<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demonstrasi Terus Berlanjut, 96 WNI Putuskan Tinggalkan Myanmar</title><description>Sebelumnya 50 WNI di Myanmar telah pulang ke Tanah Air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/25/18/2383731/demonstrasi-terus-berlanjut-96-wni-putuskan-tinggalkan-myanmar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/25/18/2383731/demonstrasi-terus-berlanjut-96-wni-putuskan-tinggalkan-myanmar"/><item><title>Demonstrasi Terus Berlanjut, 96 WNI Putuskan Tinggalkan Myanmar</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/25/18/2383731/demonstrasi-terus-berlanjut-96-wni-putuskan-tinggalkan-myanmar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/25/18/2383731/demonstrasi-terus-berlanjut-96-wni-putuskan-tinggalkan-myanmar</guid><pubDate>Kamis 25 Maret 2021 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/25/18/2383731/demonstrasi-terus-berlanjut-96-wni-putuskan-tinggalkan-myanmar-OSa3ujIqhK.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/25/18/2383731/demonstrasi-terus-berlanjut-96-wni-putuskan-tinggalkan-myanmar-OSa3ujIqhK.jpeg</image><title>Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 96 warga negara Indonesia (WNI) telah memutuskan untuk segera meninggalkan Myanmar, karena demonstrasi yang diwarnai kekerasan terus berlanjut menyusul kudeta yang dilakukan militer negara itu pada 1 Februari lalu.
&amp;ldquo;Pada  Maret saja, tercatat  96 WNI yang sudah lapor ke KBRI (Yangon) akan pulang sampai akhir bulan ini,&amp;rdquo; kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha saat ditemui ANTARA di Jakarta, Rabu (24/3/2021) malam.
BACA JUGA: Kemlu RI: Evakuasi WNI dari Myanmar Belum Perlu Dilakukan
Jumlah tersebut, kata Judha, tidak termasuk 50 WNI yang sebelumnya telah pulang ke Tanah Air menggunakan penerbangan yang diperbantukan, di tengah demonstrasi anti kudeta di Myanmar.
Berdasarkan data Kemlu RI, saat ini tercatat 362 WNI, yang mayoritas pekerja profesional, masih berada di Myanmar. Sebanyak 20 orang di antaranya telah berada di Sekolah Indonesia Yangon, yang diperuntukkan sebagai lokasi perlindungan sementara bagi para WNI.
Judha mendesak para WNI yang merasa lokasi tempat tinggalnya tidak aman dan nyaman, untuk segera merapat ke Sekolah Indonesia Yangon yang situasinya relatif aman karena terletak di wilayah diplomatik.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia belum memutuskan untuk melakukan evakuasi karena berdasarkan penilaian di lapangan, tidak ada warga negara asing termasuk WNI yang menjadi sasaran kekerasan selama demonstrasi.
BACA JUGA: KBRI Yangon Siapkan Shelter Perlindungan Bagi WNI di Myanmar
Mengingat demonstrasi dan kekerasan masih terus berlangsung, pemerintah mengimbau WNI untuk terus waspada, tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak, menyiapkan stok bahan makanan untuk satu hingga dua minggu ke depan, serta selalu menjalin kontak dengan KBRI.
&amp;ldquo;Bagi WNI yang tidak memiliki kepentingan mendesak di Myanmar, kami minta untuk mempertimbangkan pulang ke Indonesia,&amp;rdquo; ujar Judha.
Lebih lanjut Judha menjelaskan bahwa saat ini tersedia dua penerbangan yaitu dengan maskapai Singapore Airlines dan Myanmar Airlines, yang merupakan bagian dari penerbangan yang diperbantukan untuk memfasilitasi warga negara asing keluar dari Myanmar.
Sebelumnya pada Selasa (23/3/2021) militer Myanmar mengumumkan 164  pengunjuk rasa dan sembilan anggota pasukan keamanan tewas dalam  demonstrasi yang meluas di negara itu.
Menyebut bahwa demonstran melakukan pembakaran dan kekerasan, militer  menolak mengakui bahwa unjuk rasa tersebut dilakukan secara damai.
