<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Penggumpalan Darah, Wanita Ini Meninggal Usai Divaksin Covid-19 AstraZeneca</title><description>Seorang perempuan Swedia yang awalnya sehat meninggal sekitar sepekan usai divaksin Covid-19 AstraZeneca.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/19/18/2380502/kasus-penggumpalan-darah-wanita-ini-meninggal-usai-divaksin-covid-19-astrazeneca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/19/18/2380502/kasus-penggumpalan-darah-wanita-ini-meninggal-usai-divaksin-covid-19-astrazeneca"/><item><title>Kasus Penggumpalan Darah, Wanita Ini Meninggal Usai Divaksin Covid-19 AstraZeneca</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/19/18/2380502/kasus-penggumpalan-darah-wanita-ini-meninggal-usai-divaksin-covid-19-astrazeneca</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/19/18/2380502/kasus-penggumpalan-darah-wanita-ini-meninggal-usai-divaksin-covid-19-astrazeneca</guid><pubDate>Jum'at 19 Maret 2021 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/19/18/2380502/kasus-penggumpalan-darah-wanita-ini-meninggal-usai-divaksin-covid-19-astrazeneca-DOdqKXuZqv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 AstraZeneca (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/19/18/2380502/kasus-penggumpalan-darah-wanita-ini-meninggal-usai-divaksin-covid-19-astrazeneca-DOdqKXuZqv.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 AstraZeneca (Foto: Reuters)</title></images><description>STOCKHOLM - Seorang perempuan Swedia yang awalnya sehat meninggal dunia sekitar sepekan usai divaksin Covid-19 AstraZeneca.
&quot;Ini adalah kasus penggumpalan darah di arteri dan vena dan juga perdarahan hebat, yakni peristiwa tak biasa yang menjadi fokus penyelidikan Badan Pengawas Obat Eropa (EMA),&quot; kata Kepala Keamanan Obat Swedish Medical Products Agency, Veronica Arthurson saat konferensi pers.
Otoritas Swedia pada Kamis (18/3) mengatakan masih akan menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca hingga pekan depan.
(Baca juga: Hadapi gelombang Pandemi Covid-19 Ketiga, Paris Bersiap Lockdown Kembali)
Sementara itu, EMA menyimpulkan vaksin Covid-19 yang diproduksi Oxford-AstraZeneca &quot;aman dan efektif&quot;.
&amp;nbsp;EMA melakukan investigasi setelah 13 negara anggota Uni Eropa menghentikan sementara vaksinasi Covid-19 setelah muncul kekhawatiran vaksin AstraZeneca &quot;bisa menyebabkan penggumpalan darah&quot;.
Pada Kamis (18/03), EMA menyatakan &quot;suntikan vaksin tidak menyebabkan peningkatan risiko penggumpalan darah&quot;.
&amp;nbsp;Direktur eksekutif EMA, Emer Cooke, dalam keterangan pers mengatakan, vaksin AstraZeneca aman dan efektif.
(Baca juga: Gereja Katolik Jerman Siap Rilis Laporan Terkait Pelecehan Seks)
&quot;Manfaatnya dalam melindungi warga dari Covid-19 terkait dengan potensi kematian dan perawatan di rumah sakit (jika terkena Covid-19) lebih besar daririsiko yang mungkin ditimbulkan,&quot; ujar Cooke.
EMA mengatakan tetap &quot;sangat yakin&quot; atas manfaat vaksin Oxford-AstraZeneca melebihi risiko yang ditimbulkan.
Regulator itu kembali menekankan &quot;tak ada indikasi&quot; vaksin itu menyebabkan penggumpalan darah, setelah sejumlah negara besar Eropa menunda distribusi.
&amp;nbsp;Cooke, mengatakan badan itu tetap pada keputusan mereka menyepakati vaksin AstraZeneca. Adapun penyelidikan terkait kasus penggumpalan darah atas 37 orang masih berlangsung.
&amp;nbsp;Terkait hal ini, Italia, Spanyol, dan Jerman mengumumkan mereka akan melanjutkan kembali vaksinasi.</description><content:encoded>STOCKHOLM - Seorang perempuan Swedia yang awalnya sehat meninggal dunia sekitar sepekan usai divaksin Covid-19 AstraZeneca.
&quot;Ini adalah kasus penggumpalan darah di arteri dan vena dan juga perdarahan hebat, yakni peristiwa tak biasa yang menjadi fokus penyelidikan Badan Pengawas Obat Eropa (EMA),&quot; kata Kepala Keamanan Obat Swedish Medical Products Agency, Veronica Arthurson saat konferensi pers.
Otoritas Swedia pada Kamis (18/3) mengatakan masih akan menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca hingga pekan depan.
(Baca juga: Hadapi gelombang Pandemi Covid-19 Ketiga, Paris Bersiap Lockdown Kembali)
Sementara itu, EMA menyimpulkan vaksin Covid-19 yang diproduksi Oxford-AstraZeneca &quot;aman dan efektif&quot;.
&amp;nbsp;EMA melakukan investigasi setelah 13 negara anggota Uni Eropa menghentikan sementara vaksinasi Covid-19 setelah muncul kekhawatiran vaksin AstraZeneca &quot;bisa menyebabkan penggumpalan darah&quot;.
Pada Kamis (18/03), EMA menyatakan &quot;suntikan vaksin tidak menyebabkan peningkatan risiko penggumpalan darah&quot;.
&amp;nbsp;Direktur eksekutif EMA, Emer Cooke, dalam keterangan pers mengatakan, vaksin AstraZeneca aman dan efektif.
(Baca juga: Gereja Katolik Jerman Siap Rilis Laporan Terkait Pelecehan Seks)
&quot;Manfaatnya dalam melindungi warga dari Covid-19 terkait dengan potensi kematian dan perawatan di rumah sakit (jika terkena Covid-19) lebih besar daririsiko yang mungkin ditimbulkan,&quot; ujar Cooke.
EMA mengatakan tetap &quot;sangat yakin&quot; atas manfaat vaksin Oxford-AstraZeneca melebihi risiko yang ditimbulkan.
Regulator itu kembali menekankan &quot;tak ada indikasi&quot; vaksin itu menyebabkan penggumpalan darah, setelah sejumlah negara besar Eropa menunda distribusi.
&amp;nbsp;Cooke, mengatakan badan itu tetap pada keputusan mereka menyepakati vaksin AstraZeneca. Adapun penyelidikan terkait kasus penggumpalan darah atas 37 orang masih berlangsung.
&amp;nbsp;Terkait hal ini, Italia, Spanyol, dan Jerman mengumumkan mereka akan melanjutkan kembali vaksinasi.</content:encoded></item></channel></rss>
