<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Tebar Satire, Singgung Sejumlah Sahabat yang Melukai</title><description>Dalam video tersebut satire SBY mengungkap tak percaya sahabat yang melukai.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/18/337/2380204/sby-tebar-satire-singgung-sejumlah-sahabat-yang-melukai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/18/337/2380204/sby-tebar-satire-singgung-sejumlah-sahabat-yang-melukai"/><item><title>SBY Tebar Satire, Singgung Sejumlah Sahabat yang Melukai</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/18/337/2380204/sby-tebar-satire-singgung-sejumlah-sahabat-yang-melukai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/18/337/2380204/sby-tebar-satire-singgung-sejumlah-sahabat-yang-melukai</guid><pubDate>Kamis 18 Maret 2021 20:50 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maaruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/18/337/2380204/sby-tebar-satire-singgung-sejumlah-sahabat-yang-melukai-IrQIGOQly7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/18/337/2380204/sby-tebar-satire-singgung-sejumlah-sahabat-yang-melukai-IrQIGOQly7.jpg</image><title>Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaupload sebuah video podcast dalam akun youtube pribadinya tentang perenungan Partai Demokrat yang tengah diacak-acak. Dalam video tersebut satire SBY mengungkap tak percaya sahabat yang melukai.

Video podcast SBY itu berjudul 'Kebenaran dan Keadilan Datangnya Sering Terlambat Tapi Pasti' Mantan Presiden itu meratapi sahabat yang telah telah lama bersama melukai dengan merusak stabilitas Partai Demokrat.

&quot;Perbuatan dan perlakuan sejumlah sahabat yang sangat melukaiku juga melukai orang-orang yang setia, yang mencintai dan berjuang di sebuah perserikatan partai politik,&quot; kata SBY salah satu bait dalam podcast, Kamis (18/3/2021).

Sahabat yang selama 20 tahun bersama tega melukai. Kejadian yang tak pernah dibayangkan akan terjadi.

&quot;Sesuatu yang menabrak akal sehat, etika dan budi pekerti juga bertentangan dengan sifat keperwiraan dan kekesatriaan,&quot; jelasnya

Baca Juga: Sindir Ikrar Setia Fraksi Demokrat, Jhoni Allen Analogikan Hubungan Suami Istri

Berikut isi lengkap video podcast tersebut:

Kebenaran dan Keadilan Datangnya Sering Lambat Tapi Pasti.

Malam itu Cikeas bagai kota mati atau dusun kecil yang terbentang di kaki bukit yang sunyi.

Suasana sungguh mencekam, hening dan sepi.

Ketika kubuka jedela, di dekat sajadah mendiang istriku yang sedikit lusuh namun menyimpan kenangan yang teramat dalam yang kini menjadi teman setiaku.

Ketika aku bersujud ke pangkuang ilahi di kejauhan, kupandangi langit yang pekat kehitaman, tak ada cahaya bulan atau gemerlapnya bintang-bintang.

Rintik hujan yang turun sejak senja pun kini telah pergi. Tinggal derak pohon dan dedaunan yang terdengar lirih berdesir pertanda angin malam menyapa dan menghampiri

Kututup kembali jendela tua di kamar ku dan aku mencoba merabahkan diriku di ranjang, mengingat jam dinding telah menunjukkan angka 12.

Namun entah kenapa sulit sekali memejamkan kedua mataku, hati ku terjaga pikiranku mengembara. Aku bangkit kembali dari tempat tidurku dan diduduk di kursi koklat tua tepat di depan televisi lamaku.

Sepertinya aku harus menata hati dan pikiranku yang tiba tiba terbang keman-mana. Nampaknya pula aku harus bertafakur, berkontemplasi seperti yang sering kulakukan disepanjang jalan hidupku. Terutama ketika aku tengah menghadapi cobaan dan ujian dari tuhanku.

Di keheningan malam itu lah aku berkontemplasi dari cobaan baru yang  aku alami. Dalam kekuatan iman yang kumiliki aku bertanya pada sang  pencipta juga mengadu mengapa cobaan ini mesti datang seperti ini.

Perbuatan dan perlakuan sejumlah sahabat yang sangat melukaiku juga  melukai orang-orang yang setia, yang mencintai dan berjuang di sebuah  perserikatan partai politik.

