<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom di Gereja Katedral Makassar, PBNU: Kekerasan Bukan Ajaran Agama!</title><description>Hal tersebut menanggapi peristiwa ledakan di gerbang masuk Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021).</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385344/bom-di-gereja-katedral-makassar-pbnu-kekerasan-bukan-ajaran-agama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385344/bom-di-gereja-katedral-makassar-pbnu-kekerasan-bukan-ajaran-agama"/><item><title>Bom di Gereja Katedral Makassar, PBNU: Kekerasan Bukan Ajaran Agama!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385344/bom-di-gereja-katedral-makassar-pbnu-kekerasan-bukan-ajaran-agama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385344/bom-di-gereja-katedral-makassar-pbnu-kekerasan-bukan-ajaran-agama</guid><pubDate>Minggu 28 Maret 2021 11:56 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/28/337/2385344/bom-di-gereja-katedral-makassar-pbnu-kekerasan-bukan-ajaran-agama-AkALpZaPaL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/28/337/2385344/bom-di-gereja-katedral-makassar-pbnu-kekerasan-bukan-ajaran-agama-AkALpZaPaL.jpg</image><title>Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap memiliki perbedaan.
Hal tersebut menanggapi peristiwa ledakan di gerbang masuk Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021).
&quot;Kekerasan bukanlah ajaran dari suatu agama apapun. Karena setiap agama mengajarkan kepada kita cinta kasih antar sesama. Terlebih Islam sebagai agama menganjurkan nilai-nilai toleransi dalam beragama &amp;amp; menebarkan perdamaian,&quot; ujar Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya, Minggu (28/3/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Kapolda Sebut Ledakan Bom Makassar Diduga Kategori High Explosive
Helmy juga mendesak pemerintah Indonesia dan aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas atas pristiwa tersebut dan menangkap pelaku kekerasan yang terlibat.
&quot;Kami percaya aparat akan bekerja secara maksimal dan profesional,&quot; tegasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Terjunkan Densus 88, Kabareskrim: Ledakan di Gereja Katedral dari Bom Bunuh Diri!
Selain itu PBNU, kata Helmy, mengajak segenap pemuka agama untuk proaktif dalam mengampanyekan gerakan melawan ektremisme dan radikalisme. Tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan menyejukkan.
&quot;Mengimbau Kepada Masyarakat dan segenap warga untuk tetap tenang dan tidak teprovokasi sehingga melakukan hal-hal yang justru dapat memperkeruh suasana. Kita serahkan proses pengusutan sepenuhnya kepada aparat keamanan,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap memiliki perbedaan.
Hal tersebut menanggapi peristiwa ledakan di gerbang masuk Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021).
&quot;Kekerasan bukanlah ajaran dari suatu agama apapun. Karena setiap agama mengajarkan kepada kita cinta kasih antar sesama. Terlebih Islam sebagai agama menganjurkan nilai-nilai toleransi dalam beragama &amp;amp; menebarkan perdamaian,&quot; ujar Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya, Minggu (28/3/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Kapolda Sebut Ledakan Bom Makassar Diduga Kategori High Explosive
Helmy juga mendesak pemerintah Indonesia dan aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas atas pristiwa tersebut dan menangkap pelaku kekerasan yang terlibat.
&quot;Kami percaya aparat akan bekerja secara maksimal dan profesional,&quot; tegasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Terjunkan Densus 88, Kabareskrim: Ledakan di Gereja Katedral dari Bom Bunuh Diri!
Selain itu PBNU, kata Helmy, mengajak segenap pemuka agama untuk proaktif dalam mengampanyekan gerakan melawan ektremisme dan radikalisme. Tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan menyejukkan.
&quot;Mengimbau Kepada Masyarakat dan segenap warga untuk tetap tenang dan tidak teprovokasi sehingga melakukan hal-hal yang justru dapat memperkeruh suasana. Kita serahkan proses pengusutan sepenuhnya kepada aparat keamanan,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
