<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gereja Katolik Jerman Siap Rilis Laporan Terkait Pelecehan Seks</title><description>Laporan pada 2018 menyebutkan lebih dari 3.000 orang telah dilecehkan oleh pastor dan pejabat gereja di Jerman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/19/18/2380467/gereja-katolik-jerman-siap-rilis-laporan-terkait-pelecehan-seks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/19/18/2380467/gereja-katolik-jerman-siap-rilis-laporan-terkait-pelecehan-seks"/><item><title>Gereja Katolik Jerman Siap Rilis Laporan Terkait Pelecehan Seks</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/19/18/2380467/gereja-katolik-jerman-siap-rilis-laporan-terkait-pelecehan-seks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/19/18/2380467/gereja-katolik-jerman-siap-rilis-laporan-terkait-pelecehan-seks</guid><pubDate>Jum'at 19 Maret 2021 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/19/18/2380467/gereja-katolik-jerman-siap-rilis-laporan-terkait-pelecehan-seks-OLaZ5ytNpR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/19/18/2380467/gereja-katolik-jerman-siap-rilis-laporan-terkait-pelecehan-seks-OLaZ5ytNpR.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>KOLN - Sebuah laporan yang sangat ditunggu-tunggu tentang penanganan pejabat gereja Katolik Jerman atas kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastor dan pejabat gereja lainnya akan dirilis Kamis (18/3/2021).
Laporan itu disusun oleh sebuah firma hukum atas instruksi keuskupan agung K&amp;ouml;ln, Jerman. Uskup Agung K&amp;ouml;ln, Kardinal Rainer Maria Woelki, sebelumnya sempat membuat marah banyak umat Katolik Roma setempat karena selama berbulan-bulan merahasiakan laporan tentang bagaimana para pejabat gereja setempat bereaksi ketika sejumlah pastor dituduh melakukan pelecehan seksual.
BACA JUGA: Pastor-Pastor di Jerman Lecehkan Lebih dari 3 Ribu Anak Selama Puluhan Tahun
Kardinal tersebut mengatakan, ia mengambil tindakan itu karena mengkhawatirkan kemungkinan dampak hukumnya jika mempublikasikan hasil studi tersebut.
Laporan soal penanganan pejabat gereja Katolik Jerman atas kasus-kasus pelecehan seksual yang akan dipublikasikan Kamis malam dibuat oleh firma hukum yang berbeda.
Kritik keras muncul di kalangan gereja Jerman dalam beberapa pekan terakhir. Kepala Konferensi Waligereja Jerman, Uskup Limburg Georg Baetzing, bulan lalu menggambarkan manajemen krisis di K&amp;ouml;ln sebagai &amp;ldquo;bencana'' tetapi mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi.
BACA JUGA: Laporan Ungkap Biarawati di Jerman &quot;Sewakan&quot; Anak Yatim Piatu untuk Pesta Seks
Pengungkapan tentang pelecehan seksual pada masa lalu telah membuat prihatin banyak gereja di Jerman dan negara-negara lain selama bertahun-tahun. Banyak pejabat gereja merasa risih dan ingin mundur dari posisi mereka.
Sebuah pengadilan di K&amp;ouml;ln bulan lalu mengumumkan bahwa mereka  meningkatkan jumlah penanganan kasus para pejabat gereja yang ingin  meninggalkan pekerjaan mereka secara resmi, dari 1000 menjadi 1.500  mulai Maret, menyusul munculnya permintaan yang kuat.
Pada 2018, sebuah laporan yang dibuat atas perintah gereja  menyimpulkan bahwa setidaknya 3.677 orang telah dilecehkan oleh pastor  dan pejabat gereja lainnya di Jerman antara 1946 dan 2014. Lebih dari  separuh korban berusia 13 tahun atau lebih muda ketika pelecehan  terjadi, dan hampir sepertiga dari mereka adalah putra altar.
Januari lalu, sistem baru yang dibuat oleh gereja untuk memberikan  kompensasi bagi para korban pelecehan, mulai berlaku. Sistem itu  memberikan pembayaran hingga sekitar 50.000 euro (sekira Rp859 juta)  untuk setiap korban. Berdasarkan sistem sebelumnya yang diterapkan sejak  2011, pembayaran rata-rata hanya sekira 5.000 euro (sekira Rp85,9 juta)  per korban.
</description><content:encoded>KOLN - Sebuah laporan yang sangat ditunggu-tunggu tentang penanganan pejabat gereja Katolik Jerman atas kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastor dan pejabat gereja lainnya akan dirilis Kamis (18/3/2021).
Laporan itu disusun oleh sebuah firma hukum atas instruksi keuskupan agung K&amp;ouml;ln, Jerman. Uskup Agung K&amp;ouml;ln, Kardinal Rainer Maria Woelki, sebelumnya sempat membuat marah banyak umat Katolik Roma setempat karena selama berbulan-bulan merahasiakan laporan tentang bagaimana para pejabat gereja setempat bereaksi ketika sejumlah pastor dituduh melakukan pelecehan seksual.
BACA JUGA: Pastor-Pastor di Jerman Lecehkan Lebih dari 3 Ribu Anak Selama Puluhan Tahun
Kardinal tersebut mengatakan, ia mengambil tindakan itu karena mengkhawatirkan kemungkinan dampak hukumnya jika mempublikasikan hasil studi tersebut.
Laporan soal penanganan pejabat gereja Katolik Jerman atas kasus-kasus pelecehan seksual yang akan dipublikasikan Kamis malam dibuat oleh firma hukum yang berbeda.
Kritik keras muncul di kalangan gereja Jerman dalam beberapa pekan terakhir. Kepala Konferensi Waligereja Jerman, Uskup Limburg Georg Baetzing, bulan lalu menggambarkan manajemen krisis di K&amp;ouml;ln sebagai &amp;ldquo;bencana'' tetapi mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi.
BACA JUGA: Laporan Ungkap Biarawati di Jerman &quot;Sewakan&quot; Anak Yatim Piatu untuk Pesta Seks
Pengungkapan tentang pelecehan seksual pada masa lalu telah membuat prihatin banyak gereja di Jerman dan negara-negara lain selama bertahun-tahun. Banyak pejabat gereja merasa risih dan ingin mundur dari posisi mereka.
Sebuah pengadilan di K&amp;ouml;ln bulan lalu mengumumkan bahwa mereka  meningkatkan jumlah penanganan kasus para pejabat gereja yang ingin  meninggalkan pekerjaan mereka secara resmi, dari 1000 menjadi 1.500  mulai Maret, menyusul munculnya permintaan yang kuat.
Pada 2018, sebuah laporan yang dibuat atas perintah gereja  menyimpulkan bahwa setidaknya 3.677 orang telah dilecehkan oleh pastor  dan pejabat gereja lainnya di Jerman antara 1946 dan 2014. Lebih dari  separuh korban berusia 13 tahun atau lebih muda ketika pelecehan  terjadi, dan hampir sepertiga dari mereka adalah putra altar.
Januari lalu, sistem baru yang dibuat oleh gereja untuk memberikan  kompensasi bagi para korban pelecehan, mulai berlaku. Sistem itu  memberikan pembayaran hingga sekitar 50.000 euro (sekira Rp859 juta)  untuk setiap korban. Berdasarkan sistem sebelumnya yang diterapkan sejak  2011, pembayaran rata-rata hanya sekira 5.000 euro (sekira Rp85,9 juta)  per korban.
</content:encoded></item></channel></rss>
