<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Perang Kerajaan Mataram Versus Pajang, Anak Angkat Lawan Ayahnya</title><description>Berdirinya kerajaan panjang pada tahun 1546, ketika sultan Demak , Trenggana meninggal dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/13/337/2376998/kisah-perang-kerajaan-mataram-versus-pajang-anak-angkat-lawan-ayahnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/13/337/2376998/kisah-perang-kerajaan-mataram-versus-pajang-anak-angkat-lawan-ayahnya"/><item><title>Kisah Perang Kerajaan Mataram Versus Pajang, Anak Angkat Lawan Ayahnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/13/337/2376998/kisah-perang-kerajaan-mataram-versus-pajang-anak-angkat-lawan-ayahnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/13/337/2376998/kisah-perang-kerajaan-mataram-versus-pajang-anak-angkat-lawan-ayahnya</guid><pubDate>Sabtu 13 Maret 2021 06:24 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/13/337/2376998/kisah-perang-kerajaan-mataram-versus-pajang-anak-angkat-lawan-ayahnya-QKOPeLqKia.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: History of Java</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/13/337/2376998/kisah-perang-kerajaan-mataram-versus-pajang-anak-angkat-lawan-ayahnya-QKOPeLqKia.jpg</image><title>Foto: History of Java</title></images><description>Kerajaan Pajang terletak di daerah pedalaman Jawa, sekarang di wilayah Kartosuro,Jawa Tengah. Berdirinya kerajaan panjang  pada tahun 1546, ketika sultan Demak , Trenggana meninggal dunia. Ada peristiwa peperangan antara Aryo Penangsang , Adipati Jipang , kini Cepu dan Joko Tingkir.  Ia memenangkan pertempuran tersebut. Joko Tingkir adalah menantu  Sultan Trenggono.

Dalam kitab Babad Tanah Jawi diceritakan bahwa  Jaka Tingkir mempunyai banyak sebutan nama, waktu kecil panggilannya Mas Krebet. Saat Jaka Tingkir lahir ada pertunjukan wayang di rumahnya. Pada saat remaja, ia mempunyai nama Jaka Tingkir, dan mendapat gelar &amp;ldquo;Hadiwijaya&amp;rdquo; saat  jadi Raja  di pajang.

Ia berasal dari daerah Pengging, di Lereng Gunung Merapi. Dia juga merupakan cucu dari Sunan Kalijaga yang berasal dari daerah Kadilangun.

Ia tidak pernah melupakan semua jasa-jasa para sahabat yang ikut perang dalam mengalahkan Arya Penangsang. Ki Ageng Pemanahan diberi hadiah tanah di daerah Mataram (Alas Mentaok), Ki Penjawi juga diberi hadiah di daerah Pati.

Sedangkan Sutawijaya (putra Ki Ageng Pemanahan) diangkat sebagai anak angkat Sultan Adiwijaya dan menjadi saudara Pangeran Benawa.

Pangeran Benawa merupakan putera mahkota Kesultanan Pajang. Sutawijaya adalah putra Ki Ageng Pemanahan.
Pemanahan berhasil membangun hutan Mentaok itu menjadi desa yang makmur, bahkan lama-kelamaan menjadi kerajaan kecil yang bersaing dengan Pajang.

Setelah Pemanahan meninggal pada tahun 1575 ia digantikan putranya, Danang Sutawijaya, yang juga sering disebut Pangeran Ngabehi Loring Pasar. Sutawijaya kemudian berhasil memberontak pada Pajang.
Setelah Sultan Hadiwijaya wafat (1582) Sutawijaya mengangkat diri  sebagai raja Mataram dengan gelar Panembahan Senapati. Pajang kemudian  dijadikan salah satu wilayah bagian daari Mataram yang beribukota di  Kotagede. Senapati bertahta sampai wafatnya pada tahun 1601.

Suatu hari, Raden Pabelan yang menjadi keponakan Sutawijaya akan  dihukum mati karena kedapatan menyelinap ke Keputren. Hal itu ia lakukan  untuk bertemu dengan Ratu Sekar Kedaton atau putri bungsu Sultan  Hadiwijaya. Raden Pabelan tertangkap dan dihukum mati. Hadiwijaya merasa  disepelekan .

&quot;Selain itu Sutawijaya sudah lama tidak sowan pada Hadiwijaya. Maka  Pajang bersiap menyerang Mataram yang dianggap makar,&quot;ungkap PNA.Masud  Thoyib Adiningrat,Pengageng Kedaton Jayakarta.

Perang antara Kasultanan Pajang dan Mataram tidak bisa dihindarkan.  Hadiwijaya naik gajah memimpin pasukannya menyerbu Mataram. Saat perang  terjadi, Gunung Merapi yang letaknya tidak jauh dari posisi mereka,  tiba-tiba meletus. Laharnya turun melewati Sungai Opak dan menghantam  tenda-tenda milik prajurit Hadiwijaya.

Banyak prajurit Sultan Hadiwijaya yang menjadi korban meletusnya  Merapi.Melihat hal itu, Jaka Tingkir langsung menarik mundur para  prajuritnya.

&quot;Dalam perjalanan pulang, ia mampir ke makam Sunan Tembayat di Gunung  Jabalkat Klaten. Aneh, gerbang makam tersebut tidak bisa dibuka. Karena  kejadian itu, Sultan Hadiwijaya merasa ajalnya sebentar lagi. Benar  saja, ia jatuh dari gajah yang ditumpanginya. Setelah kejadian itu,  kesehatan Sultan Hadiwijaya langsung menurun,&quot;paparnya.

