<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bunyi Kereta Kuda dan Aroma Harum di Kamar Ratu Pantai Selatan Hotel Samudera Beach</title><description>Sosok penguasa Pantai Selatan atau Ratu Roro Kidul diyakini menghuni di kamar Nomor 308 Hotel Samudra Beach.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/02/337/2388218/bunyi-kereta-kuda-dan-aroma-harum-di-kamar-ratu-pantai-selatan-hotel-samudera-beach</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/02/337/2388218/bunyi-kereta-kuda-dan-aroma-harum-di-kamar-ratu-pantai-selatan-hotel-samudera-beach"/><item><title>Bunyi Kereta Kuda dan Aroma Harum di Kamar Ratu Pantai Selatan Hotel Samudera Beach</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/02/337/2388218/bunyi-kereta-kuda-dan-aroma-harum-di-kamar-ratu-pantai-selatan-hotel-samudera-beach</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/02/337/2388218/bunyi-kereta-kuda-dan-aroma-harum-di-kamar-ratu-pantai-selatan-hotel-samudera-beach</guid><pubDate>Jum'at 02 April 2021 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Doddy Handoko </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/02/337/2388218/bunyi-kereta-kuda-dan-aroma-harum-di-kamar-ratu-pantai-selatan-hotel-samudera-beach-zpmCT6ROGq.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/02/337/2388218/bunyi-kereta-kuda-dan-aroma-harum-di-kamar-ratu-pantai-selatan-hotel-samudera-beach-zpmCT6ROGq.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Sosok penguasa Pantai Selatan atau Ratu Roro Kidul diyakini menghuni di kamar Nomor 308 Hotel Samudra Beach.

Pembangunan Hotel Samudera Beach diawali ketika pemerintahan Orde lama. Presiden Soekarno mendirikan tempat peristirahatan pada tahun 1960 di Tanjo Resmi, Pelabuhan Ratu. Selain itu, didirikan pula Samudera Beach Hotel, salah satu hotel mewah pertama yang dibangun di Indonesia .

Pada kurun waktu yang sama dengan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, dan Toko Serba Ada &quot;Sarinah&quot;, yang kesemuanya menggunakan dana pampasan perang dari Jepang.

Acil, juru kunci kamar 308, menceritakan bahwa banyak cerita mistis tentang Ratu Kidul. &quot;Tapi saya sendiri belum pernah bertemu secara langsung dengan Ratu Kidul, cuma bisa merasakan kehadirannya. Biasanya terdengar bunyi berisik seperti kereta kuda lewat. Aroma harum menyebar ke seluruh kamar. Waktunya tengah malam &quot;ujarnya

Dia mengkisahkan ketika hotel dibangun Jepang sebagai pampasan perang, salah seorang pelaksana kontraktor pembangunannya sempat didatangi seseorang yang berpakaian serba hitam seperti Jawara.

Jawara itu kemudian menanyakan bangunan apa yang akan didirikan itu. Ketika dijawab bangunan yang akan didirikan itu adalah sebuah hotel, Jawara itu menyatakan dirinya memesan satu kamar untuk ratunya.

Sesaat setelah menyatakan hal itu, Jawara menghilang. Ketika hotel selesai dibangun, satu kamar nomor 308 berada dilantai 3 sengaja disiapkan untuk tempat bersemayamnya Ratu Pantai Selatan sesuai permintaan jawara gaib.

Sejak saat itu kamar 308 di Inna Samudera Beach Hotel dipercaya  banyak orang dihuni Nyi Roro Kidul. Kamar tersebut tak pernah disewakan  kepada tamu dan ditata dengan penuh kebesaran sebagai tempat  bersemayamnya seorang ratu.

Kisah misterius lain juga ditemui para nelayan. Acil mengkisahkan  banyak nelayan yang secara tidak terduga (bahasa Sunda: kawenehan)  melihat sosok putri cantik jelita yang tiba-tiba muncul dari balik  gulungan ombak. Mereka percaya jika Ratu Kidul menampakan diri akan  terjadi musibah.

