<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Sebut Bantuan Belum Bisa Masuk ke Lokasi Bencana NTT-NTB karena Cuaca Ekstrem</title><description>Presiden Jokowi menyebut bantuan belum dapat masuk ke lokasi bencana NTT-NTB karena cuaca ekstrem.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390049/jokowi-sebut-bantuan-belum-bisa-masuk-ke-lokasi-bencana-ntt-ntb-karena-cuaca-ekstrem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390049/jokowi-sebut-bantuan-belum-bisa-masuk-ke-lokasi-bencana-ntt-ntb-karena-cuaca-ekstrem"/><item><title>Jokowi Sebut Bantuan Belum Bisa Masuk ke Lokasi Bencana NTT-NTB karena Cuaca Ekstrem</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390049/jokowi-sebut-bantuan-belum-bisa-masuk-ke-lokasi-bencana-ntt-ntb-karena-cuaca-ekstrem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390049/jokowi-sebut-bantuan-belum-bisa-masuk-ke-lokasi-bencana-ntt-ntb-karena-cuaca-ekstrem</guid><pubDate>Selasa 06 April 2021 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/06/337/2390049/jokowi-sebut-bantuan-belum-bisa-masuk-ke-lokasi-bencana-ntt-ntb-karena-cuaca-ekstrem-Xiui5s7RBX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/06/337/2390049/jokowi-sebut-bantuan-belum-bisa-masuk-ke-lokasi-bencana-ntt-ntb-karena-cuaca-ekstrem-Xiui5s7RBX.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya mendata titik-titik pengungsian di lokasi bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pendataan diperlukan agar pengiriman bantuan logistik tepat sasaran.

Jokowi melihat pada Minggu, 4 April 2021, beberapa bantuan sudah dikirim ke NTT dan NTB. Tapi karena cuaca di sana sangat ekstrem, bantuan tersebut belum bisa masuk ke lokasi.

&quot;Sampai kemarin saya lihat, saya minta BNPB dan pemda segera mendata titik-titik pengungsi, memastikan logistik, tendanya, dapur lapangannya, untuk penuhi kebutuhan dasar para pengungsi juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak terutama air bersih dan MCK-nya,&quot; katanya saat rapat terbatas secara virtual, Selasa (6/4/2021).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8wNS8xLzEzMTQ1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di NTT pada Minggu, 4 April 2021.

Banjir bandang tersebut akibat cuaca ekstrem dari siklon tropis seroja. Sebanyak 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota yang terdampak antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Baca Juga : Presiden Jokowi Instruksikan Menkes Perbanyak Pelayanan Kesehatan di Lokasi Bencana NTT-NTB


Selain itu, total korban dilaporkan hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.
BNPB juga mencatat sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak bencana banjir bandang di NTT.

Baca Juga : Jokowi Perintahkan Menteri PUPR Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Bencana NTT-NTB

Banjir bandang juga melanda NTB. Puluhan ribu orang terdampak musibah ini dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya mendata titik-titik pengungsian di lokasi bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pendataan diperlukan agar pengiriman bantuan logistik tepat sasaran.

Jokowi melihat pada Minggu, 4 April 2021, beberapa bantuan sudah dikirim ke NTT dan NTB. Tapi karena cuaca di sana sangat ekstrem, bantuan tersebut belum bisa masuk ke lokasi.

&quot;Sampai kemarin saya lihat, saya minta BNPB dan pemda segera mendata titik-titik pengungsi, memastikan logistik, tendanya, dapur lapangannya, untuk penuhi kebutuhan dasar para pengungsi juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak terutama air bersih dan MCK-nya,&quot; katanya saat rapat terbatas secara virtual, Selasa (6/4/2021).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8wNS8xLzEzMTQ1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga saat ini sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di NTT pada Minggu, 4 April 2021.

Banjir bandang tersebut akibat cuaca ekstrem dari siklon tropis seroja. Sebanyak 8 wilayah administrasi kabupaten dan kota yang terdampak antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

Baca Juga : Presiden Jokowi Instruksikan Menkes Perbanyak Pelayanan Kesehatan di Lokasi Bencana NTT-NTB


Selain itu, total korban dilaporkan hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.
BNPB juga mencatat sebanyak 2.019 KK atau 8.424 warga mengungsi serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak bencana banjir bandang di NTT.

Baca Juga : Jokowi Perintahkan Menteri PUPR Kerahkan Alat Berat ke Lokasi Bencana NTT-NTB

Banjir bandang juga melanda NTB. Puluhan ribu orang terdampak musibah ini dan beberapa di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

</content:encoded></item></channel></rss>
