<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri LHK Sebut Banyak Sumber Daya Genetik Indonesia Dicuri Asing, Ini Daftarnya</title><description>Kekayaan Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang tersimpan di wilayah perairan Indonesia merupakan yang terbesar di dunia</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/24/337/2383126/menteri-lhk-sebut-banyak-sumber-daya-genetik-indonesia-dicuri-asing-ini-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/24/337/2383126/menteri-lhk-sebut-banyak-sumber-daya-genetik-indonesia-dicuri-asing-ini-daftarnya"/><item><title>Menteri LHK Sebut Banyak Sumber Daya Genetik Indonesia Dicuri Asing, Ini Daftarnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/24/337/2383126/menteri-lhk-sebut-banyak-sumber-daya-genetik-indonesia-dicuri-asing-ini-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/24/337/2383126/menteri-lhk-sebut-banyak-sumber-daya-genetik-indonesia-dicuri-asing-ini-daftarnya</guid><pubDate>Rabu 24 Maret 2021 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/24/337/2383126/menteri-lhk-sebut-banyak-sumber-daya-genetik-indonesia-dicuri-asing-ini-daftarnya-KP9YcsLQtX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/24/337/2383126/menteri-lhk-sebut-banyak-sumber-daya-genetik-indonesia-dicuri-asing-ini-daftarnya-KP9YcsLQtX.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menegaskan, pentingnya perlindungan sumberdaya genetik dilatarbelakangi fakta bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di antara dua benua besar, yaitu Asia dan Australia.

Fakta tersebut membuat Indonesia memiliki posisi sangat strategis dengan kekayaan sumber daya alam hayati dan sekaligus endemisitas spesies flora dan fauna yang tinggi.

Kekayaan Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang tersimpan di wilayah perairan (marine mega biodiversity) Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, sedangkan di daratan merupakan nomor dua di dunia setelah Brazil. Kekayaan kehati ini mencakup genetik, spesies hingga beranekaragam ekosistem unik.

Menurut Siti Nurbaya, dilihat dari aspek geopolitik, perairan laut lepas dan daratan Indonesia yang terdiri dari kepulauan (archipelagic state) memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan negara-negara tetangga, sehingga memiliki daya tarik sendiri bagi para investor yang bergerak dibidang pemanfaatan sumber daya alam termasuk sumber daya alam hayati dan sumber daya genetiknya.

&quot;Geopolitik Indonesia yang dirumuskan dalam Ketetapan MPR Tahun 1993 dan Tahun 1998 menunjukan konsep cara pandangan politik nasional Indonesia, yang dirumuskan sebagai Wawasan Nusantara, yang memandang tatanan pulau dan lautan, serta masyarakat di dalam wilayah NKRI sebagai satu kesatuan wilayah, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, serta dijadikan sebagai landasan visional bagi pembangunan nasional,&quot; ujar Menteri Siti dalam sambutan pembukaannya Focus Group Discussion (FGD) bertema Geopolitik dan Perlindungan Sumberdaya Genetik di Indonesia, Selasa, (23/3/2021).

Baca Juga: Kirim Surat Terbuka pada Menteri LHK, Aktivis Lingkungan Minta TPAS Cihara Ditutup
 
&amp;nbsp;
Penyelenggaraan FGD ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama dalam perlindungan dan pemanfaatan sumber daya genetik Indonesia.

Selain Menteri LHK, Siti Nurbaya, hadir  Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, serta Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko hadir sebagai keynote speakers.

Selain itu hadir  12 (dua belas) orang narasumber  yang berasal dari pejabat Eselon I di 11 (sebelas) Kementerian/Lembaga terkait.

Oleh karena itu lanjut Menteri Siti, potensi keragaman genetik Indonesia harus dijaga dan dicegah agar tidak beralih kepada pihak asing tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemerintah.

Menteri Siti mencontohkan jika tercatat bahwa telah terjadi beberapa  kasus pencurian sumber daya genetik (biopiracy), antara lain: Publikasi  peneliti asing tanpa izin atas penemuan species baru Tawon Raksasa  (Megalara Garuda) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi

Kemudian pendaftaran paten atas sembilan jenis tumbuhan asli  Indonesia oleh Shiseido perusahaan kosmetik Jepang (kemudian  dipaten-kan), meski saat ini sudah dicabut kembali patennya.

Lalu Pencurian Kantong Semar (Nephentes clipeata) di TWA Gunung  Kelam, Kalimantan Barat oleh peneliti asing, dan Publikasi tanpa izin  hasil penelitian amphibi dan reptil di TN Lore Lindu Sulawesi Tengah  oleh peneliti asing.

