<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buat Onar, 6 Anggota Ormas di Bogor Ditangkap</title><description>Polisi juga menyita bom molotov, senjata tajam, dan ketapel dalam penangkapan itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/27/338/2385070/buat-onar-6-anggota-ormas-di-bogor-ditangkap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/27/338/2385070/buat-onar-6-anggota-ormas-di-bogor-ditangkap"/><item><title>Buat Onar, 6 Anggota Ormas di Bogor Ditangkap</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/27/338/2385070/buat-onar-6-anggota-ormas-di-bogor-ditangkap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/27/338/2385070/buat-onar-6-anggota-ormas-di-bogor-ditangkap</guid><pubDate>Sabtu 27 Maret 2021 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/27/338/2385070/buat-onar-6-anggota-ormas-di-bogor-ditangkap-ms7otKib3B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: MNC News Portal/Putra Ramadhani.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/27/338/2385070/buat-onar-6-anggota-ormas-di-bogor-ditangkap-ms7otKib3B.jpg</image><title>Foto: MNC News Portal/Putra Ramadhani.</title></images><description>BOGOR - Polresta Bogor Kota mengamankan 6 anggota organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan penyerangan terhadap kelompok lainnya di Tanah Sareal, Kota Bogor. Dari tangan pelaku, polisi turut mendapati senjata tajam hingga bom molotov.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan keenam anggota ormas tersebut masing-masing berinisial SP, TS, MR, SR, OI dan HH. Dua orang diantaranya merupakan provokator.
BACA JUGA: Bawa Sajam dan Busur Panah, Anggota Geng Motor Ditangkap
&quot;Kami telah menangkap sebanyak 6 orang 4 adalah pelaku membawa senjata tajam yang melakukan pengerusakan terhadap ormas lain dengan barang bukti berupa senjata tajam. Yang berikutnya 2 orang pelaku lainnya inisial OI dan HH ini kami kategorikan sebagai provokator,&quot; kata Susatyo, Sabtu (27/3/2021).
Susatyo menjelaskan, peristiwa tersebut berawal adanya video viral aksi sweping dari salah satu ormas di wilayah Kota Bogor pada Rabu 24 Maret 2021. Mereka diketahui telah membuat keonaran dengan melakukan perusakan posko ormas lainnya.
&quot;Para pelaku ini membakar atribut dan penyerangan kepada ormas lain. Kami berusaha menelurusi jejak digitalnya (rekaman video) ternyata otak dari kejadian pada hari Rabu itu adalah oleh HH,&quot; jelas Susatyo.
BACA JUGA: Protes Jalan Rusak, Warga Tebar Ikan Lele hingga 25 Kilogram
Alasan ormas tersebut melakukan penyerangan karena mendapat informasi kelompoknya telah diserang oleh ormas lain di wilayah Bandung. Lalu, HH dan OI sebagai provokator mengumpulkan teman-temannya untuk sweeping dan penyerangan.
&quot;Jadi OI dan HH ini adalah kami kategorikan sebagai provokator yang menurut teman-temannya untuk beraksi atas kejadian yang terjadi di wilayah Bandung. Tersangka ditangkap di tempat yang sama di poskonya di Kayumanis, Kota Bogor,&quot; ungkapnya.
Barang bukti yang disita berupa 6 bilah senjata tajam, 3 buah bom  molotov, 6 tonglat kasti, ketapel dan lainnya. Para pelaku dijerat  dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 160 KUHP ancaman hukuman 5 tahun penjara  serta Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 ancaman maksimal 10 tahun  penjara.
&quot;Ini menjadi pembelajaran bagi semuanya sehingga saya menghimbau  kepada semua kelompok masyarakat termasuk diantaranya ormas-ormas di  Kota Bogor untuk justru sama-sama menjaga kondusifitas ini masa  pandemi,&quot; harap Susatyo.
Untuk meminimalisir kejadian serupa, Susatyo meminta kepada seluruh  ormas di wilayahnya untuk tidak memasang spanduk di tempat-tempat umum.  Karena, simbol-simbol tersebut kerap memicu terjadinya keributan antar  ormas atau kelompok.
&quot;Saya menghimbau untuk tidak memasang atribut apapun simbol-simbol  apapun selain di kantornya di poskonya. Kami menghimbau segera dicabut  yang berada di area-area publik karena berdasarkan evaluasi kami  simbol-simbol itu sering kali menjadi pemicu keributan antar ormas. Dari  pihak Kepolisian, TNI, Denpom dan juga Pemkot Bogor akan bisa menekan  angka kekerasan di Kota Bogor,&quot; tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim  mengapresiasi langkah cepat penegakan hukum yang dilakukan jajaran  Polresta Bogor Kota secara masif dalam melakukan berbagai operasi  Kamtibmas yang berdampak kepada kenyamanan dan keamanan warga Kota  Bogor.
