<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aksi Terorisme Libatkan Milenial, Ketua DPD: Tugas Kita Lindungi Generasi Muda dari Ajaran yang Salah</title><description>Menurutnya, hal ini membuktikan generasi muda cukup rentan dengan penyebaran faham radikalisme.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/02/337/2388457/aksi-terorisme-libatkan-milenial-ketua-dpd-tugas-kita-lindungi-generasi-muda-dari-ajaran-yang-salah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/02/337/2388457/aksi-terorisme-libatkan-milenial-ketua-dpd-tugas-kita-lindungi-generasi-muda-dari-ajaran-yang-salah"/><item><title>Aksi Terorisme Libatkan Milenial, Ketua DPD: Tugas Kita Lindungi Generasi Muda dari Ajaran yang Salah</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/02/337/2388457/aksi-terorisme-libatkan-milenial-ketua-dpd-tugas-kita-lindungi-generasi-muda-dari-ajaran-yang-salah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/02/337/2388457/aksi-terorisme-libatkan-milenial-ketua-dpd-tugas-kita-lindungi-generasi-muda-dari-ajaran-yang-salah</guid><pubDate>Jum'at 02 April 2021 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/02/337/2388457/aksi-terorisme-libatkan-milenial-ketua-dpd-tugas-kita-lindungi-generasi-muda-dari-ajaran-yang-salah-E3Y1VFm1Au.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPD LaNyalla Mattalitti (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/02/337/2388457/aksi-terorisme-libatkan-milenial-ketua-dpd-tugas-kita-lindungi-generasi-muda-dari-ajaran-yang-salah-E3Y1VFm1Au.jpg</image><title>Ketua DPD LaNyalla Mattalitti (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Aksi penyerangan yang dilakukan wanita muda berinisial ZA, membuat Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, miris. Menurutnya, hal ini membuktikan generasi muda cukup rentan dengan penyebaran faham radikalisme.
&quot;Kita sangat miris dengan perkembangan terorisme di Tanah Air. Pasalnya pelaku teroris merupakan usia milenial yang semestinya masa usia produktif dalam belajar dan bekerja,&quot; tutur LaNyalla, Jumat (2/4/2021).
Senator asal Jawa Timur ini mengajak generasi milenial untuk berhati-hati dalam menerima sebaran ajaran faham-faham garis keras.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketua DPD Minta Polisi Usut Oknum Pemegang ATM 'Sunat' Gaji Pegawai Honorer
&quot;Buat generasi milenial, saring dahulu informasi dan ajaran yang kalian dapat. Sebab, mereka akan mempengaruhi cara berfikir dan bertindak yang dapat merugikan diri sendiri, terlebih mengorbankan nyawa,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Wagub NTT Minta Jangan Impor Garam, LaNyalla Ingin Pangkas Biaya Logistik
Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu mencontohkan serangan terhadap Mabes Polri yang dilakukan ZA.
&quot;Berdasarkan informasi yang kita dapat, ZA belajar dari youtube mengenai faham-faham radikal, khususnya ISIS. Kemudian ia menjadi penyerang tunggal pada kasus serangan Mabes Polri,&quot; tuturnya.
Mantan Ketua Umum PSSI ini minta kepada Kominfo untuk dapat melakukan penyaringan kanal-kanal youtube, juga situs atau media sosial lainnya terkait faham-faham garis keras.
&quot;Tugas kita adalah melindungi generasi muda kita dari ajaran yang salah. Sebab, Informasi yang disampaikan BIN menyebutkan bahwa generasi milenial mudah terpapar radikalisme dari media sosial dengan rentang usia 17-24 tahun,&quot; terangnya.
LaNyalla juga meminta Kominfo, Polri, BIN dan Kementerian Pendidikan untuk lebih gencar memberikan informasi- informasi yang benar terkait terorisme. Dengan cara ini propaganda terorisme bisa diimbangi.

&quot;Jika terorisme menyebar konten-konten dengan narasi ketidakadilan, kita dapat membuat narasi herois membela negara, prestasi dan menjaga keluarga atau konten lainnya,&quot; terang Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Aksi penyerangan yang dilakukan wanita muda berinisial ZA, membuat Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, miris. Menurutnya, hal ini membuktikan generasi muda cukup rentan dengan penyebaran faham radikalisme.
&quot;Kita sangat miris dengan perkembangan terorisme di Tanah Air. Pasalnya pelaku teroris merupakan usia milenial yang semestinya masa usia produktif dalam belajar dan bekerja,&quot; tutur LaNyalla, Jumat (2/4/2021).
Senator asal Jawa Timur ini mengajak generasi milenial untuk berhati-hati dalam menerima sebaran ajaran faham-faham garis keras.
Baca juga:&amp;nbsp;Ketua DPD Minta Polisi Usut Oknum Pemegang ATM 'Sunat' Gaji Pegawai Honorer
&quot;Buat generasi milenial, saring dahulu informasi dan ajaran yang kalian dapat. Sebab, mereka akan mempengaruhi cara berfikir dan bertindak yang dapat merugikan diri sendiri, terlebih mengorbankan nyawa,&quot; ujarnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Wagub NTT Minta Jangan Impor Garam, LaNyalla Ingin Pangkas Biaya Logistik
Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu mencontohkan serangan terhadap Mabes Polri yang dilakukan ZA.
&quot;Berdasarkan informasi yang kita dapat, ZA belajar dari youtube mengenai faham-faham radikal, khususnya ISIS. Kemudian ia menjadi penyerang tunggal pada kasus serangan Mabes Polri,&quot; tuturnya.
Mantan Ketua Umum PSSI ini minta kepada Kominfo untuk dapat melakukan penyaringan kanal-kanal youtube, juga situs atau media sosial lainnya terkait faham-faham garis keras.
&quot;Tugas kita adalah melindungi generasi muda kita dari ajaran yang salah. Sebab, Informasi yang disampaikan BIN menyebutkan bahwa generasi milenial mudah terpapar radikalisme dari media sosial dengan rentang usia 17-24 tahun,&quot; terangnya.
LaNyalla juga meminta Kominfo, Polri, BIN dan Kementerian Pendidikan untuk lebih gencar memberikan informasi- informasi yang benar terkait terorisme. Dengan cara ini propaganda terorisme bisa diimbangi.

&quot;Jika terorisme menyebar konten-konten dengan narasi ketidakadilan, kita dapat membuat narasi herois membela negara, prestasi dan menjaga keluarga atau konten lainnya,&quot; terang Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu.</content:encoded></item></channel></rss>
