<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Sejauh 1,8 Kilometer, Status Tetap Siaga</title><description>Dengan aktivitas tersebut, menunjukkan hingga saat ini belum ada tanda-tanda aktivitas erupsi akan berakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/23/510/2382681/merapi-kembali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer-status-tetap-siaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/23/510/2382681/merapi-kembali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer-status-tetap-siaga"/><item><title>Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Sejauh 1,8 Kilometer, Status Tetap Siaga</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/23/510/2382681/merapi-kembali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer-status-tetap-siaga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/23/510/2382681/merapi-kembali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer-status-tetap-siaga</guid><pubDate>Selasa 23 Maret 2021 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Suharjono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/23/510/2382681/merapi-kembali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer-status-tetap-siaga-gmeDSylBi3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/23/510/2382681/merapi-kembali-semburkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer-status-tetap-siaga-gmeDSylBi3.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran awan panas guguran.  Setelah pukul 10.54 WIB mengalirkan awannoanas guguran sejauh 1,5 km, siang ini Gunung api yang berada di perbatasan antara DIY dan Jawa Tengah kembali menyemburkan awan dengan suhu tinggi yang juga dikenal dengan sebutan wedus gembel.

Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, awan panas gugursn kembali terjadi pada pukul 12.02 WIB. Awan ini  tercatat di seismogram dengan amplitudo 70 mm dan durasi 174 detik.

&quot;Estimasi jarak luncur 1800 meter atau 1,8 km ke barat daya. Saat kejadian angin bertiup ke tenggara,&quot; terang Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Selasa (23/3/2021).

Dijelaskannya, dengan aktivitas tersebut, menunjukkan hingga saat ini belum ada tanda-tanda aktivitas erupsi akan berakhir. Erupsi kali ini termasuk lama karena sudah dimulai sejak awal Januari lalu.

&quot;Kalau status masih tetap siaga atau level III, &quot; katanya.

Untuk rekomendasi Hanik menyatakan masih tetap sama. Jarak aman adalah lebih dari 5 km dari puncak.&quot;Untuk aktivitas penambahan pasir di alur alur sungai yang hulunya di Merapi untuk waspada.  Kami sudah ingatkan untuk waspada apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di puncak Merapi  karena bisa membawa material lahar hujan,&quot; beber dia.

ketika disinggung kemungkinan hujan abu, hingga kini BPPTKG belum menerima laporan hujan abu,meskipun arah angin menuju tenggara.
</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran awan panas guguran.  Setelah pukul 10.54 WIB mengalirkan awannoanas guguran sejauh 1,5 km, siang ini Gunung api yang berada di perbatasan antara DIY dan Jawa Tengah kembali menyemburkan awan dengan suhu tinggi yang juga dikenal dengan sebutan wedus gembel.

Balai Penyelidikan dan pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, awan panas gugursn kembali terjadi pada pukul 12.02 WIB. Awan ini  tercatat di seismogram dengan amplitudo 70 mm dan durasi 174 detik.

&quot;Estimasi jarak luncur 1800 meter atau 1,8 km ke barat daya. Saat kejadian angin bertiup ke tenggara,&quot; terang Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Selasa (23/3/2021).

Dijelaskannya, dengan aktivitas tersebut, menunjukkan hingga saat ini belum ada tanda-tanda aktivitas erupsi akan berakhir. Erupsi kali ini termasuk lama karena sudah dimulai sejak awal Januari lalu.

&quot;Kalau status masih tetap siaga atau level III, &quot; katanya.

Untuk rekomendasi Hanik menyatakan masih tetap sama. Jarak aman adalah lebih dari 5 km dari puncak.&quot;Untuk aktivitas penambahan pasir di alur alur sungai yang hulunya di Merapi untuk waspada.  Kami sudah ingatkan untuk waspada apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di puncak Merapi  karena bisa membawa material lahar hujan,&quot; beber dia.

ketika disinggung kemungkinan hujan abu, hingga kini BPPTKG belum menerima laporan hujan abu,meskipun arah angin menuju tenggara.
</content:encoded></item></channel></rss>
