<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putus Mata Rantai Covid-19, Satgas: Pemerintah Fokus Perbaiki Strategi Deteksi   </title><description>Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menindaklanjuti adanya penemuan varian baru virus Covid-19m yakni B117</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/17/337/2379208/putus-mata-rantai-covid-19-satgas-pemerintah-fokus-perbaiki-strategi-deteksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/17/337/2379208/putus-mata-rantai-covid-19-satgas-pemerintah-fokus-perbaiki-strategi-deteksi"/><item><title>Putus Mata Rantai Covid-19, Satgas: Pemerintah Fokus Perbaiki Strategi Deteksi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/17/337/2379208/putus-mata-rantai-covid-19-satgas-pemerintah-fokus-perbaiki-strategi-deteksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/17/337/2379208/putus-mata-rantai-covid-19-satgas-pemerintah-fokus-perbaiki-strategi-deteksi</guid><pubDate>Rabu 17 Maret 2021 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/17/337/2379208/putus-mata-rantai-covid-19-satgas-pemerintah-fokus-perbaiki-strategi-deteksi-0BCSrWF65h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/17/337/2379208/putus-mata-rantai-covid-19-satgas-pemerintah-fokus-perbaiki-strategi-deteksi-0BCSrWF65h.jpg</image><title>Covid-19.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menindaklanjuti adanya penemuan varian baru virus Covid-19, yakni B117.
Mulai dari penelusuran kontak erat oleh tim surveilans dan pemerintah daerah setempat. Kemudian, dilakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel kontak erat, dengan pengambilan serum kepada suspek untuk mendeteksi varian pada antibodinya.
Berikutnya melakukan sequencing gen, pada sampel positif PCR yang memenuhi kriteria lab di daerah kasus varian, dan peningkatan kewaspadaan di perbatasan. Baik protokol pelaku perjalanan luar negeri dan koorodinasi antar kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Vaksin yang Diberikan Aman, Halal dan Berkualitas
&quot;Pemerintah Indonesia berkomitmen memperbaiki strategi deteksi di tahun 2021. Dengan target pertama meningkatkan angka testing,  dengan target 1 per 1000 penduduk per minggu, dan kecepatan hasil kurang dari 24 jam sejak spesimen diterima,&quot; ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB  disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/3/2021).
Baca Juga: Ini Cara Donor Plasma Konvalesen dan Donor Darah Umum, Simak Bincang Bareng MNC Peduli - PMI DKI
Juga meningkatkan akses, kapasitas dan efisiensi lab PCR. Kemudian mendayagunakan rapid diagnostik test antigen (RDT antigen), dalam pemeriksaan kontak erat, dan pendistribusian RDT antigen ke 7 provinsi prioritas dengan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan.
Target kedua, meningkatkan pelacakan pada 15 sampai 30 kontak erat dalam waktu kurang dari 72 jam. Melalui testing kepada kontak erat bergejala maupun tidak bergejala. Kemudian pelatihan Babinsa dan Babinkamtibmas untuk aktif telibat dalam kotnak tracer Covid-19. &quot;Pelatihan dilakukan petugas  puskesmas on the job training,&quot; imbuh Wiku.Target ketiga, menggiatkan kegiatan WGS surveilans genomik untuk  mendeteksi strain virus Sars Cov-2. Dengan cara memperluas kolaborasi  laboratorium pelacakan sequences khususnya pada daerah ditemukan varian  baru, dan memasifkan proses subsmission atau pemasukan data spesimen ke  GISAID.
&quot;Terakhir sebaik apapun WGS dan upaya testing serta tracing yang  dilakukan pemerintah menjadi tidak berarti apabila masyarakat masih  memberikan peluang bagi virus memperbanyak diri dengan tidak disiplin  terhadap protokol les ahatan,&quot; lanjut Wiku.
Disamping itu, saat ini tersedia data real time pelacakan Genome  virus influenza tingkat global, termasuk virus Sars-Cov2. Data ini dapat  diakses publik melalui paltform yang dikelola organisasi nirlaba  internasional, Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID)
Platform ini mengandung urutan genetika dan persebarannya secara  geografis, data klinis, dan episemiologis terkait virus yang menular ke  manusia, data spesifik penyebab influenza terkait virus yang menjangkiti  hewan.  Saat ini platform GISAID, selain untuk mengetahui sebaran virus  influenza, juga untuk mengetahui persebaran virus Covid-19 atau Sars  Cov-2.
&quot;Tujuannya membantu para peneliti memahami bagaimana virus Covid-19  berubah atau bermutasi, berevolusi penyebarannya selama epidemi, terjadi  peningkatan mendadak kasus di suatu daerah ataupun pandemi di  penyebaran besar di lintas negara,&quot; lanjut Wiku.
GISAID mengumpulkan data dunia dari laporan masing-masing negara,  sehingga kekayaan data GISAID pun bergantung pada tingginya intensitas  pelaporan WGS dari tiap negara. Dengan tekonologi interface analisis  internal, maka dapat diketahui jenis mutasi dari sequence yang  dilaporkan.  Proses inilah yang dapat menelusuri persebaran kemunculan  mutasi dan mutasi DNA varian yang dihasilkan.
Hal ini sangat berguna untuk meningkatkan kesiapan secara global  dalam menyusun kebijakan dalam membendung semakin menjamurnya mutasi,  amupun mencegah imported cases masuk ke suatu negara. Di Indonesia,  Kementerian Kesehatan dan Bekerjasama kemenristek BRIN telah  mengembangkan surveilans genomik. Sequencing genomik yang dilakukan  semakin meningkat. Per 16 Maret 2021.
