<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Makin Parah, 18.000 Orang Dievakuasi dari NSW, Australia</title><description>Hujan deras diperkirakan akan terus berlanjut hingga Rabu (24/3/2021).</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/22/18/2381822/banjir-makin-parah-18-000-orang-dievakuasi-dari-nsw-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/22/18/2381822/banjir-makin-parah-18-000-orang-dievakuasi-dari-nsw-australia"/><item><title>Banjir Makin Parah, 18.000 Orang Dievakuasi dari NSW, Australia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/22/18/2381822/banjir-makin-parah-18-000-orang-dievakuasi-dari-nsw-australia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/22/18/2381822/banjir-makin-parah-18-000-orang-dievakuasi-dari-nsw-australia</guid><pubDate>Senin 22 Maret 2021 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/22/18/2381822/banjir-makin-parah-18-000-orang-dievakuasi-dari-nsw-australia-qqDw2oAAHi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/22/18/2381822/banjir-makin-parah-18-000-orang-dievakuasi-dari-nsw-australia-qqDw2oAAHi.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>SYDNEY - Pihak berwenang Australia berencana untuk mengevakuasi ribuan orang lagi pada Senin (22/3/2021) dari pinggiran kota yang terkena banjir di barat Sydney. Australia tengah dilanda banjir terburuk dalam 60 tahun dengan hujan deras diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan.
Hujan tak henti-hentinya selama tiga hari terakhir membanjiri sungai di Negara Bagian New South Wales (NSW) terpadat di Australia, menyebabkan kerusakan yang meluas dan memicu seruan untuk evakuasi massal.
BACA JUGA: Australia Dilanda Banjir Terparah dalam Setengah Abad
&quot;Kami perlu menguatkan diri, ini akan menjadi minggu yang sangat sulit,&quot; kata Perdana Menteri negara bagian NSW Gladys Berejiklian kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters, Senin.
Hujan deras yang telah menenggelamkan sebagian besar NSW sangat kontras dengan kondisi cuaca di wilayah yang sama tahun lalu, ketika pihak berwenang sedang memerangi kekeringan dan kebakaran hutan yang dahsyat.
&quot;Saya tidak tahu kapan pun dalam sejarah negara bagian di mana kami mengalami kondisi cuaca ekstrem ini secara berurutan di tengah pandemi,&quot; kata Berejiklian.
BACA JUGA: Detik-Detik Banjir 'Telan' Mobil Warga Australia
Sydney pada Minggu (21/3/2021) mencatat hari terbasah dalam setahun dengan curah hujan hampir 111 mm, sementara beberapa daerah di pantai utara NSW menerima hampir 900 mm hujan dalam enam hari terakhir, lebih dari tiga kali rata-rata bulan Maret, data pemerintah menunjukkan.
Pihak berwenang mengatakan sekitar 18.000 orang telah dievakuasi dari daerah dataran rendah negara bagian itu.

Sebagian besar pantai timur negara itu akan dilanda hujan lebih lebat  mulai Senin karena kombinasi dataran rendah tropis di utara Australia  Barat dan palung pantai di lepas pantai NSW, kata pejabat Biro  Meteorologi (BoM) Jane Golding.
&quot;Kami memperkirakan hujan lebat ini akan turun di daerah yang tidak  mengalami banyak hujan selama beberapa hari terakhir, kami memperkirakan  risiko banjir juga akan berkembang di daerah itu,&quot; kata Golding kepada  wartawan.
Beberapa tempat di wilayah barat Sydney telah mengalami banjir  terparah sejak 1961, kata pihak berwenang, karena mereka memperkirakan  cuaca liar akan berlanjut hingga Rabu (24/3/2021).
Peringatan banjir parah telah dikeluarkan untuk sebagian besar NSW serta negara tetangga Queensland.</description><content:encoded>SYDNEY - Pihak berwenang Australia berencana untuk mengevakuasi ribuan orang lagi pada Senin (22/3/2021) dari pinggiran kota yang terkena banjir di barat Sydney. Australia tengah dilanda banjir terburuk dalam 60 tahun dengan hujan deras diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan.
Hujan tak henti-hentinya selama tiga hari terakhir membanjiri sungai di Negara Bagian New South Wales (NSW) terpadat di Australia, menyebabkan kerusakan yang meluas dan memicu seruan untuk evakuasi massal.
BACA JUGA: Australia Dilanda Banjir Terparah dalam Setengah Abad
&quot;Kami perlu menguatkan diri, ini akan menjadi minggu yang sangat sulit,&quot; kata Perdana Menteri negara bagian NSW Gladys Berejiklian kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters, Senin.
Hujan deras yang telah menenggelamkan sebagian besar NSW sangat kontras dengan kondisi cuaca di wilayah yang sama tahun lalu, ketika pihak berwenang sedang memerangi kekeringan dan kebakaran hutan yang dahsyat.
&quot;Saya tidak tahu kapan pun dalam sejarah negara bagian di mana kami mengalami kondisi cuaca ekstrem ini secara berurutan di tengah pandemi,&quot; kata Berejiklian.
BACA JUGA: Detik-Detik Banjir 'Telan' Mobil Warga Australia
Sydney pada Minggu (21/3/2021) mencatat hari terbasah dalam setahun dengan curah hujan hampir 111 mm, sementara beberapa daerah di pantai utara NSW menerima hampir 900 mm hujan dalam enam hari terakhir, lebih dari tiga kali rata-rata bulan Maret, data pemerintah menunjukkan.
Pihak berwenang mengatakan sekitar 18.000 orang telah dievakuasi dari daerah dataran rendah negara bagian itu.

Sebagian besar pantai timur negara itu akan dilanda hujan lebih lebat  mulai Senin karena kombinasi dataran rendah tropis di utara Australia  Barat dan palung pantai di lepas pantai NSW, kata pejabat Biro  Meteorologi (BoM) Jane Golding.
&quot;Kami memperkirakan hujan lebat ini akan turun di daerah yang tidak  mengalami banyak hujan selama beberapa hari terakhir, kami memperkirakan  risiko banjir juga akan berkembang di daerah itu,&quot; kata Golding kepada  wartawan.
Beberapa tempat di wilayah barat Sydney telah mengalami banjir  terparah sejak 1961, kata pihak berwenang, karena mereka memperkirakan  cuaca liar akan berlanjut hingga Rabu (24/3/2021).
Peringatan banjir parah telah dikeluarkan untuk sebagian besar NSW serta negara tetangga Queensland.</content:encoded></item></channel></rss>
