<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar Tatap Muka, Siswa: Akhirnya Bisa Duduk di Kursi Kelas, Seneng Banget!</title><description>Sistem pembelajaran daring atau online banyak dikeluhkan siswa di Jawa Tengah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/05/512/2389851/belajar-tatap-muka-siswa-akhirnya-bisa-duduk-di-kursi-kelas-seneng-banget</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/05/512/2389851/belajar-tatap-muka-siswa-akhirnya-bisa-duduk-di-kursi-kelas-seneng-banget"/><item><title>Belajar Tatap Muka, Siswa: Akhirnya Bisa Duduk di Kursi Kelas, Seneng Banget!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/05/512/2389851/belajar-tatap-muka-siswa-akhirnya-bisa-duduk-di-kursi-kelas-seneng-banget</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/05/512/2389851/belajar-tatap-muka-siswa-akhirnya-bisa-duduk-di-kursi-kelas-seneng-banget</guid><pubDate>Senin 05 April 2021 21:43 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/05/512/2389851/belajar-tatap-muka-siswa-akhirnya-bisa-duduk-di-kursi-kelas-seneng-banget-4Ku09fHplC.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Pemprov Jateng</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/05/512/2389851/belajar-tatap-muka-siswa-akhirnya-bisa-duduk-di-kursi-kelas-seneng-banget-4Ku09fHplC.JPG</image><title>Foto: Pemprov Jateng</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Sistem pembelajaran daring atau online banyak dikeluhkan siswa di Jawa Tengah. Buruknya koneksi jaringan internet membuat mereka kesulitan memahami materi pelajaran yang disampaikan guru.

&quot;Kendalanya jaringan. Kadang-kadang jaringan nge-lag dan informasi dari guru ke kami itu putus-putus dan tidak jelas. Akhirnya kami kurang bisa memahami pelajaran. Agak sulit memahaminya kalau daring,&quot; jelas Keisya Kumala, siswa SMAN 4 Kota Semarang, Senin (5/4/2021).

Untuk itu, dia mengaku senang bisa kembali ke sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PTM). Pasalnya, setelah setahun lebih mereka tidak bisa belajar di sekolah, hari ini mereka bisa kembali merasakan pembelajaran seperti tahun-tahun sebelumnya.

&quot;Alhamdulillah seneng banget. Setelah sekian lama daring, akhirnya bisa masuk ke sekolah. Bisa ketemu teman-teman, ketemu guru secara langsung dan bisa ngerasain duduk di kelas. Alhamdulillah senang sekali,&quot; lugasnya.

Dia pun meminta seluruh siswa di Jawa Tengah tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Semuanya harus ingat, bahwa virus Covid-19 itu tak kasat mata dan masih ada sampai saat ini.

&quot;Jadi tetap harus jaga kesehatan, jaga prokes. Meskipun katanya grafik sudah turun, tapi jangan anggap sepele. Kalau nanti naik lagi kasusnya, kita nggak bisa kaya gini lagi, nggak bisa sekolah lagi. Jadi mari jaga prokes dengan baik,&quot; ucapnya.

Penuturan serupa disampaikan Najwa, siswi SMAN 1 Ungaran. Setelah lulus dari SMP dan diterima di SMA, baru kali ini dia bisa merasakan belajar di sekolah. Apalagi, di hari pertama masuk sekolah, dia langsung dikunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

&quot;Seneng sekali bisa sekolah, karena udah lama enggak masuk sekolah. Apalagi tadi didatangi Pak Ganjar, bangga banget rasanya. Sejak lulus dari SMP dan diterima di sini, baru pertama masuk. Jadi bisa ketemu teman-teman baru,&quot; katanya.

Sama dengan siswa lain, kendala sekolah daring memang cukup  menyulitkan. Materi yang disampaikan guru seringkali tidak dipahami  dengan baik dan siswa sulit mencari penjelaan.

&quot;Kalau di sekolah seperti ini lebih mudeng. Kalau ada yang susah, bisa ditanyakan langsung sama gurunya,&quot; ucapnya.

Sekadar diketahui, program uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di  Jawa Tengah resmi dimulai hari ini, Senin (5/4/2021). Sebanyak 140  sekolah jenjang SMP, SMA, SMK dan MA di beberapa daerah ditunjuk untuk  melaksanakan uji coba.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memang melakukan sidak ke dua  sekolah di Jateng saat hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka.  Dua sekolah itu adalah SMAN 4 Semarang dan SMAN 1 Ungaran Kabupaten  Semarang.

Dari pantauannya itu, Ganjar melihat semua persiapan sudah berjalan  baik. Sarana prasarana protokol kesehatan juga sudah disiapkan. SOP juga  sudah disiapkan dan sudah berjalan.

