<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Mereka yang Berhasil Meningkatkan Taraf Hidup Berkat Inklusi Keuangan</title><description>Cukup banyak mitra pengemudi GrabBike dan mitra pengemudi GrabCar membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/05/1/2372940/kisah-mereka-yang-berhasil-meningkatkan-taraf-hidup-berkat-inklusi-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/05/1/2372940/kisah-mereka-yang-berhasil-meningkatkan-taraf-hidup-berkat-inklusi-keuangan"/><item><title>Kisah Mereka yang Berhasil Meningkatkan Taraf Hidup Berkat Inklusi Keuangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/05/1/2372940/kisah-mereka-yang-berhasil-meningkatkan-taraf-hidup-berkat-inklusi-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/05/1/2372940/kisah-mereka-yang-berhasil-meningkatkan-taraf-hidup-berkat-inklusi-keuangan</guid><pubDate>Jum'at 05 Maret 2021 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Agustina Wulandari </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/05/1/2372940/kisah-mereka-yang-berhasil-meningkatkan-taraf-hidup-berkat-inklusi-keuangan-VkMd7oIMhp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto : Dok.Grab Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/05/1/2372940/kisah-mereka-yang-berhasil-meningkatkan-taraf-hidup-berkat-inklusi-keuangan-VkMd7oIMhp.jpeg</image><title>Foto : Dok.Grab Indonesia</title></images><description>Sejahtera finansial menjadi impian setiap orang. Apalagi bisa memiliki rekening dan menabung di bank merupakan suatu pencapaian untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Menjadi bagian dari ekosistem Grab dapat meningkatkan akses mitra kepada layanan jasa keuangan.
Cukup banyak mitra pengemudi GrabBike dan mitra pengemudi GrabCar membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab. Lebih penting lagi, kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. Hal ini juga telah memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru.
Seperti kisah seorang mitra GrabCar, Hamka Didit Ardiansyah yang berusaha mengejar materi sekaligus mengutamakan keberkahan agar bermanfaat untuk menafkahi keluarganya. Pria berusia 33 tahun ini telah merasakan getirnya hidupnya menjadi tulang punggung keluarga sejak ia ditinggal wafat oleh ayahnya pada 2005 silam. Saat ia masih di bangku Sekolah Dasar, ibunya telah lebih dulu berpulang ke hadapan Sang Pencipta.
Kondisi tersebut memaksanya untuk menjadi pengganti sosok ayah bagi keempat saudara perempuannya. Hamka pun tak punya pilihan, ia rela tak meneruskan pendidikannya dan hanya berakhir di jenjang SMA.
&quot;Saya tidak mau egois. Biarlah mereka yang melanjutkan sekolah. Saya sebagai anak laki-laki harus bertanggung jawab kepada adik dan kakak saya,&quot; ujar anak ketiga ini saat ditemui di salah satu warkop yang terletak di wilayah Sam Ratulangi Makassar.
Hamka pun mengawali karirnya sebagai seorang pekerja toko. Lalu, ia bergabung dengan salah satu perusahaan yang memiliki ragam lini bisnis, mulai koperasi, properti, bimbingan belajar (bimbel) hingga merambah pertambangan. Menjadi orang kepercayaan pimpinan toko, Hamka pernah ditempatkan di hampir semua lini bisnis itu.
&quot;Saat bekerja di properti, posisi terakhir saya sebagai pengawas. Di bimbel saya pernah menjabat sebagai Direktur. Hanya kalau gaji tidak pernah di atas Rp3 juta,&quot; katanya mengakui.
Namun perusahaan di mana tempat Hamka bekerja, perlahan menunjukkan kinerja yang kurang baik, sehingga berpengaruh ke gaji karyawan. Merasa kebutuhan keluarga tetap harus terpenuhi, namun penghasilan tidak mencukupi, Hamka pada akhirnya memilih angkat kaki.