Yang selama 20 tahun aku juga ikut bersamanya, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan bahwa itu bakal terjadi.

Sesuatu yang menabrak akal sehat, etika dan budipekerti juga bertentangan dengan sifat keperwiraan dan kekesatriaan.

Sebenernya, aku tak meratap atau hendak meminta-minta kepada Allah di luar yang seharusnya kumohon kan kepadanya.

Aku anak desa yang dilahirkan di tanah Pacitan yang ketika aku remaja  penuh dengan tantangan baik alam maupun kehidupan. Masa laluku jauh  dari jauh dari ketercukupan.

Aku kerap terbanting dengan duka dan nestapa meski sekejappun tak pernah kufur dari rasa syukur.

Justru di usiaku yang memasuki 7 dasawarsa ini aku sering mengalami  kesulitan, bagaimana caraku berterimakasih pada sang Kholik yang telah  memberiku begitu banyak berkah dan anugrah.

Dalam kekhusukan tafakuku, Toba Toba aku terlibat percakapan di Lubuh  hatiku yang paling dalam, tentu aku tidak mengerti apakah dialog dalam  batinku ini sebuah tuntunan ilahi, atau Allah telah membukakan pintu  kalbuku untuk menggunakan semua yang telah diberikan untukku, akal,  intuisi, keyakinan yang aku miliki yang terus aku asah sepanjang  perjalanan hidupku.

Dialog dan percakapan bantinku pun berlangsung, tak ada emosi, tak  ada kegaduhan dan tak ada pula fitnah serta pertengkaran. Teduh, tulu  dan jujur.

Kenapa harus bersedih? Tidakkah cobaan dan ujian telah kau alami berpuluh-puluh kali.

Aku tau hari-harimu sungguh berat dan seolah awan hitam menyelimuti  hidupmu, aku tau di usiamu yang telah memasuki masa senja ini engkau tak  pernah membayangkan bahwa hal ini tak pernah terjadi.

Hatimu pasti terhina, sedih dan terluka.

Betapa partai politik yang gagas berdirinya serta pernah kau pimpin  dan besarkan kini harus mendapatkan perlakuan seperti ini. Sesuatu yang  ketika kuasa ada dalam dirimu, ada dalm tanganmu perlakuan tak terpuji  seperti itu tak pernah kau lakukan.

Tapi itulah hidup, itu lah takdir itu lah dunia kita, namun tak perlu  berkecil hati, tidak kan telah melalui berbagai cobaan dan ujian, dan  kau mampu mengatasinya?

Ingat bersama kesukaran ada kemudahan. Sitiap masalah ada solusinya.

Kuyakini ini tuntutan pertama.

Aku masih khusuk dalam perenungan diri. Dialog dalam batinku yang sunyi terus berlangsung.

Bisikan nurani terus berlangsung.

Bagaimana dan langkah seperti apa yang akan engkau lakukan?

Kalau itu yang engkau tanyakan sebenarnya engkau telah menemukan  jawabannya. Tidakkah pemimpin parati yang tengah diobok-obok sekarang  ini telah berketetapan hati untuk berjuangan guna mempertahankan  kedaulatan, kehormatan dan eksistensi perserikatan yang sama sama kalian  cintai.

Langkahmu sudah benar, itu misi suci, itu juga tanggung jawab  terhadap jutaan anggota partai yang sangat tidak adil jika mereka  kehilangan masa depannya. Apalagi kau sendiri mengatakan bahwa misi suci  iku hendak dilaksanakan secara damai berdasarkan konstitusi dan pranata  hukum yang belaku, itulah jalan yang insyaallah akan dirahmati oleh  tuhan.

Betapapun amarahnya kalian kau memilih kemungkaran yang sama-sama  mungkarnya, sebuah akhlaq dan peradaban politik yang mendidik dan  meneduhak.

Kuyakini inilah tuntunan yang kedua.

Aku makin khusuk dalam kontemplasi yang kulakukan, malam semakin   larut berhenti berputar, desiran angin dan pepohonan di depan rumahku   pun tak lagi ku dengar, aku bersyukur karena semua pertanyaan batin yang   kusimpan dalam hati sanubariku satu sati telah mendapatkan jawabannya

Era ini adalah era politik pasca kebenaran artinya politik tanpa   disertai kebenaran banyak fitnah, pembubuhan karakter, berita bohong   serta muslihat dan tipu daya, banyak yang berduka dan menjadi korban.

