<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisruh Partai Demokrat, Moeldoko: Saya Yakin Benar, Tak Akan Libatkan Presiden   </title><description>Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyatakan, tidak akan melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi)&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385372/kisruh-partai-demokrat-moeldoko-saya-yakin-benar-tak-akan-libatkan-presiden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385372/kisruh-partai-demokrat-moeldoko-saya-yakin-benar-tak-akan-libatkan-presiden"/><item><title>Kisruh Partai Demokrat, Moeldoko: Saya Yakin Benar, Tak Akan Libatkan Presiden   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385372/kisruh-partai-demokrat-moeldoko-saya-yakin-benar-tak-akan-libatkan-presiden</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/28/337/2385372/kisruh-partai-demokrat-moeldoko-saya-yakin-benar-tak-akan-libatkan-presiden</guid><pubDate>Minggu 28 Maret 2021 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/28/337/2385372/kisruh-partai-demokrat-moeldoko-saya-yakin-benar-tak-akan-libatkan-presiden-ONEzDKyO7l.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Moeldoko.(Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/28/337/2385372/kisruh-partai-demokrat-moeldoko-saya-yakin-benar-tak-akan-libatkan-presiden-ONEzDKyO7l.jpeg</image><title>Moeldoko.(Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyatakan, tidak akan melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kisruh Partai Demokrat.
Hal itu diungkapkan Moeldoko saat menjawab pertanyaan apakah dirinya sudah mendapat restu Kepala Negara untuk memimpin Partai Demokrat berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumut, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;SBY Disebut Gunakan KPK Kudeta Anas, Waketum Demokrat: Tidak Benar, Itu Fitnah Keji
Moeldoko menegaskan, terhadap persoalan yang diyakini benar dan itu di atas otoritas pribadi dimiliki, maka dia  tidak mau membebani presiden.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kubu KLB Minta Kasus Hambalang Diusut Tuntas, Demokrat: Terlalu Mengada-Ada
&quot;Untuk itu jangan bawa-bawa presiden dalam persoalan ini,&quot; kata Moeldoko dalam keterangannya yang diunggah di akun instagram miliknya, Minggu (28/3/2021).
Mantan Panglima TNI itu juga mengaku khilaf  tidak memberitahu kepada istri dan keluarganya atas keputusan yang telah diambil. Dalam hal ini, menerima mandat memimpin partai Demokrat versi KLB.
&quot;Tetapi saya juga terbiasa mengambil risiko seperti ini, apalagi demi kepentingan bangsa dan negara,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyatakan, tidak akan melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kisruh Partai Demokrat.
Hal itu diungkapkan Moeldoko saat menjawab pertanyaan apakah dirinya sudah mendapat restu Kepala Negara untuk memimpin Partai Demokrat berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumut, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;SBY Disebut Gunakan KPK Kudeta Anas, Waketum Demokrat: Tidak Benar, Itu Fitnah Keji
Moeldoko menegaskan, terhadap persoalan yang diyakini benar dan itu di atas otoritas pribadi dimiliki, maka dia  tidak mau membebani presiden.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kubu KLB Minta Kasus Hambalang Diusut Tuntas, Demokrat: Terlalu Mengada-Ada
&quot;Untuk itu jangan bawa-bawa presiden dalam persoalan ini,&quot; kata Moeldoko dalam keterangannya yang diunggah di akun instagram miliknya, Minggu (28/3/2021).
Mantan Panglima TNI itu juga mengaku khilaf  tidak memberitahu kepada istri dan keluarganya atas keputusan yang telah diambil. Dalam hal ini, menerima mandat memimpin partai Demokrat versi KLB.
&quot;Tetapi saya juga terbiasa mengambil risiko seperti ini, apalagi demi kepentingan bangsa dan negara,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
