<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Negara-Negara yang Hentikan Sementara Suntikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca</title><description>Hingga 10 Maret, sebanyak 30 kasus penggumpalan darah dilaporkan di antara orang-orang yang disuntik vaksin Covid-19 AstraZeneca.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/16/18/2378686/negara-negara-yang-hentikan-sementara-suntikan-vaksin-covid-19-astrazeneca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/16/18/2378686/negara-negara-yang-hentikan-sementara-suntikan-vaksin-covid-19-astrazeneca"/><item><title>Negara-Negara yang Hentikan Sementara Suntikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/16/18/2378686/negara-negara-yang-hentikan-sementara-suntikan-vaksin-covid-19-astrazeneca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/16/18/2378686/negara-negara-yang-hentikan-sementara-suntikan-vaksin-covid-19-astrazeneca</guid><pubDate>Selasa 16 Maret 2021 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/16/18/2378686/negara-negara-yang-hentikan-sementara-suntikan-vaksin-covid-19-astrazeneca-lNGEhstgrg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/16/18/2378686/negara-negara-yang-hentikan-sementara-suntikan-vaksin-covid-19-astrazeneca-lNGEhstgrg.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>BENGALURU - Sejumlah negara telah menghentikan sementara penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca setelah ada laporan soal penggumpalan darah pada orang-orang yang telah menerima suntikan vaksin tersebut.
Keputusan penangguhan itu diambil walaupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau negara-negara tersebut tidak menghentikan program vaksinasi mereka.
BACA JUGA: Vaksin AstraZeneca Ditangguhkan, WHO Imbau Masyarakat Tidak Panik
WHO pada Senin (15/3/2021) mengatakan tidak ada bukti bahwa kasus-kasus penggumpalan darah disebabkan oleh vaksin tersebut, yang dikembangkan AstraZeneca bersama Universitas Oxford.
Badan pengawas obat-obatan Eropa (EMA), sementara itu, mengatakan jumlah kasus tromboemboli (bekuan darah serta bekuan darah yang bergerak) pada orang yang divaksin tidak lebih tinggi dari jumlah pada orang secara umum.
BACA JUGA: Ikuti Norwegia, Belanda dan Irlandia Hentikan Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Pada 10 Maret, sudah 30 kasus kejadian tromboemboli dilaporkan terjadi di antara hampir lima juta orang yang disuntik vaksin AstraZeneca di Wilayah Ekonomi Eropa.
Vaksin COVID-19 yang sudah diberikan pada orang-orang hingga 12 Maret berjumlah lebih dari 300 juta dosis. Sejauh ini, tidak ada kasus kematian yang ditemukan akibat vaksin COVID-19, kata WHO melalui pernyataan pada Senin.
Lebih dari 10 juta orang di Inggris telah menerima vaksin --tanpa bukti bahwa mereka mengalami efek samping serius terkait suntikan itu, kata WHO.
Berikut ini adalah daftar negara yang telah mengambil tindakan terhadap penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca:

AUSTRIA
Pada 7 Maret menghentikan sementara penggunaan satu kelompok pasokan vaksin setelah satu orang meninggal dan satu lainnya sakit. Kelompok pasokan itu dikirim ke 17 negara anggota Uni Eropa.

BULGARIA
Menghentikan vaksinasi sampai badan pengawas Eropa mengirimkan  pernyataan tertulis yang dapat menghilangkan semua keraguan tentang  keamanan vaksin tersebut.

DENMARK
Pada Kamis (11/3/2021) menangguhkan penggunaan vaksin itu selama dua  minggu setelah melaporkan gejala &quot;sangat tidak biasa&quot; pada warga negara  berusia 60 tahun. Warga tersebut meninggal karena pembekuan darah  setelah disuntik vaksin.

PRANCIS
Akan berhenti memberikan vaksin sambil menunggu kajian dari badan pengawas obat-obatan Eropa.

JERMAN
Pada 15 Maret, sebagai tindakan &quot;pencegahan&quot;, menangguhkan penggunaan vaksin tersebut.

ISLANDIA
Pada 11 Maret menghentikan sementara penggunaan vaksin, setelah  Norwegia mengambil langkah serupa. Islandia menunggu hasil investigasi  badan pengawas obat-obatan Eropa.

INDONESIA
Pada 15 Maret menunda pemberian vaksin sambil menunggu hasil kajian WHO.

IRLANDIA
Pada Minggu untuk sementara menghentikan penyuntikan vaksin tersebut  sebagai langkah &quot;kehati-hatian&quot;, sambil menunggu informasi lebih lanjut  dari regulator Eropa.

ITALIA
Pada 15 Maret menyatakan berhenti menggunakan vaksin itu sebagai  &quot;tindakan pencegahan dan sementara&quot; sambil menunggu keputusan badan  pengawas obat-obatan Uni Eropa. Sebelumnya, tiga kelompok vaksin yang  berbeda (ABV2856, AV6096 dan ABV5811) juga ditangguhkan di berbagai  wilayah.

BELANDA
Pemerintah, Minggu, menunda program vaksinasi karena melihat kasus  efek samping di negara-negara lain. Pada Senin, badan terkait di negara  itu melaporkan 10 kasus efek samping yang merugikan dari vaksin  tersebut.

NORWEGIA
Pada 11 Maret menghentikan peluncuran vaksin dan mengatakan tiga  petugas kesehatan sedang dirawat karena mengalami perdarahan,  penggumpalan darah, dan penurunan jumlah trombosit.