Kadang uang dan kekuasaan menyatu menjelma menjadi kekuatan maha   dahsyat yang bisa melindas dan menggila siapa saja, menghalalkan segala   cara bukanlah sebuah aib dan pertanda matinya etika,

Di tengah suasana seperti itu, engkau dan para pemimpin partai yang   saat ini tengah mencari keadilan mesti berbangga, karena kalian tak   tergoda untuk mudah berburuk sangka, menuduh sembarangan, sifat yang   tidak suzon adalah sifat yang terpuji.

Sebagian orang memang mengatakan bahwa jika kita hidup di zaman edan   jangan bersikap dan bertindak waras karena pasti tidak mendapatkan   apa-apa.

Namun jalan yang seperti itu bukan Yang kau pilih, akibatnya satu   keniscayaan, partai yang kau sayangi sering terguncang dan tersandung   itu konsekuensinya.

Namun jika itu yang kau pilih yakinkan semuanya kuat, tabah dan tegar   baik lahir maupun batin, hidup tak seindah  bulan purnama, hidup   memerlukan kesabaran dan pengorbanan.

Inilah tuntunan ketiga yang aku yakini.

Renunganku makin dalam aku tak ingat lagi aku berada dalam dunia   kalbu yang penuh keheningan itu, alam pun tak akan menemani dan ikut   berempati.

Aku tahu ada kesalahan yang ada dalam pikiranmu, bagaimana jika hukum   tidak berpihak kepada yang benar, bagaimana jika ada jarak yang   menganga antara hukum dan keadilan, kau tidak berdosa jika mencemaskan   itu, karena kau berpijak di alam nyata bukan dalam dunia legenda yang   serba indah dan penuh pesona.

Namun, yakinlah bahwa di negeri ini masih banyak yang berhati mulia   saudara-saudaramu di pinggir-pinggir kota dan di pelosok-pelosok desa   juga ikut berempati dan berdoa. Ikut merasakan apa yang kau rasakan.

Percayalah bahwa para pemegang palu keadilan akan mendapatkan tuntunan tuhan untuk senantiasa bertindak adil dan benar.

Kembali kuyakini ini adalah tuntunan ke-empat. Ketika waktu telah   bergeser perlahan menyambut datangnya fajar di dini hari, aku bagai   mendapatkan isyarat bahwa hampir rampung jawabannya kumohonkan, jawaban   terhadap istikharah yang aku lakukan.

Aku biasa memadukan antara oleh nalar intuisi, dan tuntunan yang   mahakuasa. Terlalu sombong jika manusia merasa memiliki segalanya dan   tak menyadari kelemahan dan kekurangannya.

Inilah bisikan kalbu terakhir atau yang kelima dalam renunganku di   malam perenungan yang syahdu itu, kau harus bersyukur mengamini   kata-katamu bahwa tak ada jalan yang lunak untuk meraih cita-cita yang   besar, juga Tak ada yang serna mudah untuk mengatasi masalah yang berat,

Terhadap itu semua sejarah telah mencatat bahwa yang kau katakan itu   juga telah kau jalankan dalam perjalanan hidupmu, saat ini kau juga   telah melakukannya lagi, artinya kau bukan termasuk golongan yang mudah   menyerah, semangat dan tekadmu tak mudah patah, ini modal penting bagi   mu dan semua pemimpin partai dalam meraih sukses di hadapan.

Barangkali kau sering merasa lemah ketika menghadapi yang kuat,   apalagi saat kuat, namun jangan lupa, jika Tuhan menakdirkan yang lemah   lemah itu akan diangkat menjadi aku buat, sementara itu barang kau   merasa sangat berat untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan yang   sejati, seolah jalan dihadapanmu tertutup buka ada jurang yang sangat   dalam dan tebing tinggi man terjal.  Namun percayalah, hukum kehidupan   mengajarkan bahwa pada akhirnya kebenaran dan keadilan akan datang,   datangnya mingkin lambat tapi pasti.