Di sisi lain Menteri Siti mengungkapkan jika para peneliti kita pun  sebenarnya telah mampu mengungkap potensi sumber daya genetik Indonesia  (bioprospeksi), sebagai contoh, seperti (1) Pemanfaatan bakteri berguna  (microba) untuk pengganti pupuk dan pestisida serta anti frost, (2)  Penemuan anti-cancer pada soft Coral di TWA Teluk Kupang, (3) Budidaya  Jamur Morel yang memiliki nilai ekonomis tinggi di TN Rinjani dan lain  sebagainya.

&quot;Potensi-potensi seperti ini harus terus kita cari dan kembangkan,  sehingga sumber daya genetik Indonesia dapat kita jadikan sebagai  modal/asset (natural capital) yang dirasakan secara nyata untuk  mendukung kesejahteraan masyarakat serta menuju Indonesia maju,&quot;  tegasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menegaskan, pentingnya perlindungan sumberdaya genetik dilatarbelakangi fakta bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di antara dua benua besar, yaitu Asia dan Australia.

Fakta tersebut membuat Indonesia memiliki posisi sangat strategis dengan kekayaan sumber daya alam hayati dan sekaligus endemisitas spesies flora dan fauna yang tinggi.

Kekayaan Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang tersimpan di wilayah perairan (marine mega biodiversity) Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, sedangkan di daratan merupakan nomor dua di dunia setelah Brazil. Kekayaan kehati ini mencakup genetik, spesies hingga beranekaragam ekosistem unik.

Menurut Siti Nurbaya, dilihat dari aspek geopolitik, perairan laut lepas dan daratan Indonesia yang terdiri dari kepulauan (archipelagic state) memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan negara-negara tetangga, sehingga memiliki daya tarik sendiri bagi para investor yang bergerak dibidang pemanfaatan sumber daya alam termasuk sumber daya alam hayati dan sumber daya genetiknya.

&quot;Geopolitik Indonesia yang dirumuskan dalam Ketetapan MPR Tahun 1993 dan Tahun 1998 menunjukan konsep cara pandangan politik nasional Indonesia, yang dirumuskan sebagai Wawasan Nusantara, yang memandang tatanan pulau dan lautan, serta masyarakat di dalam wilayah NKRI sebagai satu kesatuan wilayah, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, serta dijadikan sebagai landasan visional bagi pembangunan nasional,&quot; ujar Menteri Siti dalam sambutan pembukaannya Focus Group Discussion (FGD) bertema Geopolitik dan Perlindungan Sumberdaya Genetik di Indonesia, Selasa, (23/3/2021).

Baca Juga: Kirim Surat Terbuka pada Menteri LHK, Aktivis Lingkungan Minta TPAS Cihara Ditutup
 
&amp;nbsp;
Penyelenggaraan FGD ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama dalam perlindungan dan pemanfaatan sumber daya genetik Indonesia.

Selain Menteri LHK, Siti Nurbaya, hadir  Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, serta Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko hadir sebagai keynote speakers.

Selain itu hadir  12 (dua belas) orang narasumber  yang berasal dari pejabat Eselon I di 11 (sebelas) Kementerian/Lembaga terkait.

Oleh karena itu lanjut Menteri Siti, potensi keragaman genetik Indonesia harus dijaga dan dicegah agar tidak beralih kepada pihak asing tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemerintah.

Menteri Siti mencontohkan jika tercatat bahwa telah terjadi beberapa  kasus pencurian sumber daya genetik (biopiracy), antara lain: Publikasi  peneliti asing tanpa izin atas penemuan species baru Tawon Raksasa  (Megalara Garuda) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi

Kemudian pendaftaran paten atas sembilan jenis tumbuhan asli  Indonesia oleh Shiseido perusahaan kosmetik Jepang (kemudian  dipaten-kan), meski saat ini sudah dicabut kembali patennya.

Lalu Pencurian Kantong Semar (Nephentes clipeata) di TWA Gunung  Kelam, Kalimantan Barat oleh peneliti asing, dan Publikasi tanpa izin  hasil penelitian amphibi dan reptil di TN Lore Lindu Sulawesi Tengah  oleh peneliti asing.

Di sisi lain Menteri Siti mengungkapkan jika para peneliti kita pun  sebenarnya telah mampu mengungkap potensi sumber daya genetik Indonesia  (bioprospeksi), sebagai contoh, seperti (1) Pemanfaatan bakteri berguna  (microba) untuk pengganti pupuk dan pestisida serta anti frost, (2)  Penemuan anti-cancer pada soft Coral di TWA Teluk Kupang, (3) Budidaya  Jamur Morel yang memiliki nilai ekonomis tinggi di TN Rinjani dan lain  sebagainya.

&quot;Potensi-potensi seperti ini harus terus kita cari dan kembangkan,  sehingga sumber daya genetik Indonesia dapat kita jadikan sebagai  modal/asset (natural capital) yang dirasakan secara nyata untuk  mendukung kesejahteraan masyarakat serta menuju Indonesia maju,&quot;  tegasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
