<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ma'ruf Amin Sebut Tingginya Angka Stunting Dapat Hambat Upaya Menghasilkan Generasi Cerdas</title><description>Ma'ruf Amin menyebut sebelum kesehatan ibu hamil dan anak harus diperhatikan demi mencegah stunting.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/18/337/2380004/ma-ruf-amin-sebut-tingginya-angka-stunting-dapat-hambat-upaya-menghasilkan-generasi-cerdas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/18/337/2380004/ma-ruf-amin-sebut-tingginya-angka-stunting-dapat-hambat-upaya-menghasilkan-generasi-cerdas"/><item><title>Ma'ruf Amin Sebut Tingginya Angka Stunting Dapat Hambat Upaya Menghasilkan Generasi Cerdas</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/18/337/2380004/ma-ruf-amin-sebut-tingginya-angka-stunting-dapat-hambat-upaya-menghasilkan-generasi-cerdas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/18/337/2380004/ma-ruf-amin-sebut-tingginya-angka-stunting-dapat-hambat-upaya-menghasilkan-generasi-cerdas</guid><pubDate>Kamis 18 Maret 2021 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/18/337/2380004/ma-ruf-amin-sebut-tingginya-angka-stunting-dapat-hambat-upaya-menghasilkan-generasi-cerdas-84LOuFhRex.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres KH Ma'ruf Amin. (Foto : Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/18/337/2380004/ma-ruf-amin-sebut-tingginya-angka-stunting-dapat-hambat-upaya-menghasilkan-generasi-cerdas-84LOuFhRex.jpg</image><title>Wapres KH Ma'ruf Amin. (Foto : Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, calon pengantin harus memiliki bekal pengetahuan yang cukup serta kematangan mental sebelum merajut mahligai rumah tangga. Salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah kesehatan ibu hamil dan anak demi mencegah stunting.

&quot;Hal yang tidak kalah penting adalah pengetahuan tentang kesehatan ibu hamil dan anaknya. Pemerintah memberi perhatian ekstra pada kasus stunting di negeri ini yang masih menunjukkan angka statistik tinggi yaitu 27 persen. Artinya dari tiap sepuluh anak, tiga di antaranya menderita stunting,&quot; katanya saat membuka acara Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan, secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Ma'ruf menuturkan, stunting dapat dicegah bila anak mendapat nutrisi yang cukup selama 1.000 hari pertama kehidupannya, termasuk saat dalam kandungan. Pencegahan stunting erat terkait dengan kesehatan ibu dan balita, yang di kemudian hari sangat berpengaruh pada masa depan bangsa ini.

&quot;Upaya untuk menghasilkan generasi cerdas dan kuat tidak akan tercapai bila kita gagal menurunkan angka stunting yang masih tinggi. Masih tingginya kasus stunting justru akan menjadi beban di masa yang akan datang,&quot; tuturnya.

Ma'ruf menambahkan, perkawinan yang dipersiapkan secara matang memiliki kemungkinan yang lebih besar pada terciptanya keluarga harmonis yang bahagia. Sebaliknya, perkawinan tanpa persiapan dan perencanaan yang matang acapkali membawa dampak tidak baik pada kehidupan keluarga tersebut, seperti keluarga yang tidak harmonis dan tidak bahagia.

Ma'ruf menjelaskan, perintah nikah merupakan implementasi salah satu maqashid syariah, yaitu Hidzhun Nasl (menjaga keturunan). Kendati demikian, sangatlah penting bagi yang hendak melangsungkan pernikahan untuk memahami petunjuk agama dan negara serta memiliki bekal pengetahuan yang memadai agar pernikahannya sesuai dengan syariat dan memiliki kesiapan lebih baik untuk memiliki keturunan serta rumah tangga yang sejahtera.

Baca Juga : Ma'ruf Amin: Gerakan Pendewasaan Usia Perkawinan Harus Bisa Mengadvokasi Masyarakat

Ma'ruf lalu mengutip sabda Rasulullah SAW yang berbunyi: &quot;Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah memiliki kemampuan untuk menikah, hendaklah dia menikah&quot;.
Oleh karena itu, hal yang paling utama untuk disiapkan sebelum perkawinan ialah kematangan kedua calon mempelai, khususnya kematangan mental terkait dengan pengetahuan dan kesadaran terhadap hak dan kewajiban sebagai suami/istri untuk melaksanakan perkawinan dan hidup bersama membina sebuah keluarga.

