<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rayakan Hari Air Sedunia, Anies Tanam Pohon Loa di TMB Gintung      </title><description>Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Ciliwung Institute dan warga merayakan Hari Air sedunia</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/22/338/2381993/rayakan-hari-air-sedunia-anies-tanam-pohon-loa-di-tmb-gintung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/22/338/2381993/rayakan-hari-air-sedunia-anies-tanam-pohon-loa-di-tmb-gintung"/><item><title>Rayakan Hari Air Sedunia, Anies Tanam Pohon Loa di TMB Gintung      </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/22/338/2381993/rayakan-hari-air-sedunia-anies-tanam-pohon-loa-di-tmb-gintung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/22/338/2381993/rayakan-hari-air-sedunia-anies-tanam-pohon-loa-di-tmb-gintung</guid><pubDate>Senin 22 Maret 2021 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Komaruddin Bagja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/22/338/2381993/rayakan-hari-air-sedunia-anies-tanam-pohon-loa-di-tmb-gintung-7e48XvTCSw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan saat penanaman pohon loa memperingati Hari Air Sedunia.(Foto:SINDOnews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/22/338/2381993/rayakan-hari-air-sedunia-anies-tanam-pohon-loa-di-tmb-gintung-7e48XvTCSw.jpg</image><title>Anies Baswedan saat penanaman pohon loa memperingati Hari Air Sedunia.(Foto:SINDOnews)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan dan jajaran Pemprov DKI Jakarta, bersama Ciliwung Institute dan warga merayakan Hari Air Sedunia dengan menanam Pohon Loa di Bantaran Kali Ciliwung, Taman Maju Bersama (TMB) Gintung, Pangkalan Pakis Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (22/3/2021).
Dipilihnya pohon Loa untuk di tanam di bantaran sungai, karena memiliki akar yang dapat mengikat tanah sehingga ekosistem sungai dapat terjaga dan terhindar dari erosi.
Dalam sambutannya,  Anies mengingatkan adanya perubahan paradigma, di mana kehadiran manusia yang dahulu selalu bisa menaklukan alam dengan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Usai Sholat Subuh Berjamaah, Anies Baswedan Kunjungi Gereja Sion
Kini akibat perubahan alam yang luar biasa ditambah dengan kerusakan alam membuat manusia harus beradaptasi dengan alam.
Baca Juga: Tinjau Pembangunan Kampung Akuarium, Anies : Progres Sudah 35%
&amp;ldquo;Sekarang kita harus secara serius mencari cara untuk bisa menyesuaikan dengan kehidupan alam itu. Jadi saat kita bicara naturalisasi, maka bagaimana kita hidup bersama dengan siklus alam, cobtohnya sungai yang memiliki pasang dan surut, sehingga kita harus membangun dengan mengikuti siklus tersebut,&amp;rdquo; jelas Anies.
Mantan Mendikbud itu memberikan contoh keberadaan TMB Gintung yang merupakan taman di tepian Kali Ciliwung lengkap dengan keberagaman hayati (hewan dan tumbuhan) yang dibangun berkolaborasi dengan warga dan komunitas.TMB ini berfungsi sebagai pangkalan air di mana saat musim penghujan  sebagian besar areanya akan terendam dan membuat aliran sungai  terkontrol. Sedangkan saat kemarau akan surut dan dapat dimanfaatkan  warga dari mulai berkebun hingga melakukan kegiatan alam.
&amp;ldquo;Contoh taman ini, yang menjadi kolaborasi bagaimana dimanfaatkan  saat surut maupun saat pasang yang menjadi tempat parkir air. Kami ingin  kolaborasi ini dikembangkan sehingga lebih banyak lagi kegiatan dari  warga yang melestarikan alam dengan didukung pemerintah dan pemerintah  hadir untuk memastikan bahwa alam terjaga dengan baik,&amp;rdquo; tambahnya.
