<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom di Gereja Katedral Makassar, Menag: Nodai Ketenangan Hidup Bermasyarakat</title><description>Menag Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi pengeboman  yang diduga dilakukan oleh seseorang di kompleks Gereja Katedral</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385330/bom-di-gereja-katedral-makassar-menag-nodai-ketenangan-hidup-bermasyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385330/bom-di-gereja-katedral-makassar-menag-nodai-ketenangan-hidup-bermasyarakat"/><item><title>Bom di Gereja Katedral Makassar, Menag: Nodai Ketenangan Hidup Bermasyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385330/bom-di-gereja-katedral-makassar-menag-nodai-ketenangan-hidup-bermasyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385330/bom-di-gereja-katedral-makassar-menag-nodai-ketenangan-hidup-bermasyarakat</guid><pubDate>Minggu 28 Maret 2021 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/28/337/2385330/bom-di-gereja-katedral-makassar-menag-nodai-ketenangan-hidup-bermasyarakat-bIcDy2se0L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menag Yaqut (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/28/337/2385330/bom-di-gereja-katedral-makassar-menag-nodai-ketenangan-hidup-bermasyarakat-bIcDy2se0L.jpg</image><title>Menag Yaqut (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi pengeboman yang diduga dilakukan oleh seseorang di kompleks Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi. Menag menilai, aksi ini sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama.

&amp;ldquo;Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri juga sangat merugikan orang lain,&amp;rdquo; ujar Menag dalam keterangan tertulis.
&amp;nbsp;Baca juga: Api dan Asap Putih Jadi Petanda Bom Bunuh Diri Makassar
Akibat ledakan di depan Gereja Katedral, sejumlah orang dilaporkan terluka. Pada saat kejadian, sebagian jemaat tengah beribadah di dalam Gereja Katedral. Jumlah dan identitas korban atau pelaku hingga kini masih dalam pendataan polisi.

Menag berharap kepolisian dan aparat yang berwenang bisa segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan yang dilakukan di dekat tempat ibadah ini. Tak hanya itu, Menag  juga berharap, aparat bisa mengungkap tuntas aktor-aktor yang terlibat dalam aksi keji ini.
Baca juga: Potongan Tubuh Berserakan, &quot;Pengantin&quot; Bom Gereja Katedral Diduga Tewas
Menag memprediksi, aksi yang dilakukan pengebom bunuh diri tidak dilakukan tunggal. Sebab seringkali para pelaku ini digerakkan oleh jaringan namun mereka bekerja dalam senyap dan rapi.

&amp;ldquo;Kepolisian juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusyuk dalam beribadah,&amp;rdquo; kata Menag.Atas kejadian ini, Menag juga mengimbau para tokoh agama untuk terus  meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya  beragama secara moderat. Menurut Menag, agama apa pun mengajarkan  umatnya untuk menghindari aksi kekerasan.

Sebab kekerasan akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti  merugikan banyak pihak. Kekerasan ini pulalah yang rawan mengoyak  tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik.

Menag mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam  menghadapi persoalaan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan  lain sebagaianya. Jika cara itu ditempuh, diyakini akan mampu memecahkan  masalah yang dihadapi.

&amp;ldquo;Selain itu tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban dari kekerasan,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi pengeboman yang diduga dilakukan oleh seseorang di kompleks Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi. Menag menilai, aksi ini sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama.

&amp;ldquo;Apa pun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri juga sangat merugikan orang lain,&amp;rdquo; ujar Menag dalam keterangan tertulis.
&amp;nbsp;Baca juga: Api dan Asap Putih Jadi Petanda Bom Bunuh Diri Makassar
Akibat ledakan di depan Gereja Katedral, sejumlah orang dilaporkan terluka. Pada saat kejadian, sebagian jemaat tengah beribadah di dalam Gereja Katedral. Jumlah dan identitas korban atau pelaku hingga kini masih dalam pendataan polisi.

Menag berharap kepolisian dan aparat yang berwenang bisa segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan yang dilakukan di dekat tempat ibadah ini. Tak hanya itu, Menag  juga berharap, aparat bisa mengungkap tuntas aktor-aktor yang terlibat dalam aksi keji ini.
Baca juga: Potongan Tubuh Berserakan, &quot;Pengantin&quot; Bom Gereja Katedral Diduga Tewas
Menag memprediksi, aksi yang dilakukan pengebom bunuh diri tidak dilakukan tunggal. Sebab seringkali para pelaku ini digerakkan oleh jaringan namun mereka bekerja dalam senyap dan rapi.

&amp;ldquo;Kepolisian juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusyuk dalam beribadah,&amp;rdquo; kata Menag.Atas kejadian ini, Menag juga mengimbau para tokoh agama untuk terus  meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya  beragama secara moderat. Menurut Menag, agama apa pun mengajarkan  umatnya untuk menghindari aksi kekerasan.

Sebab kekerasan akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti  merugikan banyak pihak. Kekerasan ini pulalah yang rawan mengoyak  tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik.

Menag mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam  menghadapi persoalaan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan  lain sebagaianya. Jika cara itu ditempuh, diyakini akan mampu memecahkan  masalah yang dihadapi.

&amp;ldquo;Selain itu tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban dari kekerasan,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