Kemampuan yang dimaksudkan dalam hadis tersebut juga tidak berarti kesiapan fisik semata, yang seringkali dipahami hanya sebatas kesiapan fisik reproduksi termasuk kehamilan dan persalinan.

Ma'ruf berharap gerakan pendewasaan usia perkawinan dapat memberikan advokasi kepada masyarakat, bahwa usia perkawinan jangan hanya dilihat dari sisi &quot;boleh&quot;nya saja, tetapi yang paling penting adalah mengedepankan tujuan perkawinan yang harus memberikan maslahat, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Baca Juga : Ma'ruf Amin: Konseling Pranikah Penting untuk Saling Memahami Pasangan


&quot;Untuk itu membangun kemampuan seperti sabda Raslulah SAW menjadi sangat penting,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, calon pengantin harus memiliki bekal pengetahuan yang cukup serta kematangan mental sebelum merajut mahligai rumah tangga. Salah satu hal yang mesti diperhatikan adalah kesehatan ibu hamil dan anak demi mencegah stunting.

&quot;Hal yang tidak kalah penting adalah pengetahuan tentang kesehatan ibu hamil dan anaknya. Pemerintah memberi perhatian ekstra pada kasus stunting di negeri ini yang masih menunjukkan angka statistik tinggi yaitu 27 persen. Artinya dari tiap sepuluh anak, tiga di antaranya menderita stunting,&quot; katanya saat membuka acara Gerakan Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan, secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Ma'ruf menuturkan, stunting dapat dicegah bila anak mendapat nutrisi yang cukup selama 1.000 hari pertama kehidupannya, termasuk saat dalam kandungan. Pencegahan stunting erat terkait dengan kesehatan ibu dan balita, yang di kemudian hari sangat berpengaruh pada masa depan bangsa ini.

&quot;Upaya untuk menghasilkan generasi cerdas dan kuat tidak akan tercapai bila kita gagal menurunkan angka stunting yang masih tinggi. Masih tingginya kasus stunting justru akan menjadi beban di masa yang akan datang,&quot; tuturnya.

Ma'ruf menambahkan, perkawinan yang dipersiapkan secara matang memiliki kemungkinan yang lebih besar pada terciptanya keluarga harmonis yang bahagia. Sebaliknya, perkawinan tanpa persiapan dan perencanaan yang matang acapkali membawa dampak tidak baik pada kehidupan keluarga tersebut, seperti keluarga yang tidak harmonis dan tidak bahagia.

Ma'ruf menjelaskan, perintah nikah merupakan implementasi salah satu maqashid syariah, yaitu Hidzhun Nasl (menjaga keturunan). Kendati demikian, sangatlah penting bagi yang hendak melangsungkan pernikahan untuk memahami petunjuk agama dan negara serta memiliki bekal pengetahuan yang memadai agar pernikahannya sesuai dengan syariat dan memiliki kesiapan lebih baik untuk memiliki keturunan serta rumah tangga yang sejahtera.

Baca Juga : Ma'ruf Amin: Gerakan Pendewasaan Usia Perkawinan Harus Bisa Mengadvokasi Masyarakat

Ma'ruf lalu mengutip sabda Rasulullah SAW yang berbunyi: &quot;Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah memiliki kemampuan untuk menikah, hendaklah dia menikah&quot;.
Oleh karena itu, hal yang paling utama untuk disiapkan sebelum perkawinan ialah kematangan kedua calon mempelai, khususnya kematangan mental terkait dengan pengetahuan dan kesadaran terhadap hak dan kewajiban sebagai suami/istri untuk melaksanakan perkawinan dan hidup bersama membina sebuah keluarga.

Kemampuan yang dimaksudkan dalam hadis tersebut juga tidak berarti kesiapan fisik semata, yang seringkali dipahami hanya sebatas kesiapan fisik reproduksi termasuk kehamilan dan persalinan.

Ma'ruf berharap gerakan pendewasaan usia perkawinan dapat memberikan advokasi kepada masyarakat, bahwa usia perkawinan jangan hanya dilihat dari sisi &quot;boleh&quot;nya saja, tetapi yang paling penting adalah mengedepankan tujuan perkawinan yang harus memberikan maslahat, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Baca Juga : Ma'ruf Amin: Konseling Pranikah Penting untuk Saling Memahami Pasangan


&quot;Untuk itu membangun kemampuan seperti sabda Raslulah SAW menjadi sangat penting,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
