<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saat Lukisan Diri Raden Saleh Dikira Mayat</title><description>Pelukis Belanda itu malu melihat kelihaian Raden Saleh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/25/337/2383646/saat-lukisan-diri-raden-saleh-dikira-mayat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/25/337/2383646/saat-lukisan-diri-raden-saleh-dikira-mayat"/><item><title>Saat Lukisan Diri Raden Saleh Dikira Mayat</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/25/337/2383646/saat-lukisan-diri-raden-saleh-dikira-mayat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/25/337/2383646/saat-lukisan-diri-raden-saleh-dikira-mayat</guid><pubDate>Kamis 25 Maret 2021 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/25/337/2383646/saat-lukisan-diri-raden-saleh-dikira-mayat-9JhvwDVJjG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: wikipedia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/25/337/2383646/saat-lukisan-diri-raden-saleh-dikira-mayat-9JhvwDVJjG.jpg</image><title>Foto: wikipedia</title></images><description>DALAM buku berjudul Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi Indie dan Nasionalisme ,  karya Harsja W. Bachtiar, Peter B.R. Carey, Onghokham diceritakan  pelukis Raden Saleh Syarif  Bustaman belajar di Belanda.
(Baca juga: Cerita Menegangkan Dokter Hastry Masuk Tim Eksekusi Mati Freddy Budiman)
Ia dianggap saingan berat sesama pelukis muda Belanda yang sedang belajar.  Pelukis itu  melukis bunga. Lukisan bunga itu mirip aslinya .  Beberapa kumbang serta kupu-kupu sampai  hinggap di atasnya. Merasa hebat,  mereka  mengejek Raden  Saleh.
(Baca juga: Sejarah Perjanjian Linggarjati: Menyempitnya Wilayah Indonesia hingga Timbulkan Gejolak Politik)
Berhari-hari Raden Saleh tidak terlihat di sanggar lukis. Hal itu membuat teman-temannya cemas. Mereka  menduga, Raden Saleh berbuat nekad, bunuh diri.
Mereka ke rumahnya, pintu rumahnya terkunci dari dalam. Maka pintu dibuka paksa. Tiba-tiba mereka menjerit. Mereka melihat &quot;mayat Raden Saleh&quot; terkapar di lantai berlumuran darah. Mereka panik.
Dalam suasana panik itu, tiba-tiba Raden Saleh muncul dari balik pintu lain. &quot;Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu, tetapi gambar saya bisa menipu manusia&quot;, katanya tersenyum.
Pelukis Belanda itu malu melihat kelihaian Raden Saleh.
</description><content:encoded>DALAM buku berjudul Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi Indie dan Nasionalisme ,  karya Harsja W. Bachtiar, Peter B.R. Carey, Onghokham diceritakan  pelukis Raden Saleh Syarif  Bustaman belajar di Belanda.
(Baca juga: Cerita Menegangkan Dokter Hastry Masuk Tim Eksekusi Mati Freddy Budiman)
Ia dianggap saingan berat sesama pelukis muda Belanda yang sedang belajar.  Pelukis itu  melukis bunga. Lukisan bunga itu mirip aslinya .  Beberapa kumbang serta kupu-kupu sampai  hinggap di atasnya. Merasa hebat,  mereka  mengejek Raden  Saleh.
(Baca juga: Sejarah Perjanjian Linggarjati: Menyempitnya Wilayah Indonesia hingga Timbulkan Gejolak Politik)
Berhari-hari Raden Saleh tidak terlihat di sanggar lukis. Hal itu membuat teman-temannya cemas. Mereka  menduga, Raden Saleh berbuat nekad, bunuh diri.
Mereka ke rumahnya, pintu rumahnya terkunci dari dalam. Maka pintu dibuka paksa. Tiba-tiba mereka menjerit. Mereka melihat &quot;mayat Raden Saleh&quot; terkapar di lantai berlumuran darah. Mereka panik.
Dalam suasana panik itu, tiba-tiba Raden Saleh muncul dari balik pintu lain. &quot;Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu, tetapi gambar saya bisa menipu manusia&quot;, katanya tersenyum.
Pelukis Belanda itu malu melihat kelihaian Raden Saleh.
</content:encoded></item></channel></rss>