Foto: Dok.Grab Indonesia

&quot;Dari situ saya ikut teman. Bisnis jual beli barang elektronik bekas saat itu,&quot; ujarnya. Bisnis barang elektronik yang dilakukan oleh Hamka bersifat musiman. Tentu saja tidak begitu bisa diharapkan untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Namun di saat bersamaan, tepatnya pada 2017 lalu, Grab tengah gencar menggaet mitra pengemudinya. Hamka pun tertarik untuk bergabung sebagai mitra pengemudi GrabCar.
&quot;Awal-awal saya bergabung dengan GrabCar, saya pakai mobil mertua, kurang lebih dua bulan lamanya. Setelah menjalaninya, saya pikir penghasilan saya sangat menjanjikan, makanya saya berani keluarkan mobil sendiri,&quot; ucap Hamka.
Setelah bergabung sebagai mitra pengemudi GrabCar, ayah dari dua orang anak ini mengaku mampu mencatat pemasukan hingga Rp10 juta per bulannya. Angka tersebut cukup fantastis untuk menutupi biaya angsuran mobil Hamka, di mana totalnya sebesar Rp3,8 juta per bulan untuk selama 4 tahun. Mobil mini MPV berkapasitas 1,197 CC miliknya, kini tersisa dua tahun masa angsuran.
&quot;Alasan saya bergabung di Grab karena waktu kerja dan sumber pendapatan yang fleksibel, artinya dapat uang kalau bekerja. Kalau tidak bekerja, ya tidak dapat,&amp;rdquo; tuturnya.
Banyak hal positif yang ditemui sejak Hamka menekuni pekerjaannya sebagai mitra pengemudi GrabCar. Salah satunya adalah Grab memiliki banyak mitra pengemudi dengan ragam karakter dan tentunya dirasa menyenangkan.
Paling utama, kata Hamka, berkahnya lebih berdampak dibandingkan beberapa pekerjaan sebelumnya. Termasuk jauh lebih mudah mengatur waktu untuk beribadah.
&quot;Prinsip saya, berapapun banyak rupiah yang didapat kalau tidak berkah, ya sama saja nol,&quot; ujarnya.
&amp;ldquo;Biasanya saya mulai narik setelah shalat subuh dan pulang sore atau malam hari. Kalau mau lebih maksimal lagi, jalannya malam. Biasanya bisa dapat lebih banyak lagi,&amp;rdquo; kata Hamka.
Rencana Hamka ke depan adalah melunasi pembayaran cicilan mobilnya, kemudian ia mengincar rumah dengan estimasi angsuran yang sama dengan mobilnya. Ia optimis akan terealisasi secepatnya, komitmen, dan konsistensi menjadi kuncinya.
&quot;Saya belajar dari cicilan mobil ini. Artinya kalau lancar, berarti saya bisa membeli rumah dengan angsuran yang sama,&quot; ujarnya.
Hamka adalah salah satu dari jutaan mitra pengemudi Grab yang berusaha keras untuk meraih impiannya. Saat ini, Grab menyediakan layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara di 397 kota yang tersebar di 8 negara dengan lebih dari 214 juta unduhan aplikasi, termasuk Indonesia.
Tak hanya Hamka yang merasakan keuntungan menjadi mitra Grab, Joni Sius Tse telah bergabung menjadi mitra Grab sejak 2018. Meski terlihat santai, namun dunia perojolan ini sungguh keras. Mereka yang gigihlah yang mampu bertahan, segala kondisi pun diterjang, mau panas dan hujan, pagi atau malam sudah biasa dalam keseharian mereka. Semua demi memenuhi kebutuhan hidup.
Awalnya, pria kelahiran Timor Tengah Selatan, 44 tahun lalu memutuskan menjadi mitra pengemudi untuk mencari pekerjaan sampingan. Hingga pada akhirnya, kini pekerjaan ini menjadi mata pencaharian utamanya.


Foto: Dok.Grab Indonesia

Sebelumnya, ayah tiga orang putra ini bekerja di sebuah pabrik sejak1997. Lalu, pabrik tempatnya bekerja akan pindah ke kota kecil, Lamongan. Besaran Upah Minimum Regional (UMR) yang jauh berbeda membuat Joni, panggilan akrabnya berpikir ulang untuk tetap bekerja di sana.
