<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sikapi Perubahan Iklim, Pemerintah Ajak Belanda Kerjasama</title><description>Pemerintah Indonesia menawarkan kerja sama kepada Belanda perihal adaptasi perubahan iklim</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/11/337/2376302/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-ajak-belanda-kerjasama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/11/337/2376302/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-ajak-belanda-kerjasama"/><item><title>Sikapi Perubahan Iklim, Pemerintah Ajak Belanda Kerjasama</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/11/337/2376302/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-ajak-belanda-kerjasama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/11/337/2376302/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-ajak-belanda-kerjasama</guid><pubDate>Kamis 11 Maret 2021 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/11/337/2376302/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-ajak-belanda-kerjasama-vikqIb4Nhi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/11/337/2376302/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-ajak-belanda-kerjasama-vikqIb4Nhi.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dam Kehutanan (KLHK) menawarkan kerja sama kepada Belanda perihal adaptasi perubahan iklim yang disampaikan dalam acara Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER).

Menteri LHK Siti Nurbaya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa Indonesia telah banyak bergerak dan dapat dijadikan contoh baik oleh Belanda maupun warga dunia lain dalam upayanya mengatasi perubahan iklim.

&quot;Indonesia memiliki contoh-contoh konkret dalam upaya mencapai ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan mata pencaharian, serta ketahanan ekosistem dan lanskap,&quot; katanya.

Ia menjelaskan pada ketahanan ekonomi, Indonesia menitikberatkan pada praktik pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, serta konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

Ia mencontohkan pengembangan kawasan pangan berkelanjutan (food estate) sebagai salah satu upaya mengantisipasi risiko krisis pangan.

Baca Juga: Indonesia Ternyata Hasilkan 67,8 Juta Ton Sampah Setiap Tahun

&quot;Menerapkan ekonomi sirkuler (circular economy) dengan memanfaatkan limbah untuk bahan baku industri dan baru-baru ini mulai mengurangi penggunaan batu bara sebagai tenaga listrik,&quot; katanya.

Di bidang ketahanan sosial, Indonesia secara sistemik tengah meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam melalui sistem peringatan dini, peningkatan partisipasi masyarakat, dan penegakan hukum.

Sementara dalam hal ketahanan ekosistem dan lanskap, Indonesia fokus  pada upaya pembenahan pengelolaan daerah aliran sungau (DAS) dan  ekosistem laut yang terintegrasi, akselerasi perhutanan sosial, dan  mengembangkan kota dan desa yang ramah iklim.

Pada tahun 2020, Indonesia telah menanam 15 ribu hektare mangrove dan akan ditingkatkan menjadi 600 ribu hektare.

Maka dari itu, Menteri LHK mengajak semua pihak, termasuk Belanda dan  para alumni Belanda asal Indonesia untuk bekerja sama meneguhkan  komitmen dalam melakukan aksi kolektif dalam meningkatkan kesadaran  masyarakat dan berinovasi untuk upaya adaptasi perubahan iklim Indonesia  dan dunia menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)

Program WINNER yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Belanda di  Jakarta ini merefleksikan sejarah panjang kolaborasi dalam kerja sama  penelitian dan pendidikan.

Program ini diinisiasi bersama-sama oleh Kedutaan Besar Belanda di  Jakarta, Nuffic Neso, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Akademi  Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Dewan Riset Belanda (NWO), dan Akademi  Seni dan Sains Kerajaan Belanda (KNAW).

</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dam Kehutanan (KLHK) menawarkan kerja sama kepada Belanda perihal adaptasi perubahan iklim yang disampaikan dalam acara Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER).

Menteri LHK Siti Nurbaya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa Indonesia telah banyak bergerak dan dapat dijadikan contoh baik oleh Belanda maupun warga dunia lain dalam upayanya mengatasi perubahan iklim.

&quot;Indonesia memiliki contoh-contoh konkret dalam upaya mencapai ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan mata pencaharian, serta ketahanan ekosistem dan lanskap,&quot; katanya.

Ia menjelaskan pada ketahanan ekonomi, Indonesia menitikberatkan pada praktik pertanian berkelanjutan, energi terbarukan, serta konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

Ia mencontohkan pengembangan kawasan pangan berkelanjutan (food estate) sebagai salah satu upaya mengantisipasi risiko krisis pangan.

Baca Juga: Indonesia Ternyata Hasilkan 67,8 Juta Ton Sampah Setiap Tahun

&quot;Menerapkan ekonomi sirkuler (circular economy) dengan memanfaatkan limbah untuk bahan baku industri dan baru-baru ini mulai mengurangi penggunaan batu bara sebagai tenaga listrik,&quot; katanya.

Di bidang ketahanan sosial, Indonesia secara sistemik tengah meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam melalui sistem peringatan dini, peningkatan partisipasi masyarakat, dan penegakan hukum.

Sementara dalam hal ketahanan ekosistem dan lanskap, Indonesia fokus  pada upaya pembenahan pengelolaan daerah aliran sungau (DAS) dan  ekosistem laut yang terintegrasi, akselerasi perhutanan sosial, dan  mengembangkan kota dan desa yang ramah iklim.

Pada tahun 2020, Indonesia telah menanam 15 ribu hektare mangrove dan akan ditingkatkan menjadi 600 ribu hektare.

Maka dari itu, Menteri LHK mengajak semua pihak, termasuk Belanda dan  para alumni Belanda asal Indonesia untuk bekerja sama meneguhkan  komitmen dalam melakukan aksi kolektif dalam meningkatkan kesadaran  masyarakat dan berinovasi untuk upaya adaptasi perubahan iklim Indonesia  dan dunia menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)

Program WINNER yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Belanda di  Jakarta ini merefleksikan sejarah panjang kolaborasi dalam kerja sama  penelitian dan pendidikan.

Program ini diinisiasi bersama-sama oleh Kedutaan Besar Belanda di  Jakarta, Nuffic Neso, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Akademi  Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Dewan Riset Belanda (NWO), dan Akademi  Seni dan Sains Kerajaan Belanda (KNAW).

</content:encoded></item></channel></rss>
