<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demonstran Anti-kudeta Militer Myanmar Buat Telur Paskah dengan Simbol Perlawanan</title><description>Para demonstran anti-kudeta militer di Myanmar membuat telur Paskah bergambar simbol perlawanan pada Minggu (4/4).&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/05/18/2389314/demonstran-anti-kudeta-militer-myanmar-buat-telur-paskah-dengan-simbol-perlawanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/05/18/2389314/demonstran-anti-kudeta-militer-myanmar-buat-telur-paskah-dengan-simbol-perlawanan"/><item><title>Demonstran Anti-kudeta Militer Myanmar Buat Telur Paskah dengan Simbol Perlawanan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/05/18/2389314/demonstran-anti-kudeta-militer-myanmar-buat-telur-paskah-dengan-simbol-perlawanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/05/18/2389314/demonstran-anti-kudeta-militer-myanmar-buat-telur-paskah-dengan-simbol-perlawanan</guid><pubDate>Senin 05 April 2021 06:20 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/05/18/2389314/demonstran-anti-kudeta-militer-myanmar-buat-telur-paskah-dengan-simbol-perlawanan-osi8YtCMKg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Telur paskah digambari simbol perlawanan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/05/18/2389314/demonstran-anti-kudeta-militer-myanmar-buat-telur-paskah-dengan-simbol-perlawanan-osi8YtCMKg.jpg</image><title>Telur paskah digambari simbol perlawanan (Foto: Reuters)</title></images><description>YANGON - Para demonstran anti-kudeta militer di Myanmar membuat telur Paskah bergambar simbol perlawanan pada Minggu (4/4). Mereka mengunggah foto-foto telur dengan slogan-slogan setelah upacara penyalaan lilin di seluruh negara itu untuk mengenang mereka yang tewas sejak kudeta 1 Februari.
Asosiasi Bantuan bagi Tahanan Politik (AAPP), kelompok aktivis yang memonitor korban dan penangkapan sejak militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi, mengatakan jumlah korban tewas telah naik menjadi 557.
&amp;ldquo;Orang-orang di seluruh Burma terus berunjuk rasa demi diakhirinya kediktatoran, demi demokrasi dan HAM,&amp;rdquo; kata kelompok itu.
(Baca juga: Menlu Yordania Tuding Mantan Putra Mahkota Konspirasi dengan Asing)
Terlepas dari berbagai pembunuhan itu, para demonstran turun ke jalan setiap hari, seringkali dalam kelompok-kelompok kecil di kota-kota kecil. Mereka menolak kekuasaan militer satu dasawarsa menuju demokrasi. Pada malam hari, orang-orang berkumpul menyalakan lilin.
AAPP mengatakan 2,658 orang ditahan, termasuk empat perempuan dan seorang laki-laki yang berbicara kepada CNN dalam wawancara di jalan-jalan di kota Yangon pekan lalu.
Juru bicara CNN mengatakan telah mendengar tentang laporan penahanan setelah wawancara tersebut.
&amp;ldquo;Kami menekan pihak berwenang untuk memberikan informasi mengenai hal ini, dan agar para tahanan dibebaskan dengan aman,&amp;rdquo; kata jubir itu.
(Baca juga: Heboh Pangeran Hamzah Ditangkap Militer, Jenderal Yordan Sebut Sedang Lakukan Investigasi)
Polisi dan juru bicara junta belum menjawab telepon Reuters untuk berkomentar.

</description><content:encoded>YANGON - Para demonstran anti-kudeta militer di Myanmar membuat telur Paskah bergambar simbol perlawanan pada Minggu (4/4). Mereka mengunggah foto-foto telur dengan slogan-slogan setelah upacara penyalaan lilin di seluruh negara itu untuk mengenang mereka yang tewas sejak kudeta 1 Februari.
Asosiasi Bantuan bagi Tahanan Politik (AAPP), kelompok aktivis yang memonitor korban dan penangkapan sejak militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi, mengatakan jumlah korban tewas telah naik menjadi 557.
&amp;ldquo;Orang-orang di seluruh Burma terus berunjuk rasa demi diakhirinya kediktatoran, demi demokrasi dan HAM,&amp;rdquo; kata kelompok itu.
(Baca juga: Menlu Yordania Tuding Mantan Putra Mahkota Konspirasi dengan Asing)
Terlepas dari berbagai pembunuhan itu, para demonstran turun ke jalan setiap hari, seringkali dalam kelompok-kelompok kecil di kota-kota kecil. Mereka menolak kekuasaan militer satu dasawarsa menuju demokrasi. Pada malam hari, orang-orang berkumpul menyalakan lilin.
AAPP mengatakan 2,658 orang ditahan, termasuk empat perempuan dan seorang laki-laki yang berbicara kepada CNN dalam wawancara di jalan-jalan di kota Yangon pekan lalu.
Juru bicara CNN mengatakan telah mendengar tentang laporan penahanan setelah wawancara tersebut.
&amp;ldquo;Kami menekan pihak berwenang untuk memberikan informasi mengenai hal ini, dan agar para tahanan dibebaskan dengan aman,&amp;rdquo; kata jubir itu.
(Baca juga: Heboh Pangeran Hamzah Ditangkap Militer, Jenderal Yordan Sebut Sedang Lakukan Investigasi)
Polisi dan juru bicara junta belum menjawab telepon Reuters untuk berkomentar.

</content:encoded></item></channel></rss>