Ia memanggil anak-anaknya, satu diantarnya Pangeran Benowo. Ia  berpesan kepada anak-anaknya untuk tidak menaruh dendam kepada  Sutawijaya. Danang Sutawijaya adalah anak angkat dari Sultan Hadiwijaya.

&quot;Perang yang terjadi antara kedua belah pihak adalah takdir yang  harus dilewati. Tak lama kemudian, Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir  wafat. Ia dimakamkan di desa sang ibu yang bernama Desa Butuh, Sragen,  Jawa Tengah,&quot;ungkapnya.</description><content:encoded>Kerajaan Pajang terletak di daerah pedalaman Jawa, sekarang di wilayah Kartosuro,Jawa Tengah. Berdirinya kerajaan panjang  pada tahun 1546, ketika sultan Demak , Trenggana meninggal dunia. Ada peristiwa peperangan antara Aryo Penangsang , Adipati Jipang , kini Cepu dan Joko Tingkir.  Ia memenangkan pertempuran tersebut. Joko Tingkir adalah menantu  Sultan Trenggono.

Dalam kitab Babad Tanah Jawi diceritakan bahwa  Jaka Tingkir mempunyai banyak sebutan nama, waktu kecil panggilannya Mas Krebet. Saat Jaka Tingkir lahir ada pertunjukan wayang di rumahnya. Pada saat remaja, ia mempunyai nama Jaka Tingkir, dan mendapat gelar &amp;ldquo;Hadiwijaya&amp;rdquo; saat  jadi Raja  di pajang.

Ia berasal dari daerah Pengging, di Lereng Gunung Merapi. Dia juga merupakan cucu dari Sunan Kalijaga yang berasal dari daerah Kadilangun.

Ia tidak pernah melupakan semua jasa-jasa para sahabat yang ikut perang dalam mengalahkan Arya Penangsang. Ki Ageng Pemanahan diberi hadiah tanah di daerah Mataram (Alas Mentaok), Ki Penjawi juga diberi hadiah di daerah Pati.

Sedangkan Sutawijaya (putra Ki Ageng Pemanahan) diangkat sebagai anak angkat Sultan Adiwijaya dan menjadi saudara Pangeran Benawa.

Pangeran Benawa merupakan putera mahkota Kesultanan Pajang. Sutawijaya adalah putra Ki Ageng Pemanahan.
Pemanahan berhasil membangun hutan Mentaok itu menjadi desa yang makmur, bahkan lama-kelamaan menjadi kerajaan kecil yang bersaing dengan Pajang.

Setelah Pemanahan meninggal pada tahun 1575 ia digantikan putranya, Danang Sutawijaya, yang juga sering disebut Pangeran Ngabehi Loring Pasar. Sutawijaya kemudian berhasil memberontak pada Pajang.
Setelah Sultan Hadiwijaya wafat (1582) Sutawijaya mengangkat diri  sebagai raja Mataram dengan gelar Panembahan Senapati. Pajang kemudian  dijadikan salah satu wilayah bagian daari Mataram yang beribukota di  Kotagede. Senapati bertahta sampai wafatnya pada tahun 1601.

Suatu hari, Raden Pabelan yang menjadi keponakan Sutawijaya akan  dihukum mati karena kedapatan menyelinap ke Keputren. Hal itu ia lakukan  untuk bertemu dengan Ratu Sekar Kedaton atau putri bungsu Sultan  Hadiwijaya. Raden Pabelan tertangkap dan dihukum mati. Hadiwijaya merasa  disepelekan .

&quot;Selain itu Sutawijaya sudah lama tidak sowan pada Hadiwijaya. Maka  Pajang bersiap menyerang Mataram yang dianggap makar,&quot;ungkap PNA.Masud  Thoyib Adiningrat,Pengageng Kedaton Jayakarta.

Perang antara Kasultanan Pajang dan Mataram tidak bisa dihindarkan.  Hadiwijaya naik gajah memimpin pasukannya menyerbu Mataram. Saat perang  terjadi, Gunung Merapi yang letaknya tidak jauh dari posisi mereka,  tiba-tiba meletus. Laharnya turun melewati Sungai Opak dan menghantam  tenda-tenda milik prajurit Hadiwijaya.

Banyak prajurit Sultan Hadiwijaya yang menjadi korban meletusnya  Merapi.Melihat hal itu, Jaka Tingkir langsung menarik mundur para  prajuritnya.

&quot;Dalam perjalanan pulang, ia mampir ke makam Sunan Tembayat di Gunung  Jabalkat Klaten. Aneh, gerbang makam tersebut tidak bisa dibuka. Karena  kejadian itu, Sultan Hadiwijaya merasa ajalnya sebentar lagi. Benar  saja, ia jatuh dari gajah yang ditumpanginya. Setelah kejadian itu,  kesehatan Sultan Hadiwijaya langsung menurun,&quot;paparnya.

Ia memanggil anak-anaknya, satu diantarnya Pangeran Benowo. Ia  berpesan kepada anak-anaknya untuk tidak menaruh dendam kepada  Sutawijaya. Danang Sutawijaya adalah anak angkat dari Sultan Hadiwijaya.

&quot;Perang yang terjadi antara kedua belah pihak adalah takdir yang  harus dilewati. Tak lama kemudian, Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir  wafat. Ia dimakamkan di desa sang ibu yang bernama Desa Butuh, Sragen,  Jawa Tengah,&quot;ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
