan laju penambahan kasus Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372567/jokowi-sebut-ppkm-mikro-efektif-turunkan-kasus-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372567/jokowi-sebut-ppkm-mikro-efektif-turunkan-kasus-covid-19"/><item><title>Jokowi Sebut PPKM Mikro Efektif Turunkan Kasus Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372567/jokowi-sebut-ppkm-mikro-efektif-turunkan-kasus-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/04/337/2372567/jokowi-sebut-ppkm-mikro-efektif-turunkan-kasus-covid-19</guid><pubDate>Kamis 04 Maret 2021 22:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/04/337/2372567/jokowi-sebut-ppkm-mikro-efektif-turunkan-kasus-covid-19-4O6NUMx1jM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto : BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/04/337/2372567/jokowi-sebut-ppkm-mikro-efektif-turunkan-kasus-covid-19-4O6NUMx1jM.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto : BPMI)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro efektif menurunkan laju penambahan kasus Covid-19.

Menurut Jokowi, selama PPKM skala mikro tersebut, posko-posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan tampak semakin aktif untuk mencegah penularan.

Komunikasi antarwilayah juga berangsur berjalan dengan baik disertai dengan gotong royong antara masing-masing desa dan kelurahan yang berujung pada penurunan kasus mingguan.

&quot;Penambahan kasus mingguan di tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali kelihatan sekali trennya menurun. Ini sangat bagus,&quot; ujar Jokowi dalam pernyataan yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (4/3/2021).

Berdasarkan sejumlah parameter penanganan pandemi, per 3 Maret 2021 kasus aktif di Indonesia berada pada angka 11,11 persen. Sementara kasus aktif dunia berada di angka 18,85 persen. Artinya, kasus aktif di Indonesia masih lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia.

Demikian halnya dengan rata-rata angka kesembuhan di mana pada waktu yang sama angka kesembuhan di Indonesia berada pada 86,18 persen. Adapun rata-rata kesembuhan dunia berada di angka 78,93 persen. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kesembuhan dari Covid-19 di Tanah Air lebih baik dibandingkan rata-rata kesembuhan dunia.

&quot;Perlu juga saya informasikan mengenai positivity rate di Indonesia. Di akhir Januari 2021 itu berada di angka 36,19 persen. Kemudian turun di 2 Maret (2021) ini, berada di angka 18,6 persen. Ini kita harapkan juga semakin turun, turun, dan turun lagi,&quot; imbuhnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Soal Varian Corona B117, Jokowi: Tidak Perlu Khawatir

Meski demikian, perlu diakui bahwa pemerintah masih harus berupaya keras untuk menekan tingkat kematian yang disebabkan oleh virus corona tersebut. Per 3 Maret 2021, angka rata-rata kematian di Indonesia masih berada di 2,71 persen yang sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia yang sebesar 2,22 persen.

&quot;Ini yang harus kita perhatikan dan kita harus bekerja keras agar angka kematian di Indonesia bisa berada di bawah angka rata-rata kematian dunia. Tapi angka kematian ini sudah jauh membaik dibandingkan di awal penanganan Covid. Saya kira kerja keras kita selama ini memberikan hasil yang baik,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro efektif menurunkan laju penambahan kasus Covid-19.

Menurut Jokowi, selama PPKM skala mikro tersebut, posko-posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan tampak semakin aktif untuk mencegah penularan.

Komunikasi antarwilayah juga berangsur berjalan dengan baik disertai dengan gotong royong antara masing-masing desa dan kelurahan yang berujung pada penurunan kasus mingguan.

&quot;Penambahan kasus mingguan di tujuh provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali kelihatan sekali trennya menurun. Ini sangat bagus,&quot; ujar Jokowi dalam pernyataan yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (4/3/2021).

Berdasarkan sejumlah parameter penanganan pandemi, per 3 Maret 2021 kasus aktif di Indonesia berada pada angka 11,11 persen. Sementara kasus aktif dunia berada di angka 18,85 persen. Artinya, kasus aktif di Indonesia masih lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia.

Demikian halnya dengan rata-rata angka kesembuhan di mana pada waktu yang sama angka kesembuhan di Indonesia berada pada 86,18 persen. Adapun rata-rata kesembuhan dunia berada di angka 78,93 persen. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kesembuhan dari Covid-19 di Tanah Air lebih baik dibandingkan rata-rata kesembuhan dunia.

&quot;Perlu juga saya informasikan mengenai positivity rate di Indonesia. Di akhir Januari 2021 itu berada di angka 36,19 persen. Kemudian turun di 2 Maret (2021) ini, berada di angka 18,6 persen. Ini kita harapkan juga semakin turun, turun, dan turun lagi,&quot; imbuhnya.

Baca Juga :&amp;nbsp;Soal Varian Corona B117, Jokowi: Tidak Perlu Khawatir

Meski demikian, perlu diakui bahwa pemerintah masih harus berupaya keras untuk menekan tingkat kematian yang disebabkan oleh virus corona tersebut. Per 3 Maret 2021, angka rata-rata kematian di Indonesia masih berada di 2,71 persen yang sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia yang sebesar 2,22 persen.

&quot;Ini yang harus kita perhatikan dan kita harus bekerja keras agar angka kematian di Indonesia bisa berada di bawah angka rata-rata kematian dunia. Tapi angka kematian ini sudah jauh membaik dibandingkan di awal penanganan Covid. Saya kira kerja keras kita selama ini memberikan hasil yang baik,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