Di penghujung bisikan nurani itu aku, Aku menengadahkan tanganku   seraya berucap terima kasih Tuhan, betapa tentram rasa hatiku ketika   sang pencipta kini telah menguatkan hati dan pikiranku

Aku dilahirkan untuk mencintai kedamaian bukan pertentangan dan   kekerasan namun, bagaimanapun aku lebih mencintai kebenaran dan keadilan   jika kebenaran dan keadilan tegak damailah hati kita, damailah negara   kita damailah dunia kita,

Ya Allah kabulkanlah permintaanku akan hadirnya kedamaian, kebenaran,   dan keadilan di negeri tercinta ini, kepadamu aku berserah diri dan   kepadaMu aku memohon pertolongan.

Cikeas, 15 Maret 2021


</description><content:encoded>JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaupload sebuah video podcast dalam akun youtube pribadinya tentang perenungan Partai Demokrat yang tengah diacak-acak. Dalam video tersebut satire SBY mengungkap tak percaya sahabat yang melukai.

Video podcast SBY itu berjudul 'Kebenaran dan Keadilan Datangnya Sering Terlambat Tapi Pasti' Mantan Presiden itu meratapi sahabat yang telah telah lama bersama melukai dengan merusak stabilitas Partai Demokrat.

&quot;Perbuatan dan perlakuan sejumlah sahabat yang sangat melukaiku juga melukai orang-orang yang setia, yang mencintai dan berjuang di sebuah perserikatan partai politik,&quot; kata SBY salah satu bait dalam podcast, Kamis (18/3/2021).

Sahabat yang selama 20 tahun bersama tega melukai. Kejadian yang tak pernah dibayangkan akan terjadi.

&quot;Sesuatu yang menabrak akal sehat, etika dan budi pekerti juga bertentangan dengan sifat keperwiraan dan kekesatriaan,&quot; jelasnya

Baca Juga: Sindir Ikrar Setia Fraksi Demokrat, Jhoni Allen Analogikan Hubungan Suami Istri

Berikut isi lengkap video podcast tersebut:

Kebenaran dan Keadilan Datangnya Sering Lambat Tapi Pasti.

Malam itu Cikeas bagai kota mati atau dusun kecil yang terbentang di kaki bukit yang sunyi.

Suasana sungguh mencekam, hening dan sepi.

Ketika kubuka jedela, di dekat sajadah mendiang istriku yang sedikit lusuh namun menyimpan kenangan yang teramat dalam yang kini menjadi teman setiaku.

Ketika aku bersujud ke pangkuang ilahi di kejauhan, kupandangi langit yang pekat kehitaman, tak ada cahaya bulan atau gemerlapnya bintang-bintang.

Rintik hujan yang turun sejak senja pun kini telah pergi. Tinggal derak pohon dan dedaunan yang terdengar lirih berdesir pertanda angin malam menyapa dan menghampiri

Kututup kembali jendela tua di kamar ku dan aku mencoba merabahkan diriku di ranjang, mengingat jam dinding telah menunjukkan angka 12.

Namun entah kenapa sulit sekali memejamkan kedua mataku, hati ku terjaga pikiranku mengembara. Aku bangkit kembali dari tempat tidurku dan diduduk di kursi koklat tua tepat di depan televisi lamaku.

Sepertinya aku harus menata hati dan pikiranku yang tiba tiba terbang keman-mana. Nampaknya pula aku harus bertafakur, berkontemplasi seperti yang sering kulakukan disepanjang jalan hidupku. Terutama ketika aku tengah menghadapi cobaan dan ujian dari tuhanku.

Di keheningan malam itu lah aku berkontemplasi dari cobaan baru yang  aku alami. Dalam kekuatan iman yang kumiliki aku bertanya pada sang  pencipta juga mengadu mengapa cobaan ini mesti datang seperti ini.

Perbuatan dan perlakuan sejumlah sahabat yang sangat melukaiku juga  melukai orang-orang yang setia, yang mencintai dan berjuang di sebuah  perserikatan partai politik.

Yang selama 20 tahun aku juga ikut bersamanya, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan bahwa itu bakal terjadi.

Sesuatu yang menabrak akal sehat, etika dan budipekerti juga bertentangan dengan sifat keperwiraan dan kekesatriaan.

Sebenernya, aku tak meratap atau hendak meminta-minta kepada Allah di luar yang seharusnya kumohon kan kepadanya.

Aku anak desa yang dilahirkan di tanah Pacitan yang ketika aku remaja  penuh dengan tantangan baik alam maupun kehidupan. Masa laluku jauh  dari jauh dari ketercukupan.