&amp;ldquo;Kalau pindah ke sana kan UMR-nya lebih sedikit. Hitungan saya dengan adanya tiga orang anak, saya pikir tidak akan cukup. Akhirnya saya coba daftar di Grab di akhir-akhir sebelum pabrik pindah,&amp;rdquo; tuturnya.
Keputusan Joni mendapat dukungan dari keluarga dan teman-temannya yang lebih dulu memutuskan untuk keluar dari pabrik dan lebih memilih menjadi mitra pengemudi. Saat Joni menanyakan perihal pekerjaan lain yang dapat dikerjakannya setelah pabrik pindah, teman-temannya justru menyarankan untuk turut bergabung menjadi mitra pengemudi Grab.
&amp;ldquo;Sebelumnya dia tanya saya, surat-surat saya lengkap atau tidak, kemudian dia yang bantu saya untuk daftar,&amp;rdquo; ujarnya.
Mulanya, Joni sama sekali tidak tahu cara kerja menjadi mitra pengemudi Grab. Yang ia tahu hanya bertugas mengantar penumpangnya. Pernah suatu ketika, ia telah selesai mengantar penumpangnya ke lokasi tujuan. Namun, ia tidak menyelesaikan order di aplikasinya. Alhasil, Joni harus kembali lagi ke tempat ia menurunkan penumpangnya tadi.
&amp;ldquo;Saya bilang ke kawan-kawan, kemudian diberitahu caranya, jika sudah terima, antar, baru selesaikan. Karena kalau tidak diselesaikan sesuai titik dikira tidak menyelesaikan pekerjaan. Karena saya masih belajar, akhirnya kawan-kawan terus membantu memantau saya selama satu bulan,&amp;rdquo; kenangnya.
Hingga pabrik resmi pindah ke Lamongan, Joni memutuskan untuk bekerja full time menjadi mitra pengemudi Grab. Menurutnya, hasilnya tidak hanya lumayan tetapi sangat cukup untuk menafkahi keluarganya.
&amp;ldquo;Sampai-sampai teman saya bilang senang dan bangga sekali bisa mendaftarkan saya menjadi mitra pengemudi,&amp;rdquo; katanya. Dalam satu hari, Joni bisa mendapatkan uang ratusan ribu rupiah  Bahkan, Joni mampu menempuh sampai 28 trip tergantung jarak jauh dan dekatnya trip.
Joni pun memutuskan untuk bekerja penuh satu minggu. Biasanya, Joni akan mulai berangkat memburu penumpang setiap pukul 06.00 pagi dengan catatan sebelumnya ia telah pulang ke rumahnya pukul 12.00 malam.
&amp;ldquo;Sekaligus menjaga kondisi badan. Karena kalau sudah bekerja full seharian nonstop, akan muncul notifikasi Anda perlu istirahat. Jika sudah muncul notifikasi ini maka saya harus istirahat. Karena saya sudah terlalu banyak berjalan, kalau dipaksakan percuma, tidak akan diberi order meskipun keliling. Mungkin menurut pantauan mereka saya sudah terlalu banyak berjalan dan tidak ada habisnya. Aplikasi ini bagus untuk menjaga kesehatan mitra driver,&amp;rdquo; ucapnya.
Berkat semangat dan kerja kerasnya ini, Joni akhirnya menyabet Juara Cepat dalam Operasi Cepat Juara Kota. Tentunya hal ini tidak lepas dari kegigihan Joni untuk mendapatkan perjalanan terbanyak. Selain itu, menjadi mitra GrabBike juga sangat membantu keluarga Joni, terutama untuk uang sekolah anak-anak dan kebutuhan rumah tangga.


