<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pentagon: Terusan Suez adalah &quot;Lokasi Berbahaya&quot;</title><description>Insiden kandasnya kapal Ever Given dinilai mengungkap masalah keamanan di Terusan Suez.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/30/18/2386679/pentagon-terusan-suez-adalah-lokasi-berbahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/30/18/2386679/pentagon-terusan-suez-adalah-lokasi-berbahaya"/><item><title>Pentagon: Terusan Suez adalah &quot;Lokasi Berbahaya&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/30/18/2386679/pentagon-terusan-suez-adalah-lokasi-berbahaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/30/18/2386679/pentagon-terusan-suez-adalah-lokasi-berbahaya</guid><pubDate>Selasa 30 Maret 2021 17:49 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/30/18/2386679/pentagon-terusan-suez-adalah-lokasi-berbahaya-FbbJa0v4aG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/30/18/2386679/pentagon-terusan-suez-adalah-lokasi-berbahaya-FbbJa0v4aG.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>WASHINGTON, DC - Tim penyelamat, Senin (29/3/2021), berhasil membebaskan sebuah kapal kontainer berukuran sangat besar yang terperangkap selama hampir satu minggu di Terusan Suez, Mesir. Keberhasilan itu mengakhiri krisis yang telah menyumbat salah satu jalur perairan paling penting di dunia dan menghentikan perdagangan maritim bernilai miliaran dolar per hari.
Dibantu arus gelombang, satu armada kapal tunda menarik perangkat yang menonjol di haluan atau bagian depan kapal, yang tepat berada di bawah garis air atau yang disebut bulbous bow dari kapal seukuran gedung pencakar langit &amp;ldquo;Ever Given&amp;rdquo; dari tepi Terusan Suez yang berpasir. Kapal itu terjebak di Terusan Suez sejak 23 Maret lalu.
BACA JUGA: Kapal Kontainer Sepanjang 4 Lapangan Sepakbola Kandas, Lalin Terusan Suez Terhambat
Juru Bicara Pentagon John Kirby memuji otoritas Mesir karena &amp;ldquo;kerja keras&amp;rdquo; mereka memindahkan kapal itu. Ia juga mengakui bahwa insiden itu kembali mengungkap masalah yang keberadaan terusan yang dikenal sempit bagi perjalanan kapal.
&amp;ldquo;Sudah sejak lama kami menyadari bahwa saluran sempit ini adalah titik maritim yang berbahaya,&amp;rdquo; ujar Kirby. Ditambahkannya, &amp;ldquo;potensi terperangkap di titik itu sedianya menjadi bagian dari perencanaan operasi normal.&amp;rdquo;
BACA JUGA: Kapal Kontainer Raksasa yang Kandas Diapungkan, Lalin Terusan Suez Kembali Berlanjut
Evergreen Marine Corp mengatakan kapal &amp;ldquo;Ever Given&amp;rdquo; itu sedang dalam perjalanan menuju Great Bitter Lake, hamparan perairan yang luas di tengah-tengah antara ujung utara dan selatan Terusan Suez, di mana kapal itu akan diperiksa. Evergreen Marine Corp. adalah perusahaan perkapalan yang berbasis di Taiwan yang mengoperasikan kapal itu.
Menurut perusahaan layanan Terusan Suez, Leth Agencies, lebih dari 40  kapal yang berlabuh di Great Bitter Lake menunggu kapal &amp;ldquo;Ever Given&amp;rdquo;  keluar dari mulut Terusan itu, akhirnya melanjutkan perjalanan ke  selatan lewat jalur air itu. Sementara lebih dari 30 kapal yang berada  di belakang &amp;ldquo;Ever Given&amp;rdquo; berlabuh di Port Said di Laut Tengah untuk  memasuki Terusan itu.
Setelah dilanda badai pasir, kapal &amp;ldquo;Ever Given&amp;rdquo; menabrak tepian kanal  satu jalur sekira enam kilometer di utara pintu masuk selatan, dekat  Kota Suez. Hal ini menimbulkan kemacetan besar-besaran yang menimbulkan  kerugian perdagangan global bernilai USD9 miliar per hari dan masalah  dalam rantai pasokan yang sudah terdampak pandemi virus corona.
</description><content:encoded>WASHINGTON, DC - Tim penyelamat, Senin (29/3/2021), berhasil membebaskan sebuah kapal kontainer berukuran sangat besar yang terperangkap selama hampir satu minggu di Terusan Suez, Mesir. Keberhasilan itu mengakhiri krisis yang telah menyumbat salah satu jalur perairan paling penting di dunia dan menghentikan perdagangan maritim bernilai miliaran dolar per hari.
Dibantu arus gelombang, satu armada kapal tunda menarik perangkat yang menonjol di haluan atau bagian depan kapal, yang tepat berada di bawah garis air atau yang disebut bulbous bow dari kapal seukuran gedung pencakar langit &amp;ldquo;Ever Given&amp;rdquo; dari tepi Terusan Suez yang berpasir. Kapal itu terjebak di Terusan Suez sejak 23 Maret lalu.
BACA JUGA: Kapal Kontainer Sepanjang 4 Lapangan Sepakbola Kandas, Lalin Terusan Suez Terhambat
Juru Bicara Pentagon John Kirby memuji otoritas Mesir karena &amp;ldquo;kerja keras&amp;rdquo; mereka memindahkan kapal itu. Ia juga mengakui bahwa insiden itu kembali mengungkap masalah yang keberadaan terusan yang dikenal sempit bagi perjalanan kapal.
&amp;ldquo;Sudah sejak lama kami menyadari bahwa saluran sempit ini adalah titik maritim yang berbahaya,&amp;rdquo; ujar Kirby. Ditambahkannya, &amp;ldquo;potensi terperangkap di titik itu sedianya menjadi bagian dari perencanaan operasi normal.&amp;rdquo;
BACA JUGA: Kapal Kontainer Raksasa yang Kandas Diapungkan, Lalin Terusan Suez Kembali Berlanjut
Evergreen Marine Corp mengatakan kapal &amp;ldquo;Ever Given&amp;rdquo; itu sedang dalam perjalanan menuju Great Bitter Lake, hamparan perairan yang luas di tengah-tengah antara ujung utara dan selatan Terusan Suez, di mana kapal itu akan diperiksa. Evergreen Marine Corp. adalah perusahaan perkapalan yang berbasis di Taiwan yang mengoperasikan kapal itu.
Menurut perusahaan layanan Terusan Suez, Leth Agencies, lebih dari 40  kapal yang berlabuh di Great Bitter Lake menunggu kapal &amp;ldquo;Ever Given&amp;rdquo;  keluar dari mulut Terusan itu, akhirnya melanjutkan perjalanan ke  selatan lewat jalur air itu. Sementara lebih dari 30 kapal yang berada  di belakang &amp;ldquo;Ever Given&amp;rdquo; berlabuh di Port Said di Laut Tengah untuk  memasuki Terusan itu.
Setelah dilanda badai pasir, kapal &amp;ldquo;Ever Given&amp;rdquo; menabrak tepian kanal  satu jalur sekira enam kilometer di utara pintu masuk selatan, dekat  Kota Suez. Hal ini menimbulkan kemacetan besar-besaran yang menimbulkan  kerugian perdagangan global bernilai USD9 miliar per hari dan masalah  dalam rantai pasokan yang sudah terdampak pandemi virus corona.
</content:encoded></item></channel></rss>