Aku kerap terbanting dengan duka dan nestapa meski sekejappun tak pernah kufur dari rasa syukur.

Justru di usiaku yang memasuki 7 dasawarsa ini aku sering mengalami  kesulitan, bagaimana caraku berterimakasih pada sang Kholik yang telah  memberiku begitu banyak berkah dan anugrah.

Dalam kekhusukan tafakuku, Toba Toba aku terlibat percakapan di Lubuh  hatiku yang paling dalam, tentu aku tidak mengerti apakah dialog dalam  batinku ini sebuah tuntunan ilahi, atau Allah telah membukakan pintu  kalbuku untuk menggunakan semua yang telah diberikan untukku, akal,  intuisi, keyakinan yang aku miliki yang terus aku asah sepanjang  perjalanan hidupku.

Dialog dan percakapan bantinku pun berlangsung, tak ada emosi, tak  ada kegaduhan dan tak ada pula fitnah serta pertengkaran. Teduh, tulu  dan jujur.

Kenapa harus bersedih? Tidakkah cobaan dan ujian telah kau alami berpuluh-puluh kali.

Aku tau hari-harimu sungguh berat dan seolah awan hitam menyelimuti  hidupmu, aku tau di usiamu yang telah memasuki masa senja ini engkau tak  pernah membayangkan bahwa hal ini tak pernah terjadi.

Hatimu pasti terhina, sedih dan terluka.

Betapa partai politik yang gagas berdirinya serta pernah kau pimpin  dan besarkan kini harus mendapatkan perlakuan seperti ini. Sesuatu yang  ketika kuasa ada dalam dirimu, ada dalm tanganmu perlakuan tak terpuji  seperti itu tak pernah kau lakukan.

Tapi itulah hidup, itu lah takdir itu lah dunia kita, namun tak perlu  berkecil hati, tidak kan telah melalui berbagai cobaan dan ujian, dan  kau mampu mengatasinya?

Ingat bersama kesukaran ada kemudahan. Sitiap masalah ada solusinya.

Kuyakini ini tuntutan pertama.

Aku masih khusuk dalam perenungan diri. Dialog dalam batinku yang sunyi terus berlangsung.

Bisikan nurani terus berlangsung.

Bagaimana dan langkah seperti apa yang akan engkau lakukan?

Kalau itu yang engkau tanyakan sebenarnya engkau telah menemukan  jawabannya. Tidakkah pemimpin parati yang tengah diobok-obok sekarang  ini telah berketetapan hati untuk berjuangan guna mempertahankan  kedaulatan, kehormatan dan eksistensi perserikatan yang sama sama kalian  cintai.

Langkahmu sudah benar, itu misi suci, itu juga tanggung jawab  terhadap jutaan anggota partai yang sangat tidak adil jika mereka  kehilangan masa depannya. Apalagi kau sendiri mengatakan bahwa misi suci  iku hendak dilaksanakan secara damai berdasarkan konstitusi dan pranata  hukum yang belaku, itulah jalan yang insyaallah akan dirahmati oleh  tuhan.

Betapapun amarahnya kalian kau memilih kemungkaran yang sama-sama  mungkarnya, sebuah akhlaq dan peradaban politik yang mendidik dan  meneduhak.

Kuyakini inilah tuntunan yang kedua.

Aku makin khusuk dalam kontemplasi yang kulakukan, malam semakin   larut berhenti berputar, desiran angin dan pepohonan di depan rumahku   pun tak lagi ku dengar, aku bersyukur karena semua pertanyaan batin yang   kusimpan dalam hati sanubariku satu sati telah mendapatkan jawabannya

Era ini adalah era politik pasca kebenaran artinya politik tanpa   disertai kebenaran banyak fitnah, pembubuhan karakter, berita bohong   serta muslihat dan tipu daya, banyak yang berduka dan menjadi korban.

Kadang uang dan kekuasaan menyatu menjelma menjadi kekuatan maha   dahsyat yang bisa melindas dan menggila siapa saja, menghalalkan segala   cara bukanlah sebuah aib dan pertanda matinya etika,

Di tengah suasana seperti itu, engkau dan para pemimpin partai yang   saat ini tengah mencari keadilan mesti berbangga, karena kalian tak   tergoda untuk mudah berburuk sangka, menuduh sembarangan, sifat yang   tidak suzon adalah sifat yang terpuji.

