<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sosialita, Jurus Andalan Bupati Tanah Laut Selamatkan UMKM dari Pandemi Covid-19</title><description>Bupati Tanah Laut Sukamta akhir tahun lalu meluncurkan aplikasi e-commerce lokal bernama Sosialita.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/10/337/2375636/sosialita-jurus-andalan-bupati-tanah-laut-selamatkan-umkm-dari-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/10/337/2375636/sosialita-jurus-andalan-bupati-tanah-laut-selamatkan-umkm-dari-pandemi-covid-19"/><item><title>Sosialita, Jurus Andalan Bupati Tanah Laut Selamatkan UMKM dari Pandemi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/10/337/2375636/sosialita-jurus-andalan-bupati-tanah-laut-selamatkan-umkm-dari-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/10/337/2375636/sosialita-jurus-andalan-bupati-tanah-laut-selamatkan-umkm-dari-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Rabu 10 Maret 2021 16:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/10/337/2375636/sosialita-jurus-andalan-bupati-tanah-laut-selamatkan-umkm-dari-pandemi-covid-19-m5cpozLNw5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Tanah Laut, Sukamta (Foto: Dita Angga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/10/337/2375636/sosialita-jurus-andalan-bupati-tanah-laut-selamatkan-umkm-dari-pandemi-covid-19-m5cpozLNw5.JPG</image><title>Bupati Tanah Laut, Sukamta (Foto: Dita Angga)</title></images><description>JAKARTA - Bupati Tanah Laut Sukamta akhir tahun lalu meluncurkan aplikasi e-commerce lokal bernama Sosialita. Sukamta menyebut bahwa Sosialita berisi UMKM dan penyedia jasa di Tanah Laut.

&amp;ldquo;Jadi ide itu berawal saya ingin belanja pemerintah itu diserap oleh rakyat Tanah Laut. Baik penyedia jasa maupun UMKM.Makanya saya buat e-Katalog tapi prosesnya ribet kelamaan. Saya tidak ingin belanja begitu besar lari keluar. Lalu munculah kita membuat marketplace Sosialita yang merupakan sebuah pasar besar berisi UMKM dan penyedia jasa,&amp;rdquo; katanya dalam Indonesia Visionary Leader (IVL) season VII di Inews Center, Rabu (10/3/2021).

Dia mengatakan melalui Sosialita inilah pemerintah Kabupaten Tanah Laut bertransaksi dengan para penyedia jasa dan UMKM. Dia mengungkapkan bahwa belanja di aplikasi Sosialita untuk tahap awal senilai Rp.50 juta ke bawah.

&amp;ldquo;Belanja pemerintah di bawah Rp.50 juta boleh menggunakan sistem order. Tidak perlu penunjukan langsung ataupun pelelangan,&amp;rdquo; ungkapnya.

Sejak diluncurkan Desember lalu, setidaknya sudah terdapat transaksi sebesar Rp.200 juta. Sementara potensi transaksi di tahun 2021 diperkirakan mencapai Rp. 1 miliar.

Baca Juga: Wagub DKI: Penyaluran BST Tahap 2 di Pandemi Covid-19 Berjalan Baik

&amp;ldquo;Tahun 2021 belanja di bawah Rp.50 juta semua masuk sosialita. APBD 2021 belanja di bawah Rp.50 juta ada 20an. Misalnya anggaran untuk ATK di SKPD ada 30 juta, 40 juta. Belanja makan minum,&amp;rdquo; tuturnya.

Bahkan ke depan, Sukamta ingin aplikasi Sosialita juga digunakan pemerintah desa untuk berbelanja. Apalagi anggaran untuk desa pada tahun depan cukup besar yakni Rp.243 miliar.

&amp;ldquo;Jika sepertiganya anggaran desa masuk Sosialita, maka nilainya sudah Rp.80 miliar,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia menyebut bahwa adanya marketplace ini bisa membantu UMKM naik  kelas. Pasalnya UMKM dapat belajar bagaimana menangkap belanja  pemerintah.

&amp;ldquo;Yang ini lama-lama bukan UMKM tapi bsia jadi besar. Kalau ini  ditangkap UMKM pasti pendapatan UMKM kita cukup besar. Tentu juga butuh  tenaga kerja yang cukup banyak. Ini efek ekonominya besar,&amp;rdquo; paparnya.

Tidak hanya itu, Sukamta mengatakan aplikasi ini bisa membantu UMKM  untuk menyelamatkan UMKM Tanah Laut dari dampak pandemi. Pasalnya sudah  ada kejelasan siapa yang akan menjadi pembeli UMKM tersebut.