Sudah dikumpulkan 566 sqeuences dengan 533 adalah sequences lengkap  hasil temuan dari kolaborasi 15 lab seluruh Indonesia. Sample yang diuji  secara khusus ini diambil dari sampel pelaku perjalanan luar negeri,  dan kasus luar biasa yang ditemukan puskemas ataupun rumah sakit.
Selain itu, Who sedang mengembangkan teknologi WGS terkini yaitu meta  genomik Sequencing, untuk menghasilka identifikasi pelacakan dalam  hitungan jam atau hari. &quot;Dan teknologi ini mampu menggambarkan  karakteristik patogen baru tersebut,&quot; lanjutnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menindaklanjuti adanya penemuan varian baru virus Covid-19, yakni B117.
Mulai dari penelusuran kontak erat oleh tim surveilans dan pemerintah daerah setempat. Kemudian, dilakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel kontak erat, dengan pengambilan serum kepada suspek untuk mendeteksi varian pada antibodinya.
Berikutnya melakukan sequencing gen, pada sampel positif PCR yang memenuhi kriteria lab di daerah kasus varian, dan peningkatan kewaspadaan di perbatasan. Baik protokol pelaku perjalanan luar negeri dan koorodinasi antar kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Vaksin yang Diberikan Aman, Halal dan Berkualitas
&quot;Pemerintah Indonesia berkomitmen memperbaiki strategi deteksi di tahun 2021. Dengan target pertama meningkatkan angka testing,  dengan target 1 per 1000 penduduk per minggu, dan kecepatan hasil kurang dari 24 jam sejak spesimen diterima,&quot; ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB  disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/3/2021).
Baca Juga: Ini Cara Donor Plasma Konvalesen dan Donor Darah Umum, Simak Bincang Bareng MNC Peduli - PMI DKI
Juga meningkatkan akses, kapasitas dan efisiensi lab PCR. Kemudian mendayagunakan rapid diagnostik test antigen (RDT antigen), dalam pemeriksaan kontak erat, dan pendistribusian RDT antigen ke 7 provinsi prioritas dengan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan.
Target kedua, meningkatkan pelacakan pada 15 sampai 30 kontak erat dalam waktu kurang dari 72 jam. Melalui testing kepada kontak erat bergejala maupun tidak bergejala. Kemudian pelatihan Babinsa dan Babinkamtibmas untuk aktif telibat dalam kotnak tracer Covid-19. &quot;Pelatihan dilakukan petugas  puskesmas on the job training,&quot; imbuh Wiku.Target ketiga, menggiatkan kegiatan WGS surveilans genomik untuk  mendeteksi strain virus Sars Cov-2. Dengan cara memperluas kolaborasi  laboratorium pelacakan sequences khususnya pada daerah ditemukan varian  baru, dan memasifkan proses subsmission atau pemasukan data spesimen ke  GISAID.
&quot;Terakhir sebaik apapun WGS dan upaya testing serta tracing yang  dilakukan pemerintah menjadi tidak berarti apabila masyarakat masih  memberikan peluang bagi virus memperbanyak diri dengan tidak disiplin  terhadap protokol les ahatan,&quot; lanjut Wiku.
Disamping itu, saat ini tersedia data real time pelacakan Genome  virus influenza tingkat global, termasuk virus Sars-Cov2. Data ini dapat  diakses publik melalui paltform yang dikelola organisasi nirlaba  internasional, Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID)
Platform ini mengandung urutan genetika dan persebarannya secara  geografis, data klinis, dan episemiologis terkait virus yang menular ke  manusia, data spesifik penyebab influenza terkait virus yang menjangkiti  hewan.  Saat ini platform GISAID, selain untuk mengetahui sebaran virus  influenza, juga untuk mengetahui persebaran virus Covid-19 atau Sars  Cov-2.
&quot;Tujuannya membantu para peneliti memahami bagaimana virus Covid-19  berubah atau bermutasi, berevolusi penyebarannya selama epidemi, terjadi  peningkatan mendadak kasus di suatu daerah ataupun pandemi di  penyebaran besar di lintas negara,&quot; lanjut Wiku.
GISAID mengumpulkan data dunia dari laporan masing-masing negara,  sehingga kekayaan data GISAID pun bergantung pada tingginya intensitas  pelaporan WGS dari tiap negara. Dengan tekonologi interface analisis  internal, maka dapat diketahui jenis mutasi dari sequence yang  dilaporkan.  Proses inilah yang dapat menelusuri persebaran kemunculan  mutasi dan mutasi DNA varian yang dihasilkan.
Hal ini sangat berguna untuk meningkatkan kesiapan secara global  dalam menyusun kebijakan dalam membendung semakin menjamurnya mutasi,  amupun mencegah imported cases masuk ke suatu negara. Di Indonesia,  Kementerian Kesehatan dan Bekerjasama kemenristek BRIN telah  mengembangkan surveilans genomik. Sequencing genomik yang dilakukan  semakin meningkat. Per 16 Maret 2021.
Sudah dikumpulkan 566 sqeuences dengan 533 adalah sequences lengkap  hasil temuan dari kolaborasi 15 lab seluruh Indonesia. Sample yang diuji  secara khusus ini diambil dari sampel pelaku perjalanan luar negeri,  dan kasus luar biasa yang ditemukan puskemas ataupun rumah sakit.
Selain itu, Who sedang mengembangkan teknologi WGS terkini yaitu meta  genomik Sequencing, untuk menghasilka identifikasi pelacakan dalam  hitungan jam atau hari. &quot;Dan teknologi ini mampu menggambarkan  karakteristik patogen baru tersebut,&quot; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