Foto: Dok.Grab Indonesia

&amp;ldquo;Berbeda dengan saat bekerja di pabrik, karena kadang masih kurang dan harus pinjam ke yang lainnya. Tetapi sejak bekerja sebagai mitra pengemudi, kami tidak pernah meminjam lagi. Uang sekolah anak-anak tidak pernah terlambat dan tertunda,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu, Grab juga telah menyediakan fasilitas BPJS untuk mitra dan keluarganya. Dengan adanya program Grab Mitra Sejahtera, yaitu program komprehensif yang diluncurkan untuk meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi beserta keluarganya melalui berbagai inisiatif termasuk pendidikan, layanan kesehatan, layanan finansial, fasilitas kesejahteraan sosial dan fasilitas pendukung untuk aktivitas pekerjaan para mitra.
&amp;ldquo;Ini sangat membantu sekali bagi kami,&amp;rdquo; katanya.
Kenyamanan bekerja sebagai mitra pengemudi juga tidak lepas dari dukungan komunitas sesama driver ojol. Joni mengaku, banyak manfaat yang didapatkannya dari komunitas ini.
&amp;ldquo;Kalau ada teman yang perlu bantuan bisa dibantu. Misalnya, jika ada teman yang kecelakaan dapat ditangani lebih cepat. Share info di grup, pasti teman-teman langsung akan bergerak ke posisi tersebut meskipun sebenarnya lokasi mereka jauh. Mereka langsung matikan aplikasi dan meluncur,&amp;rdquo; paparnya.
Ia mengisahkan bahwa dirinya pernah kecelakaan, tidak ada 5 menit teman-temannya langsung muncul. Padahal posisinya jauh dari lokasi Joni, namun mereka sigap berdatangan dan membantu.
Selain itu, ia juga bisa mengetahui informasi penting lainnya, seperti ada akun yang bermasalah langsung ditangani, dari pihak Grab juga akan ada yang mengecek dua minggu sekali. Kalau ada masalah pasti dibantu, tetapi jika kesalahan dari mitra, maka Grab tidak akan membantu.
Joni berharap ke depan Grab mampu terus mengembangkan layanannya. Joni pun mengapresiasi adanya tombol darurat bagi pelanggan.
&amp;ldquo;Ini menjamin keamanan penumpang. Tetapi untuk order lainnya, seperti makanan dan pengantaran juga mestinya ada tombol darurat. Karena biasanya permintaan GrabFood banyak di tengah malam. Sedangkan kondisi jalanan tengah malam kan ya harus diwaspadai apalagi di Surabaya. Kadang kami mengantarnya sampai ke dalam-dalam,&amp;rdquo; ujarnya.
Di sisi lain, Joni juga berharap sampai tua bekerja di Grab. Pasalnya, menurutnya pekerjaan ini sangat bisa diandalkan.
CM</description><content:encoded>Sejahtera finansial menjadi impian setiap orang. Apalagi bisa memiliki rekening dan menabung di bank merupakan suatu pencapaian untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Menjadi bagian dari ekosistem Grab dapat meningkatkan akses mitra kepada layanan jasa keuangan.
Cukup banyak mitra pengemudi GrabBike dan mitra pengemudi GrabCar membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab. Lebih penting lagi, kesempatan pemasukan yang ditawarkan Grab telah memungkinkan lebih banyak mitra untuk menabung secara rutin. Hal ini juga telah memberi mereka kesempatan untuk mengajukan pinjaman agar dapat mengembangkan bisnisnya atau berinvestasi pada motor atau mobil baru.
Seperti kisah seorang mitra GrabCar, Hamka Didit Ardiansyah yang berusaha mengejar materi sekaligus mengutamakan keberkahan agar bermanfaat untuk menafkahi keluarganya. Pria berusia 33 tahun ini telah merasakan getirnya hidupnya menjadi tulang punggung keluarga sejak ia ditinggal wafat oleh ayahnya pada 2005 silam. Saat ia masih di bangku Sekolah Dasar, ibunya telah lebih dulu berpulang ke hadapan Sang Pencipta.
Kondisi tersebut memaksanya untuk menjadi pengganti sosok ayah bagi keempat saudara perempuannya. Hamka pun tak punya pilihan, ia rela tak meneruskan pendidikannya dan hanya berakhir di jenjang SMA.
