<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia-Uni Eropa-WHO Perkuat Kerjasama Penanganan Pandemi Covid-19</title><description>Uni Eropa juga mendukung kerjasama multilateral dengan berbagai pihak seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), WHO, dan UNICEF</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/13/18/2377018/indonesia-uni-eropa-who-perkuat-kerjasama-penanganan-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/13/18/2377018/indonesia-uni-eropa-who-perkuat-kerjasama-penanganan-pandemi-covid-19"/><item><title>Indonesia-Uni Eropa-WHO Perkuat Kerjasama Penanganan Pandemi Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/13/18/2377018/indonesia-uni-eropa-who-perkuat-kerjasama-penanganan-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/13/18/2377018/indonesia-uni-eropa-who-perkuat-kerjasama-penanganan-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 13 Maret 2021 06:27 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/13/18/2377018/indonesia-uni-eropa-who-perkuat-kerjasama-penanganan-pandemi-covid-19-vJkvK3DoZR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/13/18/2377018/indonesia-uni-eropa-who-perkuat-kerjasama-penanganan-pandemi-covid-19-vJkvK3DoZR.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan senilai 2 juta euro untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Menurutnya, bantuan tersebut mendukung motto Presiden Joko Widodo yang berbunyi &amp;ldquo;Tidak akan ada seorang pun yang selamat, sampai semua orang bisa selamat&amp;rdquo;. Piket mengatakan, semua pihak harus saling bahu membahu agar bisa segera keluar dari kesehatan ini.
&amp;ldquo;Hari ini kita meluncurkan program yang sangat bagus, program yang sangat penting yang diatur oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Uni Eropa memberikan bantuan kepada WHO sebesar 20 juta euro (untuk penanganan pandemi) di Asia tenggara, dan 2 juta euro untuk Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Peluncuran Kerjasama WHO-Uni Eropa-Kementerian Kesehatan untuk Kesiapsiagaan dan Respon menghadapi Pandemi COVID-19, di Jakarta, Jumat (12/3).
Lanjutnya, Uni Eropa juga mendukung kerjasama multilateral dengan berbagai pihak seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), WHO, dan UNICEF agar perebakan wabah virus corona bisa teratasi dengan baik dan juga mendukung kesetaraan setiap negara untuk mendapatkan vaksin COVID-19 lewat program COVID-19 Vaccines Global Access atau COVAX.
WHO Puji Indonesia Soal Program Vaksinasi Massal
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr. Navaratnasamy Paranietharan mengungkapkan kemitraan antara pemerintah Indonesia, Uni Eropa dan WHO dilakukan selain untuk memperkuat penanganan pandemi COVID-19, juga untuk memperkuat sistem dan infrastruktur kesehatan di Indonesia di masa yang akan datang.
Ia menilai selama satu tahun penanganan pandemi, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya yang baik termasuk mendorong percepatan program vaksinasi massal COVID-19.&amp;ldquo;Indonesia termasuk negara berkembang yang memulai program vaksinasi  massal COVID-19 lebih awal daripada negara berkembang lainnya, dengan  dukungan penuh dari fasilitas COVAX dan semua partner,&amp;rdquo; ungkap  Navaratnasamy.
Ia berharap, setelah kalangan prioritas seperti tenaga kesehatan dan  petugas layanan publik mendapatkan vaksinasi COVID-19, seluruh target  masyarakat di Indonesia sebanyak 181,5 juta orang akan segera  mendapatkan vaksin tersebut.
Navara juga menginginkan kemitraan ini dapat meningkatkan solidaritas  global, agar semua negara di dunia mendapatkan vaksin COVID-19 yang  efektif dan juga aman.
Pemerintah Apresiasi Dukungan Internasional Terhadap Indonesia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku senang mendapatkan  dukungan dari Uni Eropa dan WHO dalam upaya memerangi perebakan wabah  virus corona di Tanah Air.