Maka untuk meredam kemarahan Ratu  Kidul, setiap bulan April nelayan  Pelabuhan ratu melakukan Upacara Laut berupa persembahan kepala kerbau  dan sesaji lain. Tujuannya, agar mendapat keselamatan, perlindungan, dan  hasil tangkapan ikan yang melimpah.

Kendati kamar 308 tak pernah disewakan, tapi pengunjung yang  menyambangi kamar itu tak pernah sepi. Tempat ini hampir setiap hari  selalu dikunjungi orang. Kebanyakan dari mereka datang untuk mendapatkan  ilham.

&quot;Bahkan, ada di antara mereka yang khusus datang untuk meminta  sesuatu, mulai dari ilmu kekebalan sampai yang dapat menyembuhkan orang  lain. Tak cuma masyarakat biasa, pejabat, artis dan tokoh masyarakat  juga mengunjungi kamar itu,&quot;ujar Acil.

Acil menuturkan bahwa sesajen untuk Sang Nyai, selalu diganti setiap  hari. Selain makanan, minuman dan bunga, terdapat juga alat kecantikan  perempuan.

Beberapa lukisan terpampang menghiasi kamar. Uniknya menurut Acil,  walau berasal dari hasil karya pelukis yang berbeda, wajah Ratu Kidul  dalam lukisan, tampak sama. Warna hijau yang konon merupakan warna  favorit Ratu Pantai Laut Selatan, mendominasi kamar.

Dijelaskan oleh Acil posisi kamar itu langsung menghadap ke pantai.  Di dalam kamar ditaruh sebuah kotak amal yang isinya akan disumbangkan  kepada anak yatim piatu yang ada di sekitar Pelabuhan Ratu. Terdapat  pula sebuah meja rias yang dilengkapi berbagai alat kosmetik dan kursi  rias.

Kamar yang sudah berusia 37 tahun ini juga dilengkapi dengan sebuah  kamar mandi lengkap dengan aksesorinya. Tapi, kamar mandi ini tak  dipergunakan untuk umum. Apa pula lemari kaca berisi berbagai gaun yang  semuanya berwarna hijau keemasan. Konon, semua itu adalah permintaan  khusus dari Nyi Roro Kidul.

Lalu siapa Ratu Kidul itu? Acil menceritakan bahwa menurut legenda  masyarakat pesisir selatan Jawa Barat, Nyi Loro Kidul atau Ratu Kidul  adalah penjelmaan dari Putri Kadita, salah satu putri tercantik Prabu  Siliwangi.

Syahdan pada masa Prabu Siliwangi memerintah di Kerajaan Pajajaran ,  ia memiliki seorang permaisuri cantik dan sejumlah selir. Suatu ketika  sang permaisuri melahirkan anak perempuan cantik pula, bahkan melebihi  kecantikan ibundanya. Ia dinamai Putri Kadita, putri nan cantik jelita.

Kebaikan hati dan kecantikan Putri Kadita menimbulkan rasa iri para  selir yang takut tersisih dari hadapan Prabu Siliwangi. Mereka  bersekongkol menghancurkan kehidupan Putri Kadita dan ibunya. Keduanya  diguna-guna hingga menderita sakit kulit yang sangat parah di sekujur  tubuh.

Di bawah pengaruh sihir para selir, Prabu Siliwangi pun mengusir  keduanya dari keraton karena dikhawatirkan mereka akan mendatangkan  malapetaka bagi kerajaan.

Dalam kondisi mengenaskan, Putri Kadita dan ibunya pergi tanpa tujuan  yang jelas. Sang permaisuri tewas dalam pengembaraan, sedangkan Putri  Kadita terus berjalan ke selatan sampai akhirnya tiba di sebuah bukit  terjal di Pantai Karanghawu dengan deburan ombak dahsyat dan pemandangan  alam yang indah. Karena amat kelelahan, Putri Kadita tertidur pulas.

