<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semasa Hidup Anton Medan Kerap Berdakwah di Lapas   </title><description>Anton Medan semasa hidupnya dikenal kerap berdakwah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/15/337/2378313/semasa-hidup-anton-medan-kerap-berdakwah-di-lapas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/15/337/2378313/semasa-hidup-anton-medan-kerap-berdakwah-di-lapas"/><item><title>Semasa Hidup Anton Medan Kerap Berdakwah di Lapas   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/15/337/2378313/semasa-hidup-anton-medan-kerap-berdakwah-di-lapas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/15/337/2378313/semasa-hidup-anton-medan-kerap-berdakwah-di-lapas</guid><pubDate>Senin 15 Maret 2021 22:31 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/15/337/2378313/semasa-hidup-anton-medan-kerap-berdakwah-di-lapas-is1XB4e06S.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/15/337/2378313/semasa-hidup-anton-medan-kerap-berdakwah-di-lapas-is1XB4e06S.jpg</image><title></title></images><description>BOGOR - Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Ramdhan Effendy atau Anton Medan semasa hidupnya dikenal kerap berdakwah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di berbagai daerah.
&quot;Terakhir tausyiah di Lapas itu bulan Ramadhan tahun kemarin sebelum covid. Beliau keliling lapas se-Indonesia, safari dakwah bulan Ramadan. Saya pernah ikut beliau di Rutan Salemba,&quot; kata Wakil Ketua DP PITI Arta Dharmadi di rumah duka di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (15/3/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Sosok Anton Medan, Mantan Preman Yang Gencar Berdakwah di Lapas
Kemudian, lanjut Arta, almarhum Anton Medan juga dikenal tidak pernah membedakan suku, ras, dan agama. Siapa pun yang datang kepadanya, tak sungkan membantu.
Baca juga:&amp;nbsp;Anak Kenang Anton Medan sebagai Super Dad
&quot;Beliau juga tidak pernah membeda-bedakan orang apa dia kaya miskin apakah agama apa beliau nggak pernah beda-bedakan. Siapapun yang datang ke beliau alhamdulillh dibantu sukarela,&quot; ungkapnya.
Arta pun sempat menceritakan sedikit kondisi Anton Medan sebelum wafat. Almarhum, lanjut dia, mengidap sakit diabetes hingga beberapa bulan terakhir sulit berjalan.
&quot;Udah sejak 3 bulan ini lah beliau sakit karena diabetes cukup tinggi, jadi terkahir-terakhir itu kakinya lemes jadi gak kuat jalan sendiri harus dituntun. Sebulan terkahir lebih banyak diem diranjang sampe saat terkakhir beliau,&quot; tukasnya.
Diketahui, Anton Medan lahir dengan nama Tan Hok Liang dan kemudian bernama Muhammad Ramdhan Efendi lahir di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 10 Oktober 1957. Meninggal di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 15 Maret 2021 pada umur 63 tahun.
Anton merupakan mantan perampok dan bandar judi yang kini telah taubat. Ia menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sejak 2012. Ia memeluk agama Islam sejak 1992. Ia juga mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami' Tan Hok Liang. Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren At-Ta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.</description><content:encoded>BOGOR - Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Ramdhan Effendy atau Anton Medan semasa hidupnya dikenal kerap berdakwah ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di berbagai daerah.
&quot;Terakhir tausyiah di Lapas itu bulan Ramadhan tahun kemarin sebelum covid. Beliau keliling lapas se-Indonesia, safari dakwah bulan Ramadan. Saya pernah ikut beliau di Rutan Salemba,&quot; kata Wakil Ketua DP PITI Arta Dharmadi di rumah duka di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (15/3/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Sosok Anton Medan, Mantan Preman Yang Gencar Berdakwah di Lapas
Kemudian, lanjut Arta, almarhum Anton Medan juga dikenal tidak pernah membedakan suku, ras, dan agama. Siapa pun yang datang kepadanya, tak sungkan membantu.
Baca juga:&amp;nbsp;Anak Kenang Anton Medan sebagai Super Dad
&quot;Beliau juga tidak pernah membeda-bedakan orang apa dia kaya miskin apakah agama apa beliau nggak pernah beda-bedakan. Siapapun yang datang ke beliau alhamdulillh dibantu sukarela,&quot; ungkapnya.
Arta pun sempat menceritakan sedikit kondisi Anton Medan sebelum wafat. Almarhum, lanjut dia, mengidap sakit diabetes hingga beberapa bulan terakhir sulit berjalan.
&quot;Udah sejak 3 bulan ini lah beliau sakit karena diabetes cukup tinggi, jadi terkahir-terakhir itu kakinya lemes jadi gak kuat jalan sendiri harus dituntun. Sebulan terkahir lebih banyak diem diranjang sampe saat terkakhir beliau,&quot; tukasnya.
Diketahui, Anton Medan lahir dengan nama Tan Hok Liang dan kemudian bernama Muhammad Ramdhan Efendi lahir di Tebing Tinggi, Sumatra Utara, 10 Oktober 1957. Meninggal di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, 15 Maret 2021 pada umur 63 tahun.
Anton merupakan mantan perampok dan bandar judi yang kini telah taubat. Ia menjadi Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) sejak 2012. Ia memeluk agama Islam sejak 1992. Ia juga mendirikan rumah ibadah yang diberi nama Masjid Jami' Tan Hok Liang. Masjid itu terletak di areal Pondok Pesantren At-Ta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong.</content:encoded></item></channel></rss>
