<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KNKT Butuh Waktu 3-7 Hari Analisis CVR Sriwijaya Air SJ-182</title><description>KNKT akan membawa CVR ke laboratorium untuk dilakukan proses pembacaan data atau penganalisaan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/31/337/2387260/knkt-butuh-waktu-3-7-hari-analisis-cvr-sriwijaya-air-sj-182</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/03/31/337/2387260/knkt-butuh-waktu-3-7-hari-analisis-cvr-sriwijaya-air-sj-182"/><item><title>KNKT Butuh Waktu 3-7 Hari Analisis CVR Sriwijaya Air SJ-182</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/03/31/337/2387260/knkt-butuh-waktu-3-7-hari-analisis-cvr-sriwijaya-air-sj-182</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/03/31/337/2387260/knkt-butuh-waktu-3-7-hari-analisis-cvr-sriwijaya-air-sj-182</guid><pubDate>Rabu 31 Maret 2021 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Yohannes Tobing</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/31/337/2387260/knkt-butuh-waktu-3-7-hari-analisis-cvr-sriwijaya-air-sj-182-89IzRASvFh.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Konpers Menhub soal penemuan CVR Sriwijaya Air. (Foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/31/337/2387260/knkt-butuh-waktu-3-7-hari-analisis-cvr-sriwijaya-air-sj-182-89IzRASvFh.jpeg</image><title>Konpers Menhub soal penemuan CVR Sriwijaya Air. (Foto: Sindonews)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah memberikan secara langsung Cockpit Voice Recorder (CVR) Sriwijaya Air SJ-182 kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Rabu (31/3/2021).
Ketua KNKT Soerjanto Cahyono mengatakan, pihaknya akan membawa CVR ke laboratorium untuk dilakukan proses pembacaan data atau penganalisaan.&amp;nbsp;
&quot;CVR ini nanti kita kan bawa ke laboratorium dan kita akan proses untuk pembacaan (data),&quot; kata Soerjanto di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/3/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Menhub Beberkan Sulitnya Temukan CVR Sriwijaya Air SJ-182
Soerjanto mengatakan bahwa pembacaan data CVR akan memakan waktu selama 3-7 hari ke depan dan akan dicocokkan dengan data flight data recorder (FDR) alias perekam data penerbangan.&amp;nbsp;
&quot;Sehingga kita bisa menganalisa kenapa data dari FDR kok seperti ini, dan bagaimana situasi di kokpitnya. Tanpa CVR, memang di dalam kasus Sriwijaya SJ-182 ini akan sangat sulit menentukan penyebabnya,&quot; ucap Soerjanto.
Baca juga:&amp;nbsp;Operasi DVI Sriwijaya Air SJ-182 Ditutup, 3 Jenazah Belum Teridentifikasi
Sebelumnya, petugas gabungan telah mengerahkan kapal penghisap lumpur TSHD King Arthur 8 untuk menemukan bagian black box bagian VCR didasar air yang di penuhi lumpur di perairan Kepulauan Seribu.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah memberikan secara langsung Cockpit Voice Recorder (CVR) Sriwijaya Air SJ-182 kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Rabu (31/3/2021).
Ketua KNKT Soerjanto Cahyono mengatakan, pihaknya akan membawa CVR ke laboratorium untuk dilakukan proses pembacaan data atau penganalisaan.&amp;nbsp;
&quot;CVR ini nanti kita kan bawa ke laboratorium dan kita akan proses untuk pembacaan (data),&quot; kata Soerjanto di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/3/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Menhub Beberkan Sulitnya Temukan CVR Sriwijaya Air SJ-182
Soerjanto mengatakan bahwa pembacaan data CVR akan memakan waktu selama 3-7 hari ke depan dan akan dicocokkan dengan data flight data recorder (FDR) alias perekam data penerbangan.&amp;nbsp;
&quot;Sehingga kita bisa menganalisa kenapa data dari FDR kok seperti ini, dan bagaimana situasi di kokpitnya. Tanpa CVR, memang di dalam kasus Sriwijaya SJ-182 ini akan sangat sulit menentukan penyebabnya,&quot; ucap Soerjanto.
Baca juga:&amp;nbsp;Operasi DVI Sriwijaya Air SJ-182 Ditutup, 3 Jenazah Belum Teridentifikasi
Sebelumnya, petugas gabungan telah mengerahkan kapal penghisap lumpur TSHD King Arthur 8 untuk menemukan bagian black box bagian VCR didasar air yang di penuhi lumpur di perairan Kepulauan Seribu.
</content:encoded></item></channel></rss>