Dalam tidur ia bermimpi bertemu dengan orang suci yang menasihati  agar sang putri menyucikan diri dengan melompat ke laut untuk  mendapatkan kesembuhan, mengembalikan kecantikannya, sekaligus beroleh  kekuatan supranatural untuk membalas penderitaan yang dia alami.

Begitu terbangun, tanpa ragu Putri Kadita melompat dari tebing curam  ke tengah gulungan ombak, dan tenggelam ke dasar Laut Selatan. Mimpinya  pun menjadi kenyataan. Selain sembuh dan kembali cantik, ia juga beroleh  kekuatan supranatural serta keabadian. Namun, sang putri harus tetap  bersemayam di Laut Selatan. Sejak itu ia menjelma menjadi Ratu  Kidul,sang Ratu Penguasa Laut Selatan.</description><content:encoded>JAKARTA - Sosok penguasa Pantai Selatan atau Ratu Roro Kidul diyakini menghuni di kamar Nomor 308 Hotel Samudra Beach.

Pembangunan Hotel Samudera Beach diawali ketika pemerintahan Orde lama. Presiden Soekarno mendirikan tempat peristirahatan pada tahun 1960 di Tanjo Resmi, Pelabuhan Ratu. Selain itu, didirikan pula Samudera Beach Hotel, salah satu hotel mewah pertama yang dibangun di Indonesia .

Pada kurun waktu yang sama dengan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, dan Toko Serba Ada &quot;Sarinah&quot;, yang kesemuanya menggunakan dana pampasan perang dari Jepang.

Acil, juru kunci kamar 308, menceritakan bahwa banyak cerita mistis tentang Ratu Kidul. &quot;Tapi saya sendiri belum pernah bertemu secara langsung dengan Ratu Kidul, cuma bisa merasakan kehadirannya. Biasanya terdengar bunyi berisik seperti kereta kuda lewat. Aroma harum menyebar ke seluruh kamar. Waktunya tengah malam &quot;ujarnya

Dia mengkisahkan ketika hotel dibangun Jepang sebagai pampasan perang, salah seorang pelaksana kontraktor pembangunannya sempat didatangi seseorang yang berpakaian serba hitam seperti Jawara.

Jawara itu kemudian menanyakan bangunan apa yang akan didirikan itu. Ketika dijawab bangunan yang akan didirikan itu adalah sebuah hotel, Jawara itu menyatakan dirinya memesan satu kamar untuk ratunya.

Sesaat setelah menyatakan hal itu, Jawara menghilang. Ketika hotel selesai dibangun, satu kamar nomor 308 berada dilantai 3 sengaja disiapkan untuk tempat bersemayamnya Ratu Pantai Selatan sesuai permintaan jawara gaib.

Sejak saat itu kamar 308 di Inna Samudera Beach Hotel dipercaya  banyak orang dihuni Nyi Roro Kidul. Kamar tersebut tak pernah disewakan  kepada tamu dan ditata dengan penuh kebesaran sebagai tempat  bersemayamnya seorang ratu.

Kisah misterius lain juga ditemui para nelayan. Acil mengkisahkan  banyak nelayan yang secara tidak terduga (bahasa Sunda: kawenehan)  melihat sosok putri cantik jelita yang tiba-tiba muncul dari balik  gulungan ombak. Mereka percaya jika Ratu Kidul menampakan diri akan  terjadi musibah.

Maka untuk meredam kemarahan Ratu  Kidul, setiap bulan April nelayan  Pelabuhan ratu melakukan Upacara Laut berupa persembahan kepala kerbau  dan sesaji lain. Tujuannya, agar mendapat keselamatan, perlindungan, dan  hasil tangkapan ikan yang melimpah.

Kendati kamar 308 tak pernah disewakan, tapi pengunjung yang  menyambangi kamar itu tak pernah sepi. Tempat ini hampir setiap hari  selalu dikunjungi orang. Kebanyakan dari mereka datang untuk mendapatkan  ilham.

