<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sikapi Perubahan Iklim, Pemerintah Tekankan Pentingnya Gaya Hidup Ramah Lingkungan</title><description>Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membentuk program Kampung Iklim.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/19/337/2380834/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-tekankan-pentingnya-gaya-hidup-ramah-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/19/337/2380834/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-tekankan-pentingnya-gaya-hidup-ramah-lingkungan"/><item><title>Sikapi Perubahan Iklim, Pemerintah Tekankan Pentingnya Gaya Hidup Ramah Lingkungan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/19/337/2380834/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-tekankan-pentingnya-gaya-hidup-ramah-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/19/337/2380834/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-tekankan-pentingnya-gaya-hidup-ramah-lingkungan</guid><pubDate>Jum'at 19 Maret 2021 19:29 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/19/337/2380834/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-tekankan-pentingnya-gaya-hidup-ramah-lingkungan-gyFUN6joE0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/19/337/2380834/sikapi-perubahan-iklim-pemerintah-tekankan-pentingnya-gaya-hidup-ramah-lingkungan-gyFUN6joE0.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membentuk program Kampung Iklim. Program ini sudah diterapkan ke beberapa daerah untuk membiasakan diri hidup ramah lingkungan.

&quot;Konsep Kampung Iklim  adalah bagaimana kita secara bersama sama mulai memakai gaya hidup ramah lingkungan,&quot; ujar Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dalam sambutannya pada kunjungan ke Kampung Iklim di Karawaci Tangerang dan di Sunter, Jakarta Utara.

Gaya hidup ramah lingkungan disebut Menteri Siti banyak bentuknya dan sangat dekat dengan kehidupan kita, seperti bagaimana cara kita mengelola makanan, cara kita mengelola sampah, cara kita memakai air dan lain sebagainya.

Kesemuanya harus mulai dijadikan gaya hidup masyarakat sehari-hari agar upaya penanggulangan perubahan iklim dapat lebih kongkrit dan nyata terlihat hasilnya.

Hal ini menurutnya sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa setiap program pemerintah untuk masyarakat terlihat bentuk nyatanya di lapangan.

Saat ini Proklim di Indonesia telah berjalan di hampir 3 ribuan desa seluruh Indonesia. Menteri Siti berharap agar program ini dapat lebih banyak lagi direplikasi hingga mencapai 10 - 20 ribu kampung iklim diseluruh Indonesia.

&quot;Harusnya menurut saya sepertiga desa seluruh Indonesia yang jumlahnya sekitar 80 ribuan memahami gaya hidup ramah lingkungan ini karena penting,&quot; imbuhnya.

Menteri Siti mengatakan,  yang tidak kalah penting bahwa kampung kampung iklim ini harus saling berjejaring atau terhubung satu sama lainya karena setiap kampung iklim memiliki cara dan keunikan sendiri. Dengan berjejaring maka antar kampung iklim dapat saling belajar dan mencontoh agar menjadi semakin baik.

Diketahui, kunjungan kerja Menteri Siti ke Tangerang adalah  mengunjungi Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Benua Hijau yang  berlokasi di RW 07 Komplek Perumahan Benua Indah, Karawaci, Tangerang.

Sedangkan di Sunter Menteri Siti mengunjungi RW 01 Sunter  Jaya, Tanjung Priok Jakarta Utara yang menjadi percontohan kampung iklim  di DKI Jakarta.

Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah program berlingkup nasional  yang dikelola oleh KLHK dalam rangka meningkatkan keterlibatan  masyarakat dan pemangku kepentingan lain, untuk melakukan penguatan  kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi  GRK.

Serta, memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi  perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan  kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

Pelaksanaan Proklim mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup  dan Kehutanan Nomor 84 tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim, dimana  di dalamnya terkandung komponen utama, syarat pengusulan, penilaian dan  kategori Proklim.

Dalam peraturan menteri tersebut juga disinggung bahwa ProKlim dapat  dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah  setingkat RW atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa.

Dalam kunjungan kerja ke Kota Tangerang hadir mendampingi Menteri LHK  yaitu Walikota Tangerang Arief F Wismansyah, selanjutnya pada kunjungan  ke Jakarta Utara hadir Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membentuk program Kampung Iklim. Program ini sudah diterapkan ke beberapa daerah untuk membiasakan diri hidup ramah lingkungan.

&quot;Konsep Kampung Iklim  adalah bagaimana kita secara bersama sama mulai memakai gaya hidup ramah lingkungan,&quot; ujar Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dalam sambutannya pada kunjungan ke Kampung Iklim di Karawaci Tangerang dan di Sunter, Jakarta Utara.

Gaya hidup ramah lingkungan disebut Menteri Siti banyak bentuknya dan sangat dekat dengan kehidupan kita, seperti bagaimana cara kita mengelola makanan, cara kita mengelola sampah, cara kita memakai air dan lain sebagainya.

Kesemuanya harus mulai dijadikan gaya hidup masyarakat sehari-hari agar upaya penanggulangan perubahan iklim dapat lebih kongkrit dan nyata terlihat hasilnya.

Hal ini menurutnya sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa setiap program pemerintah untuk masyarakat terlihat bentuk nyatanya di lapangan.

Saat ini Proklim di Indonesia telah berjalan di hampir 3 ribuan desa seluruh Indonesia. Menteri Siti berharap agar program ini dapat lebih banyak lagi direplikasi hingga mencapai 10 - 20 ribu kampung iklim diseluruh Indonesia.

&quot;Harusnya menurut saya sepertiga desa seluruh Indonesia yang jumlahnya sekitar 80 ribuan memahami gaya hidup ramah lingkungan ini karena penting,&quot; imbuhnya.

Menteri Siti mengatakan,  yang tidak kalah penting bahwa kampung kampung iklim ini harus saling berjejaring atau terhubung satu sama lainya karena setiap kampung iklim memiliki cara dan keunikan sendiri. Dengan berjejaring maka antar kampung iklim dapat saling belajar dan mencontoh agar menjadi semakin baik.

Diketahui, kunjungan kerja Menteri Siti ke Tangerang adalah  mengunjungi Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Benua Hijau yang  berlokasi di RW 07 Komplek Perumahan Benua Indah, Karawaci, Tangerang.

Sedangkan di Sunter Menteri Siti mengunjungi RW 01 Sunter  Jaya, Tanjung Priok Jakarta Utara yang menjadi percontohan kampung iklim  di DKI Jakarta.

Program Kampung Iklim (ProKlim) adalah program berlingkup nasional  yang dikelola oleh KLHK dalam rangka meningkatkan keterlibatan  masyarakat dan pemangku kepentingan lain, untuk melakukan penguatan  kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi  GRK.

Serta, memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi  perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan  kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

Pelaksanaan Proklim mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup  dan Kehutanan Nomor 84 tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim, dimana  di dalamnya terkandung komponen utama, syarat pengusulan, penilaian dan  kategori Proklim.

Dalam peraturan menteri tersebut juga disinggung bahwa ProKlim dapat  dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah  setingkat RW atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa.

Dalam kunjungan kerja ke Kota Tangerang hadir mendampingi Menteri LHK  yaitu Walikota Tangerang Arief F Wismansyah, selanjutnya pada kunjungan  ke Jakarta Utara hadir Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim.</content:encoded></item></channel></rss>