&quot;Saya tidak mau egois. Biarlah mereka yang melanjutkan sekolah. Saya sebagai anak laki-laki harus bertanggung jawab kepada adik dan kakak saya,&quot; ujar anak ketiga ini saat ditemui di salah satu warkop yang terletak di wilayah Sam Ratulangi Makassar.
Hamka pun mengawali karirnya sebagai seorang pekerja toko. Lalu, ia bergabung dengan salah satu perusahaan yang memiliki ragam lini bisnis, mulai koperasi, properti, bimbingan belajar (bimbel) hingga merambah pertambangan. Menjadi orang kepercayaan pimpinan toko, Hamka pernah ditempatkan di hampir semua lini bisnis itu.
&quot;Saat bekerja di properti, posisi terakhir saya sebagai pengawas. Di bimbel saya pernah menjabat sebagai Direktur. Hanya kalau gaji tidak pernah di atas Rp3 juta,&quot; katanya mengakui.
Namun perusahaan di mana tempat Hamka bekerja, perlahan menunjukkan kinerja yang kurang baik, sehingga berpengaruh ke gaji karyawan. Merasa kebutuhan keluarga tetap harus terpenuhi, namun penghasilan tidak mencukupi, Hamka pada akhirnya memilih angkat kaki.


Foto: Dok.Grab Indonesia

&quot;Dari situ saya ikut teman. Bisnis jual beli barang elektronik bekas saat itu,&quot; ujarnya. Bisnis barang elektronik yang dilakukan oleh Hamka bersifat musiman. Tentu saja tidak begitu bisa diharapkan untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Namun di saat bersamaan, tepatnya pada 2017 lalu, Grab tengah gencar menggaet mitra pengemudinya. Hamka pun tertarik untuk bergabung sebagai mitra pengemudi GrabCar.
&quot;Awal-awal saya bergabung dengan GrabCar, saya pakai mobil mertua, kurang lebih dua bulan lamanya. Setelah menjalaninya, saya pikir penghasilan saya sangat menjanjikan, makanya saya berani keluarkan mobil sendiri,&quot; ucap Hamka.
Setelah bergabung sebagai mitra pengemudi GrabCar, ayah dari dua orang anak ini mengaku mampu mencatat pemasukan hingga Rp10 juta per bulannya. Angka tersebut cukup fantastis untuk menutupi biaya angsuran mobil Hamka, di mana totalnya sebesar Rp3,8 juta per bulan untuk selama 4 tahun. Mobil mini MPV berkapasitas 1,197 CC miliknya, kini tersisa dua tahun masa angsuran.
&quot;Alasan saya bergabung di Grab karena waktu kerja dan sumber pendapatan yang fleksibel, artinya dapat uang kalau bekerja. Kalau tidak bekerja, ya tidak dapat,&amp;rdquo; tuturnya.
Banyak hal positif yang ditemui sejak Hamka menekuni pekerjaannya sebagai mitra pengemudi GrabCar. Salah satunya adalah Grab memiliki banyak mitra pengemudi dengan ragam karakter dan tentunya dirasa menyenangkan.
Paling utama, kata Hamka, berkahnya lebih berdampak dibandingkan beberapa pekerjaan sebelumnya. Termasuk jauh lebih mudah mengatur waktu untuk beribadah.
&quot;Prinsip saya, berapapun banyak rupiah yang didapat kalau tidak berkah, ya sama saja nol,&quot; ujarnya.
&amp;ldquo;Biasanya saya mulai narik setelah shalat subuh dan pulang sore atau malam hari. Kalau mau lebih maksimal lagi, jalannya malam. Biasanya bisa dapat lebih banyak lagi,&amp;rdquo; kata Hamka.
Rencana Hamka ke depan adalah melunasi pembayaran cicilan mobilnya, kemudian ia mengincar rumah dengan estimasi angsuran yang sama dengan mobilnya. Ia optimis akan terealisasi secepatnya, komitmen, dan konsistensi menjadi kuncinya.
&quot;Saya belajar dari cicilan mobil ini. Artinya kalau lancar, berarti saya bisa membeli rumah dengan angsuran yang sama,&quot; ujarnya.