Namun Ganjar mengingatkan agar SOP yang disepakati itu benar-benar  berjalan di lapangan. Sebab yang paling sulit menurutnya adalah  implementasi dari aturan-aturan itu.

&quot;Yang penting itu prosedurnya berjalan. Kalau konsep, ngomong itu  mudah. Yang sulit adalah implementasinya. Maka tadi saya lihat,  ketidakdisiplinan guru-guru yang berkerumun jaraknya tidak ada satu  meter. Ada juga guru yang sharing HP dengan muridnya. Ini simpel, tapi  serius dan teman-teman harus aware pada hal kecil itu,&quot; katanya.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Sistem pembelajaran daring atau online banyak dikeluhkan siswa di Jawa Tengah. Buruknya koneksi jaringan internet membuat mereka kesulitan memahami materi pelajaran yang disampaikan guru.

&quot;Kendalanya jaringan. Kadang-kadang jaringan nge-lag dan informasi dari guru ke kami itu putus-putus dan tidak jelas. Akhirnya kami kurang bisa memahami pelajaran. Agak sulit memahaminya kalau daring,&quot; jelas Keisya Kumala, siswa SMAN 4 Kota Semarang, Senin (5/4/2021).

Untuk itu, dia mengaku senang bisa kembali ke sekolah untuk pembelajaran tatap muka (PTM). Pasalnya, setelah setahun lebih mereka tidak bisa belajar di sekolah, hari ini mereka bisa kembali merasakan pembelajaran seperti tahun-tahun sebelumnya.

&quot;Alhamdulillah seneng banget. Setelah sekian lama daring, akhirnya bisa masuk ke sekolah. Bisa ketemu teman-teman, ketemu guru secara langsung dan bisa ngerasain duduk di kelas. Alhamdulillah senang sekali,&quot; lugasnya.

Dia pun meminta seluruh siswa di Jawa Tengah tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Semuanya harus ingat, bahwa virus Covid-19 itu tak kasat mata dan masih ada sampai saat ini.

&quot;Jadi tetap harus jaga kesehatan, jaga prokes. Meskipun katanya grafik sudah turun, tapi jangan anggap sepele. Kalau nanti naik lagi kasusnya, kita nggak bisa kaya gini lagi, nggak bisa sekolah lagi. Jadi mari jaga prokes dengan baik,&quot; ucapnya.

Penuturan serupa disampaikan Najwa, siswi SMAN 1 Ungaran. Setelah lulus dari SMP dan diterima di SMA, baru kali ini dia bisa merasakan belajar di sekolah. Apalagi, di hari pertama masuk sekolah, dia langsung dikunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

&quot;Seneng sekali bisa sekolah, karena udah lama enggak masuk sekolah. Apalagi tadi didatangi Pak Ganjar, bangga banget rasanya. Sejak lulus dari SMP dan diterima di sini, baru pertama masuk. Jadi bisa ketemu teman-teman baru,&quot; katanya.

Sama dengan siswa lain, kendala sekolah daring memang cukup  menyulitkan. Materi yang disampaikan guru seringkali tidak dipahami  dengan baik dan siswa sulit mencari penjelaan.

&quot;Kalau di sekolah seperti ini lebih mudeng. Kalau ada yang susah, bisa ditanyakan langsung sama gurunya,&quot; ucapnya.

Sekadar diketahui, program uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di  Jawa Tengah resmi dimulai hari ini, Senin (5/4/2021). Sebanyak 140  sekolah jenjang SMP, SMA, SMK dan MA di beberapa daerah ditunjuk untuk  melaksanakan uji coba.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memang melakukan sidak ke dua  sekolah di Jateng saat hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka.  Dua sekolah itu adalah SMAN 4 Semarang dan SMAN 1 Ungaran Kabupaten  Semarang.

Dari pantauannya itu, Ganjar melihat semua persiapan sudah berjalan  baik. Sarana prasarana protokol kesehatan juga sudah disiapkan. SOP juga  sudah disiapkan dan sudah berjalan.

Namun Ganjar mengingatkan agar SOP yang disepakati itu benar-benar  berjalan di lapangan. Sebab yang paling sulit menurutnya adalah  implementasi dari aturan-aturan itu.

&quot;Yang penting itu prosedurnya berjalan. Kalau konsep, ngomong itu  mudah. Yang sulit adalah implementasinya. Maka tadi saya lihat,  ketidakdisiplinan guru-guru yang berkerumun jaraknya tidak ada satu  meter. Ada juga guru yang sharing HP dengan muridnya. Ini simpel, tapi  serius dan teman-teman harus aware pada hal kecil itu,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