ROMANIA
Pada 11 Maret menyatakan berhenti untuk sementara waktu menjalankan vaksinasi dengan satu kelompok vaksin.

SPANYOL
Pada Senin, menteri kesehatan mengatakan negara itu akan berhenti  menggunakan vaksin tersebut, setidaknya selama dua minggu. Penangguhan  itu diumumkan setelah empat wilayah menghentikan pemberian satu kelompok  dosis.

THAILAND
Vaksinasi akan dilanjutkan pada 15 Maret, setelah peluncuran penyuntikan vaksin ditunda minggu lalu.
</description><content:encoded>BENGALURU - Sejumlah negara telah menghentikan sementara penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca setelah ada laporan soal penggumpalan darah pada orang-orang yang telah menerima suntikan vaksin tersebut.
Keputusan penangguhan itu diambil walaupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau negara-negara tersebut tidak menghentikan program vaksinasi mereka.
BACA JUGA: Vaksin AstraZeneca Ditangguhkan, WHO Imbau Masyarakat Tidak Panik
WHO pada Senin (15/3/2021) mengatakan tidak ada bukti bahwa kasus-kasus penggumpalan darah disebabkan oleh vaksin tersebut, yang dikembangkan AstraZeneca bersama Universitas Oxford.
Badan pengawas obat-obatan Eropa (EMA), sementara itu, mengatakan jumlah kasus tromboemboli (bekuan darah serta bekuan darah yang bergerak) pada orang yang divaksin tidak lebih tinggi dari jumlah pada orang secara umum.
BACA JUGA: Ikuti Norwegia, Belanda dan Irlandia Hentikan Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Pada 10 Maret, sudah 30 kasus kejadian tromboemboli dilaporkan terjadi di antara hampir lima juta orang yang disuntik vaksin AstraZeneca di Wilayah Ekonomi Eropa.
Vaksin COVID-19 yang sudah diberikan pada orang-orang hingga 12 Maret berjumlah lebih dari 300 juta dosis. Sejauh ini, tidak ada kasus kematian yang ditemukan akibat vaksin COVID-19, kata WHO melalui pernyataan pada Senin.
Lebih dari 10 juta orang di Inggris telah menerima vaksin --tanpa bukti bahwa mereka mengalami efek samping serius terkait suntikan itu, kata WHO.
Berikut ini adalah daftar negara yang telah mengambil tindakan terhadap penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca:

AUSTRIA
Pada 7 Maret menghentikan sementara penggunaan satu kelompok pasokan vaksin setelah satu orang meninggal dan satu lainnya sakit. Kelompok pasokan itu dikirim ke 17 negara anggota Uni Eropa.

BULGARIA
Menghentikan vaksinasi sampai badan pengawas Eropa mengirimkan  pernyataan tertulis yang dapat menghilangkan semua keraguan tentang  keamanan vaksin tersebut.

DENMARK
Pada Kamis (11/3/2021) menangguhkan penggunaan vaksin itu selama dua  minggu setelah melaporkan gejala &quot;sangat tidak biasa&quot; pada warga negara  berusia 60 tahun. Warga tersebut meninggal karena pembekuan darah  setelah disuntik vaksin.

PRANCIS
Akan berhenti memberikan vaksin sambil menunggu kajian dari badan pengawas obat-obatan Eropa.

JERMAN
Pada 15 Maret, sebagai tindakan &quot;pencegahan&quot;, menangguhkan penggunaan vaksin tersebut.

ISLANDIA
Pada 11 Maret menghentikan sementara penggunaan vaksin, setelah  Norwegia mengambil langkah serupa. Islandia menunggu hasil investigasi  badan pengawas obat-obatan Eropa.

INDONESIA
Pada 15 Maret menunda pemberian vaksin sambil menunggu hasil kajian WHO.

IRLANDIA
Pada Minggu untuk sementara menghentikan penyuntikan vaksin tersebut  sebagai langkah &quot;kehati-hatian&quot;, sambil menunggu informasi lebih lanjut  dari regulator Eropa.

ITALIA
Pada 15 Maret menyatakan berhenti menggunakan vaksin itu sebagai  &quot;tindakan pencegahan dan sementara&quot; sambil menunggu keputusan badan  pengawas obat-obatan Uni Eropa. Sebelumnya, tiga kelompok vaksin yang  berbeda (ABV2856, AV6096 dan ABV5811) juga ditangguhkan di berbagai  wilayah.

BELANDA
Pemerintah, Minggu, menunda program vaksinasi karena melihat kasus  efek samping di negara-negara lain. Pada Senin, badan terkait di negara  itu melaporkan 10 kasus efek samping yang merugikan dari vaksin  tersebut.

NORWEGIA
Pada 11 Maret menghentikan peluncuran vaksin dan mengatakan tiga  petugas kesehatan sedang dirawat karena mengalami perdarahan,  penggumpalan darah, dan penurunan jumlah trombosit.

ROMANIA
Pada 11 Maret menyatakan berhenti untuk sementara waktu menjalankan vaksinasi dengan satu kelompok vaksin.

SPANYOL
Pada Senin, menteri kesehatan mengatakan negara itu akan berhenti  menggunakan vaksin tersebut, setidaknya selama dua minggu. Penangguhan  itu diumumkan setelah empat wilayah menghentikan pemberian satu kelompok  dosis.

THAILAND
Vaksinasi akan dilanjutkan pada 15 Maret, setelah peluncuran penyuntikan vaksin ditunda minggu lalu.
</content:encoded></item></channel></rss>