Keberadaan TMB Gintung ini juga sebagai bagian dari upaya merawat  tradisi warga Jakarta yang telah lama bersahabat dengan Kali Ciliwung,  di mana konsep pasang dan surut sungai sudah dikenal sejak kota Jakarta  terbentuk.
&amp;ldquo;Tradisi itu akumulasi wisdom (kebijaksanaan) lintas zaman dan ini  punya nilai hikmah yg sudah diuji lewat waktu. Seperti halnya Ciliwung  yang menjadi pusat kehidupan karena ada air. Jadi tempat ini memiliki  sejarah amat panjang dan di sini ada wisdom lintas generasi yang harus  dikembangkan. Bila di Jakarta kita bisa bangun ini, maka akan jadi  contoh bukan hanya di indonesia tetapi juga dunia,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan dan jajaran Pemprov DKI Jakarta, bersama Ciliwung Institute dan warga merayakan Hari Air Sedunia dengan menanam Pohon Loa di Bantaran Kali Ciliwung, Taman Maju Bersama (TMB) Gintung, Pangkalan Pakis Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (22/3/2021).
Dipilihnya pohon Loa untuk di tanam di bantaran sungai, karena memiliki akar yang dapat mengikat tanah sehingga ekosistem sungai dapat terjaga dan terhindar dari erosi.
Dalam sambutannya,  Anies mengingatkan adanya perubahan paradigma, di mana kehadiran manusia yang dahulu selalu bisa menaklukan alam dengan teknologi dan ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Usai Sholat Subuh Berjamaah, Anies Baswedan Kunjungi Gereja Sion
Kini akibat perubahan alam yang luar biasa ditambah dengan kerusakan alam membuat manusia harus beradaptasi dengan alam.
Baca Juga: Tinjau Pembangunan Kampung Akuarium, Anies : Progres Sudah 35%
&amp;ldquo;Sekarang kita harus secara serius mencari cara untuk bisa menyesuaikan dengan kehidupan alam itu. Jadi saat kita bicara naturalisasi, maka bagaimana kita hidup bersama dengan siklus alam, cobtohnya sungai yang memiliki pasang dan surut, sehingga kita harus membangun dengan mengikuti siklus tersebut,&amp;rdquo; jelas Anies.
Mantan Mendikbud itu memberikan contoh keberadaan TMB Gintung yang merupakan taman di tepian Kali Ciliwung lengkap dengan keberagaman hayati (hewan dan tumbuhan) yang dibangun berkolaborasi dengan warga dan komunitas.TMB ini berfungsi sebagai pangkalan air di mana saat musim penghujan  sebagian besar areanya akan terendam dan membuat aliran sungai  terkontrol. Sedangkan saat kemarau akan surut dan dapat dimanfaatkan  warga dari mulai berkebun hingga melakukan kegiatan alam.
&amp;ldquo;Contoh taman ini, yang menjadi kolaborasi bagaimana dimanfaatkan  saat surut maupun saat pasang yang menjadi tempat parkir air. Kami ingin  kolaborasi ini dikembangkan sehingga lebih banyak lagi kegiatan dari  warga yang melestarikan alam dengan didukung pemerintah dan pemerintah  hadir untuk memastikan bahwa alam terjaga dengan baik,&amp;rdquo; tambahnya.
Keberadaan TMB Gintung ini juga sebagai bagian dari upaya merawat  tradisi warga Jakarta yang telah lama bersahabat dengan Kali Ciliwung,  di mana konsep pasang dan surut sungai sudah dikenal sejak kota Jakarta  terbentuk.
&amp;ldquo;Tradisi itu akumulasi wisdom (kebijaksanaan) lintas zaman dan ini  punya nilai hikmah yg sudah diuji lewat waktu. Seperti halnya Ciliwung  yang menjadi pusat kehidupan karena ada air. Jadi tempat ini memiliki  sejarah amat panjang dan di sini ada wisdom lintas generasi yang harus  dikembangkan. Bila di Jakarta kita bisa bangun ini, maka akan jadi  contoh bukan hanya di indonesia tetapi juga dunia,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