Hamka adalah salah satu dari jutaan mitra pengemudi Grab yang berusaha keras untuk meraih impiannya. Saat ini, Grab menyediakan layanan dengan jangkauan terluas di Asia Tenggara di 397 kota yang tersebar di 8 negara dengan lebih dari 214 juta unduhan aplikasi, termasuk Indonesia.
Tak hanya Hamka yang merasakan keuntungan menjadi mitra Grab, Joni Sius Tse telah bergabung menjadi mitra Grab sejak 2018. Meski terlihat santai, namun dunia perojolan ini sungguh keras. Mereka yang gigihlah yang mampu bertahan, segala kondisi pun diterjang, mau panas dan hujan, pagi atau malam sudah biasa dalam keseharian mereka. Semua demi memenuhi kebutuhan hidup.
Awalnya, pria kelahiran Timor Tengah Selatan, 44 tahun lalu memutuskan menjadi mitra pengemudi untuk mencari pekerjaan sampingan. Hingga pada akhirnya, kini pekerjaan ini menjadi mata pencaharian utamanya.


Foto: Dok.Grab Indonesia

Sebelumnya, ayah tiga orang putra ini bekerja di sebuah pabrik sejak1997. Lalu, pabrik tempatnya bekerja akan pindah ke kota kecil, Lamongan. Besaran Upah Minimum Regional (UMR) yang jauh berbeda membuat Joni, panggilan akrabnya berpikir ulang untuk tetap bekerja di sana.
&amp;ldquo;Kalau pindah ke sana kan UMR-nya lebih sedikit. Hitungan saya dengan adanya tiga orang anak, saya pikir tidak akan cukup. Akhirnya saya coba daftar di Grab di akhir-akhir sebelum pabrik pindah,&amp;rdquo; tuturnya.
Keputusan Joni mendapat dukungan dari keluarga dan teman-temannya yang lebih dulu memutuskan untuk keluar dari pabrik dan lebih memilih menjadi mitra pengemudi. Saat Joni menanyakan perihal pekerjaan lain yang dapat dikerjakannya setelah pabrik pindah, teman-temannya justru menyarankan untuk turut bergabung menjadi mitra pengemudi Grab.
&amp;ldquo;Sebelumnya dia tanya saya, surat-surat saya lengkap atau tidak, kemudian dia yang bantu saya untuk daftar,&amp;rdquo; ujarnya.
Mulanya, Joni sama sekali tidak tahu cara kerja menjadi mitra pengemudi Grab. Yang ia tahu hanya bertugas mengantar penumpangnya. Pernah suatu ketika, ia telah selesai mengantar penumpangnya ke lokasi tujuan. Namun, ia tidak menyelesaikan order di aplikasinya. Alhasil, Joni harus kembali lagi ke tempat ia menurunkan penumpangnya tadi.
&amp;ldquo;Saya bilang ke kawan-kawan, kemudian diberitahu caranya, jika sudah terima, antar, baru selesaikan. Karena kalau tidak diselesaikan sesuai titik dikira tidak menyelesaikan pekerjaan. Karena saya masih belajar, akhirnya kawan-kawan terus membantu memantau saya selama satu bulan,&amp;rdquo; kenangnya.
Hingga pabrik resmi pindah ke Lamongan, Joni memutuskan untuk bekerja full time menjadi mitra pengemudi Grab. Menurutnya, hasilnya tidak hanya lumayan tetapi sangat cukup untuk menafkahi keluarganya.
&amp;ldquo;Sampai-sampai teman saya bilang senang dan bangga sekali bisa mendaftarkan saya menjadi mitra pengemudi,&amp;rdquo; katanya. Dalam satu hari, Joni bisa mendapatkan uang ratusan ribu rupiah  Bahkan, Joni mampu menempuh sampai 28 trip tergantung jarak jauh dan dekatnya trip.
Joni pun memutuskan untuk bekerja penuh satu minggu. Biasanya, Joni akan mulai berangkat memburu penumpang setiap pukul 06.00 pagi dengan catatan sebelumnya ia telah pulang ke rumahnya pukul 12.00 malam.
