<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Menkes: Masa Hidup Virus Covid-19 Tak Lama, Tapi...   </title><description>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pada dasarnya usia virus Covid-19 yang terjangkit pada tubuh manusia tidaklah lama.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/26/337/2384244/menkes-masa-hidup-virus-covid-19-tak-lama-tapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/26/337/2384244/menkes-masa-hidup-virus-covid-19-tak-lama-tapi"/><item><title> Menkes: Masa Hidup Virus Covid-19 Tak Lama, Tapi...   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/26/337/2384244/menkes-masa-hidup-virus-covid-19-tak-lama-tapi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/26/337/2384244/menkes-masa-hidup-virus-covid-19-tak-lama-tapi</guid><pubDate>Jum'at 26 Maret 2021 05:22 WIB</pubDate><dc:creator>Quadiliba Al-Farabi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/26/337/2384244/menkes-masa-hidup-virus-covid-19-tak-lama-tapi-yokT4flCeZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkes RI, Budi Gunadi (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/26/337/2384244/menkes-masa-hidup-virus-covid-19-tak-lama-tapi-yokT4flCeZ.jpg</image><title>Menkes RI, Budi Gunadi (foto: ist)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pada dasarnya usia virus Covid-19 yang terjangkit pada tubuh manusia tidaklah lama. Tetapi, virus ini secara mudah menular dan menyebar.

&quot;Covid-19 ini umurnya paling enggak cuma 14 hari, cuma dia nularinnya enggak karu karuan. Kalau 1 orang nularin beribu-beribu, berjuta-juta (orang) dan seterusnya itu jadi masalah,&quot; ujar Budi dalam pemaparannya di Webinar Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan Indonesia bersama MWA Universitas Indonesia, Kamis 25 Maret 2021.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengar Kisah Penerima Bansos, Ridwan Kamil: Saya Sangat Terharu
Ia menilai, Covid menjadi suatu masalah serius karena terbatasnya sistem untuk mengidentifikasi virus ini sedini mungkin. Minimnya infrastruktur diagnostik menjadi salah satu faktornya.

&quot;Jadi kalau kita bisa identifikasi dan isolasi orang yang kena (di antara) 1 sampai 5 hari, (atau) 1 sampai 10 hari, itu sudah sangat jauh berkurang (risiko) penularannya,&quot; ucap Budi.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Sekolah Tatap Muka Siap Dibuka di 14 Provinsi, Satgas: Tetap Waspada!
Tak hanya itu, kata Budi, rendahnya pengetahuan dan kedisiplinan masyarakat untuk mengecek gejala awal apakah dirinya positif atau tidak, juga menjadi faktor lainnya.

Ia memandang, dengan adanya diagnosis dan pemeriksaan sedini mungkin, potensi kematian akibat virus ini akan semakin berkurang. Saat ini, ia melihat tren positif ke arah itu.

&quot;Derajat fatalitasnya atau kematiannya itu enggak tinggi, bahkan sekarang sudah di bawah 1 persen rata-rata itu jauh lebih rendah di bawah TBC,&quot; kata mantan Wakil Menteri BUMN ini.

</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pada dasarnya usia virus Covid-19 yang terjangkit pada tubuh manusia tidaklah lama. Tetapi, virus ini secara mudah menular dan menyebar.

&quot;Covid-19 ini umurnya paling enggak cuma 14 hari, cuma dia nularinnya enggak karu karuan. Kalau 1 orang nularin beribu-beribu, berjuta-juta (orang) dan seterusnya itu jadi masalah,&quot; ujar Budi dalam pemaparannya di Webinar Ketahanan dan Kemandirian Kesehatan Indonesia bersama MWA Universitas Indonesia, Kamis 25 Maret 2021.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Dengar Kisah Penerima Bansos, Ridwan Kamil: Saya Sangat Terharu
Ia menilai, Covid menjadi suatu masalah serius karena terbatasnya sistem untuk mengidentifikasi virus ini sedini mungkin. Minimnya infrastruktur diagnostik menjadi salah satu faktornya.

&quot;Jadi kalau kita bisa identifikasi dan isolasi orang yang kena (di antara) 1 sampai 5 hari, (atau) 1 sampai 10 hari, itu sudah sangat jauh berkurang (risiko) penularannya,&quot; ucap Budi.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Sekolah Tatap Muka Siap Dibuka di 14 Provinsi, Satgas: Tetap Waspada!
Tak hanya itu, kata Budi, rendahnya pengetahuan dan kedisiplinan masyarakat untuk mengecek gejala awal apakah dirinya positif atau tidak, juga menjadi faktor lainnya.

Ia memandang, dengan adanya diagnosis dan pemeriksaan sedini mungkin, potensi kematian akibat virus ini akan semakin berkurang. Saat ini, ia melihat tren positif ke arah itu.

&quot;Derajat fatalitasnya atau kematiannya itu enggak tinggi, bahkan sekarang sudah di bawah 1 persen rata-rata itu jauh lebih rendah di bawah TBC,&quot; kata mantan Wakil Menteri BUMN ini.

</content:encoded></item></channel></rss>
