<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Little Nederland Semarang dari Ruang Bawah Tanah sampai Kota Benteng</title><description>Kota Semarang memiliki satu baguan yang biasa disebut Kota Lama atau Little Nederland.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/12/337/2376350/little-nederland-semarang-dari-ruang-bawah-tanah-sampai-kota-benteng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/12/337/2376350/little-nederland-semarang-dari-ruang-bawah-tanah-sampai-kota-benteng"/><item><title>Little Nederland Semarang dari Ruang Bawah Tanah sampai Kota Benteng</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/12/337/2376350/little-nederland-semarang-dari-ruang-bawah-tanah-sampai-kota-benteng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/12/337/2376350/little-nederland-semarang-dari-ruang-bawah-tanah-sampai-kota-benteng</guid><pubDate>Jum'at 12 Maret 2021 02:26 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/12/337/2376350/little-nederland-semarang-dari-ruang-bawah-tanah-sampai-kota-benteng-KsJhoyZfm0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/12/337/2376350/little-nederland-semarang-dari-ruang-bawah-tanah-sampai-kota-benteng-KsJhoyZfm0.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kota Semarang memiliki satu baguan yang biasa disebut Kota Lama atau Little Nederland. Pada dasarnya area Kota Lama Semarang atau yang sering disebut Outstadt atau Little Netherland mencakup setiap daerah yang  gedung-gedungnya  dibangun sejak zaman Belanda

Namun seiring berjalannya waktu istilah kota lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo.

&quot;Karakter bangunan di kota lama mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah,&quot;jelas Buntoro, Penggiat sejarah yang juga budayawan Semarang.

Kawasan Kota Lama masih menyisakan sejuta pesona keindahan arsitektur Eropa . Keberadaan Kawasan Kota Lama itu sangat terkait dengan kekuasaan pemerintah Belanda di Semarang. Kekuasaan itu berawal dari bangkrutnya kongsi dagang Hindia Timur Verenigde Ooost-indische Compagnie (VOC) pada 1799.

&amp;ldquo;Di bawah pemerintahan Kolonial Belanda, Semarang dijadikan sebagai &quot;Batavia Ke dua&quot;. Waktu itu telah berkembang pelabuhan dagang, juga pemukiman dalam Kota Benteng De Vijfhoek dan Kota Benteng De Europesch Burt, yang sekarang dikenal sebagai Kawasan Kota Lama,&amp;rdquo;paparnya.

Kini, situasi dan nama jalan tinggal kenangan, sebab sejak kemerdekaan nama jalan sudah diindonesiakan.

Amen Budiman dalam bukunya menulis, Noorderwalstraat diganti Jln. Merak, Westerwalstraat diubah namanya menjadi Jl. Mpu Tantular, Zyderwalstraat bertukar nama dengan Jl. Kepodanga, dan Oosterwalstraat lenyap diganti Jl. Cendrawasih.

Jika nama jalan berubah total, tidak demikian dengan nama tempat. namun, banyak yang keseleo lidah ketika mengucapkannya.

Pendrikan, misalnya, berasal dari kata van Hendrik-lan. Dulu di  kawasan ini tinggal seorang tuan tanah berpengaruh bernama van Hendrik,  tapi ada yang berpendapat tempat ini diambil dari nama Prince Hendrik  lan, nama suami Ratu Wilhelmina.

&quot;Seteran dari kata schietterrein (lapangan tembak). Di sini dulu  terdapat lapangan tembak militer. Cenilan aslinya Genie-lan, karena di  tempat ini dulu ada asrama pasukan Genie (Zeni). Masih ada Sentiling  yang berasal dari kata Koloniale Tentoonstelling (Pekan Raya Kolonial),  Bojong dari kata boot-jonggen, dan Pasar Ya ik, menner (panggilan untuk  tuan Belanda waktu itu),&quot;ungkapnya.

Dikatakannya bahwa Bojong, sekarang ini dikenal dengan nama Jl.  Pemuda,  sekarang sudah jauh berbeda dibandingkan dengan wajahnya tempo  dulu. Dahulu kala di sepanjang jalan ini bertebaran pohon asam dan  kenari yang akan memayungi langkah saat berjalan di siang hari.

Pohon asam ini sempat menimbulkan decak kagum P.A. van der Lith dan  John F. Senellemen, penulis Belanda. Sedangkan S. Kalff memuji barisan  pohon kenari dengan sebutan amandelboomen van het Oosten (pohon amandel  dari Negeri Timur).

&quot;Bahkan Otto Knaap dalam tulisannya &quot;Semarang in Vogelvucht  &quot;menyimpulkan, dibandingkan dengan indahnya Jl. Salemba di Jakarta dan  Jl. Simpang di Surabaya, Jl. Bojong merupakan mahkota keindahan dari  semuanya itu,&quot;,terangnya.