&amp;ldquo;Ini menyelamatkan UMKM di saat covid-19,&amp;rdquo; ujarnya.

Pada sesi tanya jawab, salah satu juri yakni Gun Gun Heryanto  mempertanyakan bagaimana Sukamta mengatasi potensi terjadinya  kongkalikong. Sukamta pun menjelaskan bahwa harga sudah ditetapkan di  dalam aplikasi tersebut.

&amp;ldquo;Kan bisa melihat harga patokan, apakah wajar atau tidak. Apa yang  diragukan tadi terjadi kongkalikong justru tidak, sangat transparan.  UMKM mengeluarkan harga seperti e-katalog,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bupati Tanah Laut Sukamta akhir tahun lalu meluncurkan aplikasi e-commerce lokal bernama Sosialita. Sukamta menyebut bahwa Sosialita berisi UMKM dan penyedia jasa di Tanah Laut.

&amp;ldquo;Jadi ide itu berawal saya ingin belanja pemerintah itu diserap oleh rakyat Tanah Laut. Baik penyedia jasa maupun UMKM.Makanya saya buat e-Katalog tapi prosesnya ribet kelamaan. Saya tidak ingin belanja begitu besar lari keluar. Lalu munculah kita membuat marketplace Sosialita yang merupakan sebuah pasar besar berisi UMKM dan penyedia jasa,&amp;rdquo; katanya dalam Indonesia Visionary Leader (IVL) season VII di Inews Center, Rabu (10/3/2021).

Dia mengatakan melalui Sosialita inilah pemerintah Kabupaten Tanah Laut bertransaksi dengan para penyedia jasa dan UMKM. Dia mengungkapkan bahwa belanja di aplikasi Sosialita untuk tahap awal senilai Rp.50 juta ke bawah.

&amp;ldquo;Belanja pemerintah di bawah Rp.50 juta boleh menggunakan sistem order. Tidak perlu penunjukan langsung ataupun pelelangan,&amp;rdquo; ungkapnya.

Sejak diluncurkan Desember lalu, setidaknya sudah terdapat transaksi sebesar Rp.200 juta. Sementara potensi transaksi di tahun 2021 diperkirakan mencapai Rp. 1 miliar.

Baca Juga: Wagub DKI: Penyaluran BST Tahap 2 di Pandemi Covid-19 Berjalan Baik

&amp;ldquo;Tahun 2021 belanja di bawah Rp.50 juta semua masuk sosialita. APBD 2021 belanja di bawah Rp.50 juta ada 20an. Misalnya anggaran untuk ATK di SKPD ada 30 juta, 40 juta. Belanja makan minum,&amp;rdquo; tuturnya.

Bahkan ke depan, Sukamta ingin aplikasi Sosialita juga digunakan pemerintah desa untuk berbelanja. Apalagi anggaran untuk desa pada tahun depan cukup besar yakni Rp.243 miliar.

&amp;ldquo;Jika sepertiganya anggaran desa masuk Sosialita, maka nilainya sudah Rp.80 miliar,&amp;rdquo; ujarnya.

Dia menyebut bahwa adanya marketplace ini bisa membantu UMKM naik  kelas. Pasalnya UMKM dapat belajar bagaimana menangkap belanja  pemerintah.

&amp;ldquo;Yang ini lama-lama bukan UMKM tapi bsia jadi besar. Kalau ini  ditangkap UMKM pasti pendapatan UMKM kita cukup besar. Tentu juga butuh  tenaga kerja yang cukup banyak. Ini efek ekonominya besar,&amp;rdquo; paparnya.

Tidak hanya itu, Sukamta mengatakan aplikasi ini bisa membantu UMKM  untuk menyelamatkan UMKM Tanah Laut dari dampak pandemi. Pasalnya sudah  ada kejelasan siapa yang akan menjadi pembeli UMKM tersebut.

&amp;ldquo;Ini menyelamatkan UMKM di saat covid-19,&amp;rdquo; ujarnya.

Pada sesi tanya jawab, salah satu juri yakni Gun Gun Heryanto  mempertanyakan bagaimana Sukamta mengatasi potensi terjadinya  kongkalikong. Sukamta pun menjelaskan bahwa harga sudah ditetapkan di  dalam aplikasi tersebut.

&amp;ldquo;Kan bisa melihat harga patokan, apakah wajar atau tidak. Apa yang  diragukan tadi terjadi kongkalikong justru tidak, sangat transparan.  UMKM mengeluarkan harga seperti e-katalog,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
