<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Parkir Liar di Taman Pilar Jati Jakarta Timur Disinyalir Jadi Ajang Bisnis, Tarif Sewa Rp200 Ribu per Bulan   </title><description>Penertiban parkir liar di Taman Pilar Jati, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (12/3/2021) diwarnai adu mulut petugas Sudin Perhubungan</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/12/338/2376816/parkir-liar-di-taman-pilar-jati-jakarta-timur-disinyalir-jadi-ajang-bisnis-tarif-sewa-rp200-ribu-per-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/12/338/2376816/parkir-liar-di-taman-pilar-jati-jakarta-timur-disinyalir-jadi-ajang-bisnis-tarif-sewa-rp200-ribu-per-bulan"/><item><title>Parkir Liar di Taman Pilar Jati Jakarta Timur Disinyalir Jadi Ajang Bisnis, Tarif Sewa Rp200 Ribu per Bulan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/12/338/2376816/parkir-liar-di-taman-pilar-jati-jakarta-timur-disinyalir-jadi-ajang-bisnis-tarif-sewa-rp200-ribu-per-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/12/338/2376816/parkir-liar-di-taman-pilar-jati-jakarta-timur-disinyalir-jadi-ajang-bisnis-tarif-sewa-rp200-ribu-per-bulan</guid><pubDate>Jum'at 12 Maret 2021 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Okto Rizki Alpino</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/12/338/2376816/parkir-liar-di-taman-pilar-jati-jakarta-timur-disinyalir-jadi-ajang-bisnis-tarif-sewa-rp200-ribu-per-bulan-WFqQzwzExg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penertiban parkir liar di Taman Pilar Jati Jakarta Timur.(Foto:SINDOnews/Okto Rizki)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/12/338/2376816/parkir-liar-di-taman-pilar-jati-jakarta-timur-disinyalir-jadi-ajang-bisnis-tarif-sewa-rp200-ribu-per-bulan-WFqQzwzExg.jpg</image><title>Penertiban parkir liar di Taman Pilar Jati Jakarta Timur.(Foto:SINDOnews/Okto Rizki)</title></images><description>JAKARTA - Penertiban parkir liar di Taman Pilar Jati, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (12/3/2021) diwarnai adu mulut antara petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur dengan sekelompok pemuda.
Ketika petugas mendatangi lokasi, pemuda itu dengan arogan meminta agar tidak dilakukan penderekan. Mereka beralasan mengaku sebagai pemilik mobil dan hendak memindahkan kendaraannya.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, pemuda yang terlibat adu mulut dengan petugas bukanlah pemilik kendaraan yang terparkir di bawah kolong Tol Becakyu. Melainkan, kata dia, pemuda tersebut merupakan penjaga parkiran.
&quot;Mereka yang jaga (anggota Ormas) yang jaga parkiran. Memang di sini dijadiin bisnis parkir, sebulan bayar Rp 200 ribu,&quot; kata salah satu warga di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (12/3/2021).
Dari keterangan dia, bisnis lahan parkir di bawah kolong Tol Becakayu sudah lama terjadi. Buktinya, dengan maraknya kendaraan yang diparkir membuat sekolompok orang memanfaatkannya untuk mencari pundi-pundi uang.
&quot;Iya tempat ini ada yang jaga. Tapi kalau jam segini belum pada keluar. Bisanya malam baru pada keluar nongkrong di sini,&quot; ujarnya.
Pernyataan itu pun coba dikonfirmasi kepada Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Riki Erwinda. Namun Riki tidak mengetahui pasti adanya bisnis tersebut.
Dia hanya mengungkapkan bahwa titik lokasi penindakan di Taman Pilar Jati di bawah kolong Tol Becakayu memang kerap menjadi sasaran penderekan. Sudah berulang kali penindakan dilakuka namun tetap saja masih ada kendaraan yang terparkir.
&quot;Kita tindak sesuai dari aduan masyarakat, karena makin banyak mobil yang diparkir. Sudah sering dititik lokasi yang sama. Untuk itu, kita libatkan personel TNI/Polri,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penertiban parkir liar di Taman Pilar Jati, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (12/3/2021) diwarnai adu mulut antara petugas Sudin Perhubungan Jakarta Timur dengan sekelompok pemuda.
Ketika petugas mendatangi lokasi, pemuda itu dengan arogan meminta agar tidak dilakukan penderekan. Mereka beralasan mengaku sebagai pemilik mobil dan hendak memindahkan kendaraannya.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, pemuda yang terlibat adu mulut dengan petugas bukanlah pemilik kendaraan yang terparkir di bawah kolong Tol Becakyu. Melainkan, kata dia, pemuda tersebut merupakan penjaga parkiran.
&quot;Mereka yang jaga (anggota Ormas) yang jaga parkiran. Memang di sini dijadiin bisnis parkir, sebulan bayar Rp 200 ribu,&quot; kata salah satu warga di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (12/3/2021).
Dari keterangan dia, bisnis lahan parkir di bawah kolong Tol Becakayu sudah lama terjadi. Buktinya, dengan maraknya kendaraan yang diparkir membuat sekolompok orang memanfaatkannya untuk mencari pundi-pundi uang.
&quot;Iya tempat ini ada yang jaga. Tapi kalau jam segini belum pada keluar. Bisanya malam baru pada keluar nongkrong di sini,&quot; ujarnya.
Pernyataan itu pun coba dikonfirmasi kepada Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Riki Erwinda. Namun Riki tidak mengetahui pasti adanya bisnis tersebut.
Dia hanya mengungkapkan bahwa titik lokasi penindakan di Taman Pilar Jati di bawah kolong Tol Becakayu memang kerap menjadi sasaran penderekan. Sudah berulang kali penindakan dilakuka namun tetap saja masih ada kendaraan yang terparkir.
&quot;Kita tindak sesuai dari aduan masyarakat, karena makin banyak mobil yang diparkir. Sudah sering dititik lokasi yang sama. Untuk itu, kita libatkan personel TNI/Polri,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