Dukungan tersebut, ujar Budi, akan senantiasa menjadi cambuk bagi  pemerintah untuk terus memperbaiki sistem dan infrastruktur kesehatan di  Indonesia. Selain itu, pihaknya juga akan terus meningkatkan protokol  kesehatan agar bisa memenuhi standar internasional.
&amp;ldquo;Saya sangat terhormat bahwa Indonesia bisa mendapat dukungan penuh  dari WHO, UNICEF, dan EU untuk memastikan apa yang semua kita lakukan di  sini bisa sesuai dengan standar global,&amp;rdquo; ungkap Budi.
Ditambahkannya, peningkatan standar protokol kesehatan menjadi sangat  penting dalam salah satu upaya penanggulangan pandemi di Indonesia,  apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah acara internasional bergengsi  seperti pertemuan G20 pada tahun 2022.Pemerintah Perkuat Empat Pilar Penanganan Pandemi
Budi mengungkapkan ada empat pilar yang harus diperkuat dalam   penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Pertama, katanya, pilar   diagnosis dimana pemerintah harus memperkuat kapasitas testing,   pelacakan dan isolasi.
&amp;ldquo;Ini pilar yang sangat penting karena kita bisa mengidentifikasi   siapa saja yang terinfeksi, kemudian bisa menekan laju penyebaran virus   corona dengan cepat. Pilar ini memang membutuhkan perbaikan yang sangat   banyak,&amp;rdquo; jelasnya.
Pilar kedua, adalah perawatan di mana sistem kesehatan Indonesia   harus bisa menangani seseorang yang terkena virus ini dengan cepat dan   tepat. Menurutnya, Indonesia dalam hal ini cukup mengalami kemajuan yang   signifikan dalam menangani pasien COVID-19 dari mulai pengobatan  sampai  akses yang mudah untuk mendapatkan perawatan.
Pilar ketiga, adalah vaksinasi COVID-19. Budi menjelaskan bahwa   sampai saat ini pihaknya baru mampu melakukan vaksinasi kepada kurang   lebih 400.000 orang per hari. Ia menargetkan ke depannya bisa melakukan   vaksinasi sebanyak 1 juta orang per hari, sehingga bisa menyelesaikan   vaksinasi kepada 181,5 juta orang di Indonesia pada akhir tahun ini.   Namun ia menekankan hal tersebut masih bergantung kepada ketersediaan   vaksin COVID-19.
Pilar keempat, jelas Budi adalah bagaimana Indonesia bisa memperbaiki   sistem kesehatan publik termasuk memperkuat keberadaan puskesmas agar   bisa mengedukasi seluruh masyarakat untuk menerapkan standar protokol   kesehatan yang baru.</description><content:encoded>Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan senilai 2 juta euro untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Menurutnya, bantuan tersebut mendukung motto Presiden Joko Widodo yang berbunyi &amp;ldquo;Tidak akan ada seorang pun yang selamat, sampai semua orang bisa selamat&amp;rdquo;. Piket mengatakan, semua pihak harus saling bahu membahu agar bisa segera keluar dari kesehatan ini.
&amp;ldquo;Hari ini kita meluncurkan program yang sangat bagus, program yang sangat penting yang diatur oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Uni Eropa memberikan bantuan kepada WHO sebesar 20 juta euro (untuk penanganan pandemi) di Asia tenggara, dan 2 juta euro untuk Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Peluncuran Kerjasama WHO-Uni Eropa-Kementerian Kesehatan untuk Kesiapsiagaan dan Respon menghadapi Pandemi COVID-19, di Jakarta, Jumat (12/3).
Lanjutnya, Uni Eropa juga mendukung kerjasama multilateral dengan berbagai pihak seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), WHO, dan UNICEF agar perebakan wabah virus corona bisa teratasi dengan baik dan juga mendukung kesetaraan setiap negara untuk mendapatkan vaksin COVID-19 lewat program COVID-19 Vaccines Global Access atau COVAX.
WHO Puji Indonesia Soal Program Vaksinasi Massal
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr. Navaratnasamy Paranietharan mengungkapkan kemitraan antara pemerintah Indonesia, Uni Eropa dan WHO dilakukan selain untuk memperkuat penanganan pandemi COVID-19, juga untuk memperkuat sistem dan infrastruktur kesehatan di Indonesia di masa yang akan datang.