&quot;Bahkan, ada di antara mereka yang khusus datang untuk meminta  sesuatu, mulai dari ilmu kekebalan sampai yang dapat menyembuhkan orang  lain. Tak cuma masyarakat biasa, pejabat, artis dan tokoh masyarakat  juga mengunjungi kamar itu,&quot;ujar Acil.

Acil menuturkan bahwa sesajen untuk Sang Nyai, selalu diganti setiap  hari. Selain makanan, minuman dan bunga, terdapat juga alat kecantikan  perempuan.

Beberapa lukisan terpampang menghiasi kamar. Uniknya menurut Acil,  walau berasal dari hasil karya pelukis yang berbeda, wajah Ratu Kidul  dalam lukisan, tampak sama. Warna hijau yang konon merupakan warna  favorit Ratu Pantai Laut Selatan, mendominasi kamar.

Dijelaskan oleh Acil posisi kamar itu langsung menghadap ke pantai.  Di dalam kamar ditaruh sebuah kotak amal yang isinya akan disumbangkan  kepada anak yatim piatu yang ada di sekitar Pelabuhan Ratu. Terdapat  pula sebuah meja rias yang dilengkapi berbagai alat kosmetik dan kursi  rias.

Kamar yang sudah berusia 37 tahun ini juga dilengkapi dengan sebuah  kamar mandi lengkap dengan aksesorinya. Tapi, kamar mandi ini tak  dipergunakan untuk umum. Apa pula lemari kaca berisi berbagai gaun yang  semuanya berwarna hijau keemasan. Konon, semua itu adalah permintaan  khusus dari Nyi Roro Kidul.

Lalu siapa Ratu Kidul itu? Acil menceritakan bahwa menurut legenda  masyarakat pesisir selatan Jawa Barat, Nyi Loro Kidul atau Ratu Kidul  adalah penjelmaan dari Putri Kadita, salah satu putri tercantik Prabu  Siliwangi.

Syahdan pada masa Prabu Siliwangi memerintah di Kerajaan Pajajaran ,  ia memiliki seorang permaisuri cantik dan sejumlah selir. Suatu ketika  sang permaisuri melahirkan anak perempuan cantik pula, bahkan melebihi  kecantikan ibundanya. Ia dinamai Putri Kadita, putri nan cantik jelita.

Kebaikan hati dan kecantikan Putri Kadita menimbulkan rasa iri para  selir yang takut tersisih dari hadapan Prabu Siliwangi. Mereka  bersekongkol menghancurkan kehidupan Putri Kadita dan ibunya. Keduanya  diguna-guna hingga menderita sakit kulit yang sangat parah di sekujur  tubuh.

Di bawah pengaruh sihir para selir, Prabu Siliwangi pun mengusir  keduanya dari keraton karena dikhawatirkan mereka akan mendatangkan  malapetaka bagi kerajaan.

Dalam kondisi mengenaskan, Putri Kadita dan ibunya pergi tanpa tujuan  yang jelas. Sang permaisuri tewas dalam pengembaraan, sedangkan Putri  Kadita terus berjalan ke selatan sampai akhirnya tiba di sebuah bukit  terjal di Pantai Karanghawu dengan deburan ombak dahsyat dan pemandangan  alam yang indah. Karena amat kelelahan, Putri Kadita tertidur pulas.

Dalam tidur ia bermimpi bertemu dengan orang suci yang menasihati  agar sang putri menyucikan diri dengan melompat ke laut untuk  mendapatkan kesembuhan, mengembalikan kecantikannya, sekaligus beroleh  kekuatan supranatural untuk membalas penderitaan yang dia alami.

Begitu terbangun, tanpa ragu Putri Kadita melompat dari tebing curam  ke tengah gulungan ombak, dan tenggelam ke dasar Laut Selatan. Mimpinya  pun menjadi kenyataan. Selain sembuh dan kembali cantik, ia juga beroleh  kekuatan supranatural serta keabadian. Namun, sang putri harus tetap  bersemayam di Laut Selatan. Sejak itu ia menjelma menjadi Ratu  Kidul,sang Ratu Penguasa Laut Selatan.</content:encoded></item></channel></rss>