Sementara itu, kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan  Politik (AAPP) mengatakan sedikitnya 261 orang telah tewas akibat  tindakan keras oleh pasukan keamanan selama unjuk rasa anti kudeta.
Junta mencoba untuk membenarkan kudeta yang mereka lakukan dengan  mengatakan bahwa pemilu pada November 2020, yang dimenangkan oleh Liga  Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, curang.
Para pemimpin militer telah menjanjikan pemilu ulang, tetapi belum  menetapkan tanggal. Mereka juga memberlakukan keadaan darurat selama  satu tahun di Myanmar.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 96 warga negara Indonesia (WNI) telah memutuskan untuk segera meninggalkan Myanmar, karena demonstrasi yang diwarnai kekerasan terus berlanjut menyusul kudeta yang dilakukan militer negara itu pada 1 Februari lalu.
&amp;ldquo;Pada  Maret saja, tercatat  96 WNI yang sudah lapor ke KBRI (Yangon) akan pulang sampai akhir bulan ini,&amp;rdquo; kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha saat ditemui ANTARA di Jakarta, Rabu (24/3/2021) malam.
BACA JUGA: Kemlu RI: Evakuasi WNI dari Myanmar Belum Perlu Dilakukan
Jumlah tersebut, kata Judha, tidak termasuk 50 WNI yang sebelumnya telah pulang ke Tanah Air menggunakan penerbangan yang diperbantukan, di tengah demonstrasi anti kudeta di Myanmar.
Berdasarkan data Kemlu RI, saat ini tercatat 362 WNI, yang mayoritas pekerja profesional, masih berada di Myanmar. Sebanyak 20 orang di antaranya telah berada di Sekolah Indonesia Yangon, yang diperuntukkan sebagai lokasi perlindungan sementara bagi para WNI.
Judha mendesak para WNI yang merasa lokasi tempat tinggalnya tidak aman dan nyaman, untuk segera merapat ke Sekolah Indonesia Yangon yang situasinya relatif aman karena terletak di wilayah diplomatik.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia belum memutuskan untuk melakukan evakuasi karena berdasarkan penilaian di lapangan, tidak ada warga negara asing termasuk WNI yang menjadi sasaran kekerasan selama demonstrasi.
BACA JUGA: KBRI Yangon Siapkan Shelter Perlindungan Bagi WNI di Myanmar
Mengingat demonstrasi dan kekerasan masih terus berlangsung, pemerintah mengimbau WNI untuk terus waspada, tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak, menyiapkan stok bahan makanan untuk satu hingga dua minggu ke depan, serta selalu menjalin kontak dengan KBRI.
&amp;ldquo;Bagi WNI yang tidak memiliki kepentingan mendesak di Myanmar, kami minta untuk mempertimbangkan pulang ke Indonesia,&amp;rdquo; ujar Judha.
Lebih lanjut Judha menjelaskan bahwa saat ini tersedia dua penerbangan yaitu dengan maskapai Singapore Airlines dan Myanmar Airlines, yang merupakan bagian dari penerbangan yang diperbantukan untuk memfasilitasi warga negara asing keluar dari Myanmar.
Sebelumnya pada Selasa (23/3/2021) militer Myanmar mengumumkan 164  pengunjuk rasa dan sembilan anggota pasukan keamanan tewas dalam  demonstrasi yang meluas di negara itu.
Menyebut bahwa demonstran melakukan pembakaran dan kekerasan, militer  menolak mengakui bahwa unjuk rasa tersebut dilakukan secara damai.
Sementara itu, kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan  Politik (AAPP) mengatakan sedikitnya 261 orang telah tewas akibat  tindakan keras oleh pasukan keamanan selama unjuk rasa anti kudeta.
Junta mencoba untuk membenarkan kudeta yang mereka lakukan dengan  mengatakan bahwa pemilu pada November 2020, yang dimenangkan oleh Liga  Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, curang.
Para pemimpin militer telah menjanjikan pemilu ulang, tetapi belum  menetapkan tanggal. Mereka juga memberlakukan keadaan darurat selama  satu tahun di Myanmar.
</content:encoded></item></channel></rss>