Ia menilai selama satu tahun penanganan pandemi, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya yang baik termasuk mendorong percepatan program vaksinasi massal COVID-19.&amp;ldquo;Indonesia termasuk negara berkembang yang memulai program vaksinasi  massal COVID-19 lebih awal daripada negara berkembang lainnya, dengan  dukungan penuh dari fasilitas COVAX dan semua partner,&amp;rdquo; ungkap  Navaratnasamy.
Ia berharap, setelah kalangan prioritas seperti tenaga kesehatan dan  petugas layanan publik mendapatkan vaksinasi COVID-19, seluruh target  masyarakat di Indonesia sebanyak 181,5 juta orang akan segera  mendapatkan vaksin tersebut.
Navara juga menginginkan kemitraan ini dapat meningkatkan solidaritas  global, agar semua negara di dunia mendapatkan vaksin COVID-19 yang  efektif dan juga aman.
Pemerintah Apresiasi Dukungan Internasional Terhadap Indonesia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku senang mendapatkan  dukungan dari Uni Eropa dan WHO dalam upaya memerangi perebakan wabah  virus corona di Tanah Air.
Dukungan tersebut, ujar Budi, akan senantiasa menjadi cambuk bagi  pemerintah untuk terus memperbaiki sistem dan infrastruktur kesehatan di  Indonesia. Selain itu, pihaknya juga akan terus meningkatkan protokol  kesehatan agar bisa memenuhi standar internasional.
&amp;ldquo;Saya sangat terhormat bahwa Indonesia bisa mendapat dukungan penuh  dari WHO, UNICEF, dan EU untuk memastikan apa yang semua kita lakukan di  sini bisa sesuai dengan standar global,&amp;rdquo; ungkap Budi.
Ditambahkannya, peningkatan standar protokol kesehatan menjadi sangat  penting dalam salah satu upaya penanggulangan pandemi di Indonesia,  apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah acara internasional bergengsi  seperti pertemuan G20 pada tahun 2022.Pemerintah Perkuat Empat Pilar Penanganan Pandemi
Budi mengungkapkan ada empat pilar yang harus diperkuat dalam   penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Pertama, katanya, pilar   diagnosis dimana pemerintah harus memperkuat kapasitas testing,   pelacakan dan isolasi.
&amp;ldquo;Ini pilar yang sangat penting karena kita bisa mengidentifikasi   siapa saja yang terinfeksi, kemudian bisa menekan laju penyebaran virus   corona dengan cepat. Pilar ini memang membutuhkan perbaikan yang sangat   banyak,&amp;rdquo; jelasnya.
Pilar kedua, adalah perawatan di mana sistem kesehatan Indonesia   harus bisa menangani seseorang yang terkena virus ini dengan cepat dan   tepat. Menurutnya, Indonesia dalam hal ini cukup mengalami kemajuan yang   signifikan dalam menangani pasien COVID-19 dari mulai pengobatan  sampai  akses yang mudah untuk mendapatkan perawatan.
Pilar ketiga, adalah vaksinasi COVID-19. Budi menjelaskan bahwa   sampai saat ini pihaknya baru mampu melakukan vaksinasi kepada kurang   lebih 400.000 orang per hari. Ia menargetkan ke depannya bisa melakukan   vaksinasi sebanyak 1 juta orang per hari, sehingga bisa menyelesaikan   vaksinasi kepada 181,5 juta orang di Indonesia pada akhir tahun ini.   Namun ia menekankan hal tersebut masih bergantung kepada ketersediaan   vaksin COVID-19.
Pilar keempat, jelas Budi adalah bagaimana Indonesia bisa memperbaiki   sistem kesehatan publik termasuk memperkuat keberadaan puskesmas agar   bisa mengedukasi seluruh masyarakat untuk menerapkan standar protokol   kesehatan yang baru.</content:encoded></item></channel></rss>
