<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Polisi: CCTV ELTE Dapat Kenali Wajah Pelanggar Lalu Lintas   </title><description>Korps Lalu Lintas dapat dengan cepat mengenali wajah pelaku (face recognition) dari CCTV ELTE, yang akan dipasang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/17/338/2379060/polisi-cctv-elte-dapat-kenali-wajah-pelanggar-lalu-lintas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/17/338/2379060/polisi-cctv-elte-dapat-kenali-wajah-pelanggar-lalu-lintas"/><item><title> Polisi: CCTV ELTE Dapat Kenali Wajah Pelanggar Lalu Lintas   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/17/338/2379060/polisi-cctv-elte-dapat-kenali-wajah-pelanggar-lalu-lintas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/17/338/2379060/polisi-cctv-elte-dapat-kenali-wajah-pelanggar-lalu-lintas</guid><pubDate>Rabu 17 Maret 2021 08:43 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/17/338/2379060/polisi-cctv-elte-dapat-kenali-wajah-pelanggar-lalu-lintas-lOEIHoiALi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo (foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/17/338/2379060/polisi-cctv-elte-dapat-kenali-wajah-pelanggar-lalu-lintas-lOEIHoiALi.jpg</image><title>Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo (foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyebutkan, Korps Lalu Lintas dapat dengan cepat mengenali wajah pelaku (face recognition) dari CCTV ELTE, yang akan dipasang semakin banyak di wilayah ibukota Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Sambodo usai melakukan olah TKP kecelakaan tabrak lari pesepeda dengan menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Korlantas Polri pada Rabu (17/3/2021).

&quot;Pagi ini kami dengan Korlantas bersama-sama melaksanakan olah tkp dengan menggunakan TAA. Olah TKP ini merupakan olah TKP ketiga yang dilakukan penyidik laka,&quot; ujar Sambodo.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Polisi Gunakan Teknologi TAA Dalam Olah TKP Tabrak Lari Sepeda di Bundaran HI
Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan tiga kali kegiatan olah tempat kejadian perkara.

&quot;Olah TKP pertama pada saat kejadian di hari jumat kemudian olah TKP berikutnya kami laksanakan pada hari sabtu untuk melihat menambah alat bukti apa yang bisa kita dapatkan dari TKP termasuk CCTV yang ada di sekitar TKP,&quot; tambah Sambodo.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Polisi Periksa Saksi Kunci Kasus Pengendara Mercy Tabrak Lari Pesepeda di Bundaran HI
&quot;Olah TKP ketiga kita laksanakan hari ini dengan menggunakan TAA bahwa dengan hasil TAA ini akan menambah kelengkapan dari berkas, dan menambah keyakinan hakim pada saat sidang pengadilan,&quot; tutur Sambodo.

Lebih lanjut Sambodo mengungkapkan, pengungkapan kasus tabrak lari ini telah pihaknya laksanakan dengan scientific criminal identification.

&quot;Menemukan menentukan kendaraan yang terlibat menggunakan scientific CCTV. Kemudian yang kedua adalah menentukan siapa sopir yang menggunakan kendaraan tersebut itu juga menggunakan scientific,&quot; jelas Sambodo.

Dikatakannya dari berbagai kamera ETLE yang ada di Jakarta memiliki sejumlah histori kendaraannya sehingga kita bisa ketahui siapa pengguna kendaraan tersebut.

&quot;Kemudian dari sana akhirnya kita bisa dengan teknologi face recognition kita bisa menentukan siapa yang menjadi pengendara sekaligus menentukan dialah yang diduga sebagai pelaku,&quot; kata Sambodo.

Proses penangkapan pelaku tabrak lari pesepeda di Bundaran Hotel Indonesia telah lakukan upaya penangkapan pada hari Sabtu dini hari atau tepatnya Jumat (12/3/2021) jam 22.30 WIB.

&quot;Kemudian setelah kita tangkap dan kita kuatkan dengan alat bukti lainnya kemudian dihari Sabtu itu juga kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung kita laksanakan penahanan dan sampai saat ini yang bersangkutan pelaku atas nama MDA sudah kita tahan. Berarti sekarang menginjak hari ketiga. Kemudian untuk kondisi korban saat ini masih dalam perawatan. Kita berdoa mudah-mudahan korban bisa segera sembuh dan pulih kembali,&quot; tandas Sambodo.

</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyebutkan, Korps Lalu Lintas dapat dengan cepat mengenali wajah pelaku (face recognition) dari CCTV ELTE, yang akan dipasang semakin banyak di wilayah ibukota Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Sambodo usai melakukan olah TKP kecelakaan tabrak lari pesepeda dengan menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) bersama Korlantas Polri pada Rabu (17/3/2021).

&quot;Pagi ini kami dengan Korlantas bersama-sama melaksanakan olah tkp dengan menggunakan TAA. Olah TKP ini merupakan olah TKP ketiga yang dilakukan penyidik laka,&quot; ujar Sambodo.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Polisi Gunakan Teknologi TAA Dalam Olah TKP Tabrak Lari Sepeda di Bundaran HI
Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan tiga kali kegiatan olah tempat kejadian perkara.

&quot;Olah TKP pertama pada saat kejadian di hari jumat kemudian olah TKP berikutnya kami laksanakan pada hari sabtu untuk melihat menambah alat bukti apa yang bisa kita dapatkan dari TKP termasuk CCTV yang ada di sekitar TKP,&quot; tambah Sambodo.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Polisi Periksa Saksi Kunci Kasus Pengendara Mercy Tabrak Lari Pesepeda di Bundaran HI
&quot;Olah TKP ketiga kita laksanakan hari ini dengan menggunakan TAA bahwa dengan hasil TAA ini akan menambah kelengkapan dari berkas, dan menambah keyakinan hakim pada saat sidang pengadilan,&quot; tutur Sambodo.

Lebih lanjut Sambodo mengungkapkan, pengungkapan kasus tabrak lari ini telah pihaknya laksanakan dengan scientific criminal identification.

&quot;Menemukan menentukan kendaraan yang terlibat menggunakan scientific CCTV. Kemudian yang kedua adalah menentukan siapa sopir yang menggunakan kendaraan tersebut itu juga menggunakan scientific,&quot; jelas Sambodo.

Dikatakannya dari berbagai kamera ETLE yang ada di Jakarta memiliki sejumlah histori kendaraannya sehingga kita bisa ketahui siapa pengguna kendaraan tersebut.

&quot;Kemudian dari sana akhirnya kita bisa dengan teknologi face recognition kita bisa menentukan siapa yang menjadi pengendara sekaligus menentukan dialah yang diduga sebagai pelaku,&quot; kata Sambodo.

Proses penangkapan pelaku tabrak lari pesepeda di Bundaran Hotel Indonesia telah lakukan upaya penangkapan pada hari Sabtu dini hari atau tepatnya Jumat (12/3/2021) jam 22.30 WIB.

&quot;Kemudian setelah kita tangkap dan kita kuatkan dengan alat bukti lainnya kemudian dihari Sabtu itu juga kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung kita laksanakan penahanan dan sampai saat ini yang bersangkutan pelaku atas nama MDA sudah kita tahan. Berarti sekarang menginjak hari ketiga. Kemudian untuk kondisi korban saat ini masih dalam perawatan. Kita berdoa mudah-mudahan korban bisa segera sembuh dan pulih kembali,&quot; tandas Sambodo.

</content:encoded></item></channel></rss>