&amp;ldquo;Sekaligus menjaga kondisi badan. Karena kalau sudah bekerja full seharian nonstop, akan muncul notifikasi Anda perlu istirahat. Jika sudah muncul notifikasi ini maka saya harus istirahat. Karena saya sudah terlalu banyak berjalan, kalau dipaksakan percuma, tidak akan diberi order meskipun keliling. Mungkin menurut pantauan mereka saya sudah terlalu banyak berjalan dan tidak ada habisnya. Aplikasi ini bagus untuk menjaga kesehatan mitra driver,&amp;rdquo; ucapnya.
Berkat semangat dan kerja kerasnya ini, Joni akhirnya menyabet Juara Cepat dalam Operasi Cepat Juara Kota. Tentunya hal ini tidak lepas dari kegigihan Joni untuk mendapatkan perjalanan terbanyak. Selain itu, menjadi mitra GrabBike juga sangat membantu keluarga Joni, terutama untuk uang sekolah anak-anak dan kebutuhan rumah tangga.


Foto: Dok.Grab Indonesia

&amp;ldquo;Berbeda dengan saat bekerja di pabrik, karena kadang masih kurang dan harus pinjam ke yang lainnya. Tetapi sejak bekerja sebagai mitra pengemudi, kami tidak pernah meminjam lagi. Uang sekolah anak-anak tidak pernah terlambat dan tertunda,&amp;rdquo; ungkapnya.
Selain itu, Grab juga telah menyediakan fasilitas BPJS untuk mitra dan keluarganya. Dengan adanya program Grab Mitra Sejahtera, yaitu program komprehensif yang diluncurkan untuk meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi beserta keluarganya melalui berbagai inisiatif termasuk pendidikan, layanan kesehatan, layanan finansial, fasilitas kesejahteraan sosial dan fasilitas pendukung untuk aktivitas pekerjaan para mitra.
&amp;ldquo;Ini sangat membantu sekali bagi kami,&amp;rdquo; katanya.
Kenyamanan bekerja sebagai mitra pengemudi juga tidak lepas dari dukungan komunitas sesama driver ojol. Joni mengaku, banyak manfaat yang didapatkannya dari komunitas ini.
&amp;ldquo;Kalau ada teman yang perlu bantuan bisa dibantu. Misalnya, jika ada teman yang kecelakaan dapat ditangani lebih cepat. Share info di grup, pasti teman-teman langsung akan bergerak ke posisi tersebut meskipun sebenarnya lokasi mereka jauh. Mereka langsung matikan aplikasi dan meluncur,&amp;rdquo; paparnya.
Ia mengisahkan bahwa dirinya pernah kecelakaan, tidak ada 5 menit teman-temannya langsung muncul. Padahal posisinya jauh dari lokasi Joni, namun mereka sigap berdatangan dan membantu.
Selain itu, ia juga bisa mengetahui informasi penting lainnya, seperti ada akun yang bermasalah langsung ditangani, dari pihak Grab juga akan ada yang mengecek dua minggu sekali. Kalau ada masalah pasti dibantu, tetapi jika kesalahan dari mitra, maka Grab tidak akan membantu.
Joni berharap ke depan Grab mampu terus mengembangkan layanannya. Joni pun mengapresiasi adanya tombol darurat bagi pelanggan.
&amp;ldquo;Ini menjamin keamanan penumpang. Tetapi untuk order lainnya, seperti makanan dan pengantaran juga mestinya ada tombol darurat. Karena biasanya permintaan GrabFood banyak di tengah malam. Sedangkan kondisi jalanan tengah malam kan ya harus diwaspadai apalagi di Surabaya. Kadang kami mengantarnya sampai ke dalam-dalam,&amp;rdquo; ujarnya.
Di sisi lain, Joni juga berharap sampai tua bekerja di Grab. Pasalnya, menurutnya pekerjaan ini sangat bisa diandalkan.
CM</content:encoded></item></channel></rss>
