<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPI Gelar Literasi Media, Rangkaian Peringatan Hasiarnas 2021 Dimulai di Batam</title><description>Adapun tema yang diambil dalam peringatan Harsiarnas tahun 2021 adalah, &amp;ldquo;Penyiaran Sebagai Pendorong Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi&amp;rdquo;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/15/337/2377867/kpi-gelar-literasi-media-rangkaian-peringatan-hasiarnas-2021-dimulai-di-batam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/15/337/2377867/kpi-gelar-literasi-media-rangkaian-peringatan-hasiarnas-2021-dimulai-di-batam"/><item><title>KPI Gelar Literasi Media, Rangkaian Peringatan Hasiarnas 2021 Dimulai di Batam</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/15/337/2377867/kpi-gelar-literasi-media-rangkaian-peringatan-hasiarnas-2021-dimulai-di-batam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/15/337/2377867/kpi-gelar-literasi-media-rangkaian-peringatan-hasiarnas-2021-dimulai-di-batam</guid><pubDate>Senin 15 Maret 2021 11:16 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/15/337/2377867/kpi-gelar-literasi-media-rangkaian-peringatan-hasiarnas-2021-dimulai-di-batam-USvhDg4sDd.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: KPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/15/337/2377867/kpi-gelar-literasi-media-rangkaian-peringatan-hasiarnas-2021-dimulai-di-batam-USvhDg4sDd.jpeg</image><title>Foto: KPI</title></images><description>BATAM - Kegiatan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Muhammadiyah Batam, Senin (15/3/2021) menjadi pembuka rangkaian Peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-88 di tahun 2021, yang puncaknya akan dilaksanakan pada 1 April 2021 di kota Solo.

Ketua Panitia Pelaksana peringatan Harsiarnas ke-88, Hardly Stefano Pariela mengatakan, dipilihnya kota Batam sebagai kegiatan pembuka dari berbagai rangkaian kegiatan peringatan HARSIARNAS tahun 2021, adalah sebagai wujud komitmen KPI agar penyiaran terus bertumbuh dan berkembang, termasuk di daerah perbatasan, sehingga dapat menjadi benteng dari luberan informasi melalui siaran asing.

Hadir pula dalam GLSP, anggota Komisi I DPR RI Mayjend TNI Mar, (Purn) Sturman Panjaitan, Rektor STIKOM Muhammadiyah Batam M Iqbal, serta Ketua KPI Daerah Kepulauan Riau, Henky Mohari.

Menurut Hardly, peringatan Harsiarnas adalah momentum bagi seluruh insan penyiaran melakukan refleksi dan meneguhkan tujuan penyiaran, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkukuh integrasi nasional.

Adapun tema yang diambil dalam peringatan Harsiarnas tahun 2021 adalah, &amp;ldquo;Penyiaran Sebagai Pendorong Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi&amp;rdquo;. Tema ini mengandung optimisme bahwa pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir dan lembaga penyiaran menjadi bagian yang ikut serta mendorong pemulihan ekonomi usai pandemi.

Baca Juga: Sinergi Mewujudkan Kualitas Konten Siaran Indonesia

Tentunya hal itu harus didukung dengan sinergi semua pihak dalam menjalankan berbagai kebijakan pemerintah, termasuk mematuhi protokol kesehatan  dan juga menyukseskan agenda vaksinasi yang sedang berlangsung.

&amp;ldquo;Tema Hasiarnas kali ini juga merupakan agregasi komitmen seluruh insan penyiaran, termasuk industri penyiaran untuk menjadi kekuatan pendorong kebangkitan ekonomi nasional,&amp;rdquo; ujar Hardly.

Harsiarnas ke-88 ini menjadi peringatan perdana setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menetapkan secara resmi tanggal 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional melalui Keputusan Presiden (Kepres) nomor 9 tahun 2019.

Selain GLSP, KPI sudah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan  termasuk yang bekerja sama dengan pemangku kepentingan penyiaran  lainnya, seperti lembaga penyiaran ataupun Kementerian Komunikasi dan  Informatika.

Diplihnya kota Solo sebagai tempat peringatan Harsiarnas ke-88 salah  satunya karena faktor sejarah yang sangat lekat dengan dimulainya  penyiaran nasional.

&amp;ldquo;Solo dikenal sebagai kota yang menghadirkan radio ketimuran pertama  di Indonesia, Solosche Radio Vereeniging (SRV) lewat tangan dingin  Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara VII&amp;rdquo;, papar  Hardly.

Selain itu, di kota ini pula deklarasi peringatan Harsiarnas pertama  kali diselenggarakan pada tahun 2009 dan dilanjutkan di tahun 2010.  &amp;ldquo;Walikota Solo saat itu, Bapak Joko Widodo, ikut hadir dalam deklarasi  tahun 2010,&amp;rdquo; ucapnya.

Diantara rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan  Harsiarnas adalah Napak Tilas Sejarah Penyiaran Nasional, Seminar  Nasional, Sekolah P3 &amp;amp; SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar  Program Siaran), Bakti Sosial, serta Webinar 5 jam Non Stop.

Selain rangkaian kegiatan yang dilakukan di kota Solo, ujar Hardly,  KPI Daerah juga akan melakukan berbagai kegiatan dengan melibatkan  pemangku kepentingan penyiaran di daerah, untuk ikut menyemarakkan  peringatan Harsiarnas.

