<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah India Akan Tindak Tegas Aktivis Hindu yang Paksa Suster Katolik Turun dari Kereta</title><description>Menteri Dalam Negeri India akan mengambil tindakan tegas terhadap para aktivis Hindu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/26/18/2384304/pemerintah-india-akan-tindak-tegas-aktivis-hindu-yang-paksa-suster-katolik-turun-dari-kereta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/26/18/2384304/pemerintah-india-akan-tindak-tegas-aktivis-hindu-yang-paksa-suster-katolik-turun-dari-kereta"/><item><title>Pemerintah India Akan Tindak Tegas Aktivis Hindu yang Paksa Suster Katolik Turun dari Kereta</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/26/18/2384304/pemerintah-india-akan-tindak-tegas-aktivis-hindu-yang-paksa-suster-katolik-turun-dari-kereta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/26/18/2384304/pemerintah-india-akan-tindak-tegas-aktivis-hindu-yang-paksa-suster-katolik-turun-dari-kereta</guid><pubDate>Jum'at 26 Maret 2021 08:33 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/26/18/2384304/pemerintah-akan-tindak-tegas-aktivis-hindu-yang-paksa-suster-katolik-turun-dari-kereta-geKCVXS8VK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Katolik (Foto: PA Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/26/18/2384304/pemerintah-akan-tindak-tegas-aktivis-hindu-yang-paksa-suster-katolik-turun-dari-kereta-geKCVXS8VK.jpg</image><title>Ilustrasi Katolik (Foto: PA Media)</title></images><description>INDIA - Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap para aktivis Hindu, yang memaksa sekelompok suster Katolik turun dari kereta.
&quot;Saya ingin meyakinkan warga Kerala bahwa pemerintahan pimpinan Partai Bhartiya Janata memegang kuasa di Uttar Pradesh. Tidak ada hal apapun yang perlu dikhawatirkan oleh warga Kerala,&quot; kata Shah saat berbicara di rapat umum, di Kerala, Kamis (25/03).
&quot;Siapa pun yang tertuduh, siapa pun yang melakukan hal ini, Partai Bharatiya Janata akan memastikan bahwa mereka ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku secepat mungkin,&quot; tegasnya.
Insiden ini terjadi setelah sejumlah aktivis Hindu mengira suster-suster ini terlibat dalam kegiatan meminta warga untuk pindah agama.
Pihak gereja mengatakan para suster -- yang berasal dari Gereja Syro-Malabar di Kerala &amp;ndash; sedang mengadakan perjalanan dari Delhi ke Negara Bagian Odhisha pada Jumat (19/03) ketika aktivis-aktivis Hindu memaksa mereka turun dari kereta saat berada di Negara Bagian Uttar Pradesh.
Selain memaksa turun, para anggota ini juga melaporkan suster-suster tesebut ke polisi.
(Baca juga: Paska-Kebakaran, Pengungsi Rohingya Mulai Bangun Pemukiman Sementara)
Para pejabat gereja mengatakan suster-suster ini dilecehkan secara verbal. Para aktivis Hindu &quot;menyerang&quot; beberapa remaja perempuan yang melakukan perjalanan bersama para suster.
Surat kabar India, Hindustan Times, mengatakan para aktivis &quot;mengira para suster memaksa beberapa remaja ini untuk pindah agama&quot;.
Juru bicara gereja, Jerry Joseph, mengatakan aktivis-aktivis ini tidak mempercayai penjelasan para suster.
&quot;Bahwa beberapa remaja perempuan yang melakukan perjalanan sejak lahir sudah menganut agama Kristen ... [para suster] diancam dan diperlakukan seolah-olah mereka adalah teroris,&quot; kata Joseph seperti dikutip Hindustan Times.
(Baca juga: Sepi Job Saat Pandemi Covid-19, Penyanyi Beralih ke Pertanian untuk Cari Penghasilan)
&amp;nbsp;Polisi menginterogasi para suster selama beberapa jam sebelum membolehkan mereka untuk melanjutkan perjalanan.
&amp;ldquo;Ini pengalaman yang menakutkan,&amp;rdquo; ujar salah seorang suster kepada Hindustan Times.
&quot;Mereka tidak peduli bahwa yang mereka hadapi adalah perempuan. Sekitar 150 aktivis mengelilingi kami dan mereka bertindak seakan-akan kami ini penjahat,&quot; kata salah seorang suster yang tidak bersedia disebut namanya.
