<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serangan Teror di Mabes Polri, Pakar Hukum : Harus Diungkap Tuntas</title><description>Pakar hukum meminta penyerangan terduga teroris di Mabes Polri harus diungkap secara benderang.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/01/337/2387744/serangan-teror-di-mabes-polri-pakar-hukum-harus-diungkap-tuntas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/01/337/2387744/serangan-teror-di-mabes-polri-pakar-hukum-harus-diungkap-tuntas"/><item><title>Serangan Teror di Mabes Polri, Pakar Hukum : Harus Diungkap Tuntas</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/01/337/2387744/serangan-teror-di-mabes-polri-pakar-hukum-harus-diungkap-tuntas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/01/337/2387744/serangan-teror-di-mabes-polri-pakar-hukum-harus-diungkap-tuntas</guid><pubDate>Kamis 01 April 2021 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/01/337/2387744/serangan-teror-di-mabes-polri-pakar-hukum-harus-diungkap-tuntas-37OL02lonO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi di Mabes Polri usai diserang teroris. (Foto: MNC Portal/Irfan Maaruf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/01/337/2387744/serangan-teror-di-mabes-polri-pakar-hukum-harus-diungkap-tuntas-37OL02lonO.jpg</image><title>Kondisi di Mabes Polri usai diserang teroris. (Foto: MNC Portal/Irfan Maaruf)</title></images><description>JAKARTA - Pakar hukum pidana, Suparji Ahmad menyebut, serangan terduga teroris di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) harus diungkap secara transparan. Itu karena yang menjadi target adalah adalah kantor pusat kepolisian.

&quot;Kasus itu harus diungkap secara terang benderang pelaku dan keberadaan atau kepemilikan senjata. Bagaimana pelaku bisa masuk kemudian melepaskan tembakan,&quot; ujar Suparji dalam keterangannya, Kamis (1/4/2021).

&quot;Tentang senjata yang digunakan, apakah senjata api atau air gun perlu dijelaskan lebih detail,&quot; katanya.

Akademikus Universitas Al-Azhar Indonesia ini pun mengutuk keras segala praktik terorisme. Menurutnya, sama sekali tidak ada pembenaran atas tindakan teror.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8wMS8xLzEzMTIzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Saya mengutuk dengan keras aksi terorisme. Setelah bom Makassar, kini terjadi penyerangan di Mabes Polri oleh seorang wanita,&quot; katanya.

Pasca rentetan teror akhir-akhir ini, ia berharap kepada masyarakat dan aparat meningkatkan kewaspadaan terhadap terorisme. Namun, tidak perlu berspekulasi berlebihan sehingga menimbulkan kegaduhan.

&quot;Semua pihak perlu untuk meningkatkan kewaspadaan. Polri juga harus meningkatkan deteksi dini terhadap terorisme,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Ketakutan Warga Dekat Rumah Zakiah Aini Pelaku Penyerangan Mabes Polri

Selain itu, Suparji menilai perlu ada upaya lebih intensif menyelesaikan akar permasalahan yang menyebabkan terjadi aksi teroris.

&quot;Tindakan polisi yang langsung menembak mati pelaku sudah tepat. Hal itu perlu dilakukan agar tidak timbul korban,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Terduga Teroris di Mabes Polri Berusia 25 Tahun, Pengamat: Dia Hanya Tentara Kecil

</description><content:encoded>JAKARTA - Pakar hukum pidana, Suparji Ahmad menyebut, serangan terduga teroris di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) harus diungkap secara transparan. Itu karena yang menjadi target adalah adalah kantor pusat kepolisian.

&quot;Kasus itu harus diungkap secara terang benderang pelaku dan keberadaan atau kepemilikan senjata. Bagaimana pelaku bisa masuk kemudian melepaskan tembakan,&quot; ujar Suparji dalam keterangannya, Kamis (1/4/2021).

&quot;Tentang senjata yang digunakan, apakah senjata api atau air gun perlu dijelaskan lebih detail,&quot; katanya.

Akademikus Universitas Al-Azhar Indonesia ini pun mengutuk keras segala praktik terorisme. Menurutnya, sama sekali tidak ada pembenaran atas tindakan teror.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8wMS8xLzEzMTIzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Saya mengutuk dengan keras aksi terorisme. Setelah bom Makassar, kini terjadi penyerangan di Mabes Polri oleh seorang wanita,&quot; katanya.

Pasca rentetan teror akhir-akhir ini, ia berharap kepada masyarakat dan aparat meningkatkan kewaspadaan terhadap terorisme. Namun, tidak perlu berspekulasi berlebihan sehingga menimbulkan kegaduhan.

&quot;Semua pihak perlu untuk meningkatkan kewaspadaan. Polri juga harus meningkatkan deteksi dini terhadap terorisme,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Ketakutan Warga Dekat Rumah Zakiah Aini Pelaku Penyerangan Mabes Polri

Selain itu, Suparji menilai perlu ada upaya lebih intensif menyelesaikan akar permasalahan yang menyebabkan terjadi aksi teroris.

&quot;Tindakan polisi yang langsung menembak mati pelaku sudah tepat. Hal itu perlu dilakukan agar tidak timbul korban,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Terduga Teroris di Mabes Polri Berusia 25 Tahun, Pengamat: Dia Hanya Tentara Kecil

</content:encoded></item></channel></rss>