Rangkaian kegiatan yang digelar KPI ini tetap mengedepankan protokol  kesehatan, diantaranya dengan melakukan pembatasan peserta dan  mengoptimalkan kehadiran peserta secara virtual untuk kegiatan di dalam  ruangan.

KPI telah mengagendakan kehadiran Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua  Komisi I DPR RI Meutya Hafidz, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis  Almahsyari, Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G Platte, Gubernur  Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Pada puncak acara yang diselenggarakan di auditorium RRI Surakarta,  diharapkan akan dihadiri secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo,  agar dapat menjadi penyemangat bagi seluruh insan penyiaran untuk  senantiasa berkontribusi positif dalam pembangunan nasional.</description><content:encoded>BATAM - Kegiatan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Muhammadiyah Batam, Senin (15/3/2021) menjadi pembuka rangkaian Peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-88 di tahun 2021, yang puncaknya akan dilaksanakan pada 1 April 2021 di kota Solo.

Ketua Panitia Pelaksana peringatan Harsiarnas ke-88, Hardly Stefano Pariela mengatakan, dipilihnya kota Batam sebagai kegiatan pembuka dari berbagai rangkaian kegiatan peringatan HARSIARNAS tahun 2021, adalah sebagai wujud komitmen KPI agar penyiaran terus bertumbuh dan berkembang, termasuk di daerah perbatasan, sehingga dapat menjadi benteng dari luberan informasi melalui siaran asing.

Hadir pula dalam GLSP, anggota Komisi I DPR RI Mayjend TNI Mar, (Purn) Sturman Panjaitan, Rektor STIKOM Muhammadiyah Batam M Iqbal, serta Ketua KPI Daerah Kepulauan Riau, Henky Mohari.

Menurut Hardly, peringatan Harsiarnas adalah momentum bagi seluruh insan penyiaran melakukan refleksi dan meneguhkan tujuan penyiaran, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memperkukuh integrasi nasional.

Adapun tema yang diambil dalam peringatan Harsiarnas tahun 2021 adalah, &amp;ldquo;Penyiaran Sebagai Pendorong Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi&amp;rdquo;. Tema ini mengandung optimisme bahwa pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir dan lembaga penyiaran menjadi bagian yang ikut serta mendorong pemulihan ekonomi usai pandemi.

Baca Juga: Sinergi Mewujudkan Kualitas Konten Siaran Indonesia

Tentunya hal itu harus didukung dengan sinergi semua pihak dalam menjalankan berbagai kebijakan pemerintah, termasuk mematuhi protokol kesehatan  dan juga menyukseskan agenda vaksinasi yang sedang berlangsung.

&amp;ldquo;Tema Hasiarnas kali ini juga merupakan agregasi komitmen seluruh insan penyiaran, termasuk industri penyiaran untuk menjadi kekuatan pendorong kebangkitan ekonomi nasional,&amp;rdquo; ujar Hardly.

Harsiarnas ke-88 ini menjadi peringatan perdana setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menetapkan secara resmi tanggal 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional melalui Keputusan Presiden (Kepres) nomor 9 tahun 2019.

Selain GLSP, KPI sudah menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan  termasuk yang bekerja sama dengan pemangku kepentingan penyiaran  lainnya, seperti lembaga penyiaran ataupun Kementerian Komunikasi dan  Informatika.

Diplihnya kota Solo sebagai tempat peringatan Harsiarnas ke-88 salah  satunya karena faktor sejarah yang sangat lekat dengan dimulainya  penyiaran nasional.

&amp;ldquo;Solo dikenal sebagai kota yang menghadirkan radio ketimuran pertama  di Indonesia, Solosche Radio Vereeniging (SRV) lewat tangan dingin  Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara VII&amp;rdquo;, papar  Hardly.

Selain itu, di kota ini pula deklarasi peringatan Harsiarnas pertama  kali diselenggarakan pada tahun 2009 dan dilanjutkan di tahun 2010.  &amp;ldquo;Walikota Solo saat itu, Bapak Joko Widodo, ikut hadir dalam deklarasi  tahun 2010,&amp;rdquo; ucapnya.

Diantara rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan  Harsiarnas adalah Napak Tilas Sejarah Penyiaran Nasional, Seminar  Nasional, Sekolah P3 &amp;amp; SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar  Program Siaran), Bakti Sosial, serta Webinar 5 jam Non Stop.

Selain rangkaian kegiatan yang dilakukan di kota Solo, ujar Hardly,  KPI Daerah juga akan melakukan berbagai kegiatan dengan melibatkan  pemangku kepentingan penyiaran di daerah, untuk ikut menyemarakkan  peringatan Harsiarnas.

Rangkaian kegiatan yang digelar KPI ini tetap mengedepankan protokol  kesehatan, diantaranya dengan melakukan pembatasan peserta dan  mengoptimalkan kehadiran peserta secara virtual untuk kegiatan di dalam  ruangan.

KPI telah mengagendakan kehadiran Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua  Komisi I DPR RI Meutya Hafidz, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis  Almahsyari, Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G Platte, Gubernur  Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Pada puncak acara yang diselenggarakan di auditorium RRI Surakarta,  diharapkan akan dihadiri secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo,  agar dapat menjadi penyemangat bagi seluruh insan penyiaran untuk  senantiasa berkontribusi positif dalam pembangunan nasional.</content:encoded></item></channel></rss>