Sebagian orang memang mengatakan bahwa jika kita hidup di zaman edan   jangan bersikap dan bertindak waras karena pasti tidak mendapatkan   apa-apa.

Namun jalan yang seperti itu bukan Yang kau pilih, akibatnya satu   keniscayaan, partai yang kau sayangi sering terguncang dan tersandung   itu konsekuensinya.

Namun jika itu yang kau pilih yakinkan semuanya kuat, tabah dan tegar   baik lahir maupun batin, hidup tak seindah  bulan purnama, hidup   memerlukan kesabaran dan pengorbanan.

Inilah tuntunan ketiga yang aku yakini.

Renunganku makin dalam aku tak ingat lagi aku berada dalam dunia   kalbu yang penuh keheningan itu, alam pun tak akan menemani dan ikut   berempati.

Aku tahu ada kesalahan yang ada dalam pikiranmu, bagaimana jika hukum   tidak berpihak kepada yang benar, bagaimana jika ada jarak yang   menganga antara hukum dan keadilan, kau tidak berdosa jika mencemaskan   itu, karena kau berpijak di alam nyata bukan dalam dunia legenda yang   serba indah dan penuh pesona.

Namun, yakinlah bahwa di negeri ini masih banyak yang berhati mulia   saudara-saudaramu di pinggir-pinggir kota dan di pelosok-pelosok desa   juga ikut berempati dan berdoa. Ikut merasakan apa yang kau rasakan.

Percayalah bahwa para pemegang palu keadilan akan mendapatkan tuntunan tuhan untuk senantiasa bertindak adil dan benar.

Kembali kuyakini ini adalah tuntunan ke-empat. Ketika waktu telah   bergeser perlahan menyambut datangnya fajar di dini hari, aku bagai   mendapatkan isyarat bahwa hampir rampung jawabannya kumohonkan, jawaban   terhadap istikharah yang aku lakukan.

Aku biasa memadukan antara oleh nalar intuisi, dan tuntunan yang   mahakuasa. Terlalu sombong jika manusia merasa memiliki segalanya dan   tak menyadari kelemahan dan kekurangannya.

Inilah bisikan kalbu terakhir atau yang kelima dalam renunganku di   malam perenungan yang syahdu itu, kau harus bersyukur mengamini   kata-katamu bahwa tak ada jalan yang lunak untuk meraih cita-cita yang   besar, juga Tak ada yang serna mudah untuk mengatasi masalah yang berat,

Terhadap itu semua sejarah telah mencatat bahwa yang kau katakan itu   juga telah kau jalankan dalam perjalanan hidupmu, saat ini kau juga   telah melakukannya lagi, artinya kau bukan termasuk golongan yang mudah   menyerah, semangat dan tekadmu tak mudah patah, ini modal penting bagi   mu dan semua pemimpin partai dalam meraih sukses di hadapan.

Barangkali kau sering merasa lemah ketika menghadapi yang kuat,   apalagi saat kuat, namun jangan lupa, jika Tuhan menakdirkan yang lemah   lemah itu akan diangkat menjadi aku buat, sementara itu barang kau   merasa sangat berat untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan yang   sejati, seolah jalan dihadapanmu tertutup buka ada jurang yang sangat   dalam dan tebing tinggi man terjal.  Namun percayalah, hukum kehidupan   mengajarkan bahwa pada akhirnya kebenaran dan keadilan akan datang,   datangnya mingkin lambat tapi pasti.

Di penghujung bisikan nurani itu aku, Aku menengadahkan tanganku   seraya berucap terima kasih Tuhan, betapa tentram rasa hatiku ketika   sang pencipta kini telah menguatkan hati dan pikiranku

Aku dilahirkan untuk mencintai kedamaian bukan pertentangan dan   kekerasan namun, bagaimanapun aku lebih mencintai kebenaran dan keadilan   jika kebenaran dan keadilan tegak damailah hati kita, damailah negara   kita damailah dunia kita,

Ya Allah kabulkanlah permintaanku akan hadirnya kedamaian, kebenaran,   dan keadilan di negeri tercinta ini, kepadamu aku berserah diri dan   kepadaMu aku memohon pertolongan.

Cikeas, 15 Maret 2021


</content:encoded></item></channel></rss>