Konferensi Uskup Kerala, KCBC, mengatakan insiden tersebut sama sekali tidak bisa diterima.
&quot;Ribuan suster dan pastor terlibat dalam kegiatan kemanusiaan di seluruh penjuru negeri. Kami mendesak adanya intervensi tingkat tinggi,&quot; kata KCBC dalam satu pernyataan.
Banyak organisasi hak asasi manusia (HAM) mengatakan perlakuan buruk, pelecehan dan serangan terhadap pemeluk agama minoritas dan kelompok-kelompok sosial yang termarjinalkan meningkat sejak partai Hindu nasionalis BJP naik ke kekuasaan pada 2014.</description><content:encoded>INDIA - Menteri Dalam Negeri India, Amit Shah, berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap para aktivis Hindu, yang memaksa sekelompok suster Katolik turun dari kereta.
&quot;Saya ingin meyakinkan warga Kerala bahwa pemerintahan pimpinan Partai Bhartiya Janata memegang kuasa di Uttar Pradesh. Tidak ada hal apapun yang perlu dikhawatirkan oleh warga Kerala,&quot; kata Shah saat berbicara di rapat umum, di Kerala, Kamis (25/03).
&quot;Siapa pun yang tertuduh, siapa pun yang melakukan hal ini, Partai Bharatiya Janata akan memastikan bahwa mereka ditangani sesuai dengan hukum yang berlaku secepat mungkin,&quot; tegasnya.
Insiden ini terjadi setelah sejumlah aktivis Hindu mengira suster-suster ini terlibat dalam kegiatan meminta warga untuk pindah agama.
Pihak gereja mengatakan para suster -- yang berasal dari Gereja Syro-Malabar di Kerala &amp;ndash; sedang mengadakan perjalanan dari Delhi ke Negara Bagian Odhisha pada Jumat (19/03) ketika aktivis-aktivis Hindu memaksa mereka turun dari kereta saat berada di Negara Bagian Uttar Pradesh.
Selain memaksa turun, para anggota ini juga melaporkan suster-suster tesebut ke polisi.
(Baca juga: Paska-Kebakaran, Pengungsi Rohingya Mulai Bangun Pemukiman Sementara)
Para pejabat gereja mengatakan suster-suster ini dilecehkan secara verbal. Para aktivis Hindu &quot;menyerang&quot; beberapa remaja perempuan yang melakukan perjalanan bersama para suster.
Surat kabar India, Hindustan Times, mengatakan para aktivis &quot;mengira para suster memaksa beberapa remaja ini untuk pindah agama&quot;.
Juru bicara gereja, Jerry Joseph, mengatakan aktivis-aktivis ini tidak mempercayai penjelasan para suster.
&quot;Bahwa beberapa remaja perempuan yang melakukan perjalanan sejak lahir sudah menganut agama Kristen ... [para suster] diancam dan diperlakukan seolah-olah mereka adalah teroris,&quot; kata Joseph seperti dikutip Hindustan Times.
(Baca juga: Sepi Job Saat Pandemi Covid-19, Penyanyi Beralih ke Pertanian untuk Cari Penghasilan)
&amp;nbsp;Polisi menginterogasi para suster selama beberapa jam sebelum membolehkan mereka untuk melanjutkan perjalanan.
&amp;ldquo;Ini pengalaman yang menakutkan,&amp;rdquo; ujar salah seorang suster kepada Hindustan Times.
&quot;Mereka tidak peduli bahwa yang mereka hadapi adalah perempuan. Sekitar 150 aktivis mengelilingi kami dan mereka bertindak seakan-akan kami ini penjahat,&quot; kata salah seorang suster yang tidak bersedia disebut namanya.
Konferensi Uskup Kerala, KCBC, mengatakan insiden tersebut sama sekali tidak bisa diterima.
&quot;Ribuan suster dan pastor terlibat dalam kegiatan kemanusiaan di seluruh penjuru negeri. Kami mendesak adanya intervensi tingkat tinggi,&quot; kata KCBC dalam satu pernyataan.
Banyak organisasi hak asasi manusia (HAM) mengatakan perlakuan buruk, pelecehan dan serangan terhadap pemeluk agama minoritas dan kelompok-kelompok sosial yang termarjinalkan meningkat sejak partai Hindu nasionalis BJP naik ke kekuasaan pada 2014.</content:encoded></item></channel></rss>