&quot;Kami minta kepada pimpinan ormas untuk merubah pola kerja,  menekankan untuk tidak unjuk kekuatan namun melakukan berbagai kegiatan  yang lebih positif dan bermanfaat untuk semua,&quot; tutur Dedie.
</description><content:encoded>BOGOR - Polresta Bogor Kota mengamankan 6 anggota organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan penyerangan terhadap kelompok lainnya di Tanah Sareal, Kota Bogor. Dari tangan pelaku, polisi turut mendapati senjata tajam hingga bom molotov.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan keenam anggota ormas tersebut masing-masing berinisial SP, TS, MR, SR, OI dan HH. Dua orang diantaranya merupakan provokator.
BACA JUGA: Bawa Sajam dan Busur Panah, Anggota Geng Motor Ditangkap
&quot;Kami telah menangkap sebanyak 6 orang 4 adalah pelaku membawa senjata tajam yang melakukan pengerusakan terhadap ormas lain dengan barang bukti berupa senjata tajam. Yang berikutnya 2 orang pelaku lainnya inisial OI dan HH ini kami kategorikan sebagai provokator,&quot; kata Susatyo, Sabtu (27/3/2021).
Susatyo menjelaskan, peristiwa tersebut berawal adanya video viral aksi sweping dari salah satu ormas di wilayah Kota Bogor pada Rabu 24 Maret 2021. Mereka diketahui telah membuat keonaran dengan melakukan perusakan posko ormas lainnya.
&quot;Para pelaku ini membakar atribut dan penyerangan kepada ormas lain. Kami berusaha menelurusi jejak digitalnya (rekaman video) ternyata otak dari kejadian pada hari Rabu itu adalah oleh HH,&quot; jelas Susatyo.
BACA JUGA: Protes Jalan Rusak, Warga Tebar Ikan Lele hingga 25 Kilogram
Alasan ormas tersebut melakukan penyerangan karena mendapat informasi kelompoknya telah diserang oleh ormas lain di wilayah Bandung. Lalu, HH dan OI sebagai provokator mengumpulkan teman-temannya untuk sweeping dan penyerangan.
&quot;Jadi OI dan HH ini adalah kami kategorikan sebagai provokator yang menurut teman-temannya untuk beraksi atas kejadian yang terjadi di wilayah Bandung. Tersangka ditangkap di tempat yang sama di poskonya di Kayumanis, Kota Bogor,&quot; ungkapnya.
Barang bukti yang disita berupa 6 bilah senjata tajam, 3 buah bom  molotov, 6 tonglat kasti, ketapel dan lainnya. Para pelaku dijerat  dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 160 KUHP ancaman hukuman 5 tahun penjara  serta Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 ancaman maksimal 10 tahun  penjara.
&quot;Ini menjadi pembelajaran bagi semuanya sehingga saya menghimbau  kepada semua kelompok masyarakat termasuk diantaranya ormas-ormas di  Kota Bogor untuk justru sama-sama menjaga kondusifitas ini masa  pandemi,&quot; harap Susatyo.
Untuk meminimalisir kejadian serupa, Susatyo meminta kepada seluruh  ormas di wilayahnya untuk tidak memasang spanduk di tempat-tempat umum.  Karena, simbol-simbol tersebut kerap memicu terjadinya keributan antar  ormas atau kelompok.
&quot;Saya menghimbau untuk tidak memasang atribut apapun simbol-simbol  apapun selain di kantornya di poskonya. Kami menghimbau segera dicabut  yang berada di area-area publik karena berdasarkan evaluasi kami  simbol-simbol itu sering kali menjadi pemicu keributan antar ormas. Dari  pihak Kepolisian, TNI, Denpom dan juga Pemkot Bogor akan bisa menekan  angka kekerasan di Kota Bogor,&quot; tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim  mengapresiasi langkah cepat penegakan hukum yang dilakukan jajaran  Polresta Bogor Kota secara masif dalam melakukan berbagai operasi  Kamtibmas yang berdampak kepada kenyamanan dan keamanan warga Kota  Bogor.
&quot;Kami minta kepada pimpinan ormas untuk merubah pola kerja,  menekankan untuk tidak unjuk kekuatan namun melakukan berbagai kegiatan  yang lebih positif dan bermanfaat untuk semua,&quot; tutur Dedie.
</content:encoded></item></channel></rss>