Sekarang, sisa keindahan Bojong hanya bisa dinikmati melalui  peninggalan bangunan kolonial yang tersebar di sepanjang jalan itu. Di  ujung utara ada Jembatan Berok yang cukup tua, dan dalam perkembangannya  mengalami beberapa kali perubahan wajah.

Jembatan ini dibangun pada masa VOC dengan nama Government Brug  karena jembatan ini menuju De Groote Huis, kantor Gubernur VOC. Dari  kata brug jembatan itu terletuplah nama jembatan Berok.</description><content:encoded>JAKARTA - Kota Semarang memiliki satu baguan yang biasa disebut Kota Lama atau Little Nederland. Pada dasarnya area Kota Lama Semarang atau yang sering disebut Outstadt atau Little Netherland mencakup setiap daerah yang  gedung-gedungnya  dibangun sejak zaman Belanda

Namun seiring berjalannya waktu istilah kota lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo.

&quot;Karakter bangunan di kota lama mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah,&quot;jelas Buntoro, Penggiat sejarah yang juga budayawan Semarang.

Kawasan Kota Lama masih menyisakan sejuta pesona keindahan arsitektur Eropa . Keberadaan Kawasan Kota Lama itu sangat terkait dengan kekuasaan pemerintah Belanda di Semarang. Kekuasaan itu berawal dari bangkrutnya kongsi dagang Hindia Timur Verenigde Ooost-indische Compagnie (VOC) pada 1799.

&amp;ldquo;Di bawah pemerintahan Kolonial Belanda, Semarang dijadikan sebagai &quot;Batavia Ke dua&quot;. Waktu itu telah berkembang pelabuhan dagang, juga pemukiman dalam Kota Benteng De Vijfhoek dan Kota Benteng De Europesch Burt, yang sekarang dikenal sebagai Kawasan Kota Lama,&amp;rdquo;paparnya.

Kini, situasi dan nama jalan tinggal kenangan, sebab sejak kemerdekaan nama jalan sudah diindonesiakan.

Amen Budiman dalam bukunya menulis, Noorderwalstraat diganti Jln. Merak, Westerwalstraat diubah namanya menjadi Jl. Mpu Tantular, Zyderwalstraat bertukar nama dengan Jl. Kepodanga, dan Oosterwalstraat lenyap diganti Jl. Cendrawasih.

Jika nama jalan berubah total, tidak demikian dengan nama tempat. namun, banyak yang keseleo lidah ketika mengucapkannya.

Pendrikan, misalnya, berasal dari kata van Hendrik-lan. Dulu di  kawasan ini tinggal seorang tuan tanah berpengaruh bernama van Hendrik,  tapi ada yang berpendapat tempat ini diambil dari nama Prince Hendrik  lan, nama suami Ratu Wilhelmina.

&quot;Seteran dari kata schietterrein (lapangan tembak). Di sini dulu  terdapat lapangan tembak militer. Cenilan aslinya Genie-lan, karena di  tempat ini dulu ada asrama pasukan Genie (Zeni). Masih ada Sentiling  yang berasal dari kata Koloniale Tentoonstelling (Pekan Raya Kolonial),  Bojong dari kata boot-jonggen, dan Pasar Ya ik, menner (panggilan untuk  tuan Belanda waktu itu),&quot;ungkapnya.

Dikatakannya bahwa Bojong, sekarang ini dikenal dengan nama Jl.  Pemuda,  sekarang sudah jauh berbeda dibandingkan dengan wajahnya tempo  dulu. Dahulu kala di sepanjang jalan ini bertebaran pohon asam dan  kenari yang akan memayungi langkah saat berjalan di siang hari.

Pohon asam ini sempat menimbulkan decak kagum P.A. van der Lith dan  John F. Senellemen, penulis Belanda. Sedangkan S. Kalff memuji barisan  pohon kenari dengan sebutan amandelboomen van het Oosten (pohon amandel  dari Negeri Timur).

&quot;Bahkan Otto Knaap dalam tulisannya &quot;Semarang in Vogelvucht  &quot;menyimpulkan, dibandingkan dengan indahnya Jl. Salemba di Jakarta dan  Jl. Simpang di Surabaya, Jl. Bojong merupakan mahkota keindahan dari  semuanya itu,&quot;,terangnya.

Sekarang, sisa keindahan Bojong hanya bisa dinikmati melalui  peninggalan bangunan kolonial yang tersebar di sepanjang jalan itu. Di  ujung utara ada Jembatan Berok yang cukup tua, dan dalam perkembangannya  mengalami beberapa kali perubahan wajah.

Jembatan ini dibangun pada masa VOC dengan nama Government Brug  karena jembatan ini menuju De Groote Huis, kantor Gubernur VOC. Dari  kata brug jembatan itu terletuplah nama jembatan Berok.</content:encoded></item></channel></rss>
