<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siklon Tropis Seroja, Kepala BMKG: Baru Pertama Kali Terjang Daratan Indonesia, Biasanya hanya di Laut   </title><description>Peristiwa siklon tropis Seroja yang menerjang daratan Nusa Tenggara Timur (NTT) baru pertama kali terjadi di Indonesia</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390114/siklon-tropis-seroja-kepala-bmkg-baru-pertama-kali-terjang-daratan-indonesia-biasanya-hanya-di-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390114/siklon-tropis-seroja-kepala-bmkg-baru-pertama-kali-terjang-daratan-indonesia-biasanya-hanya-di-laut"/><item><title>Siklon Tropis Seroja, Kepala BMKG: Baru Pertama Kali Terjang Daratan Indonesia, Biasanya hanya di Laut   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390114/siklon-tropis-seroja-kepala-bmkg-baru-pertama-kali-terjang-daratan-indonesia-biasanya-hanya-di-laut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390114/siklon-tropis-seroja-kepala-bmkg-baru-pertama-kali-terjang-daratan-indonesia-biasanya-hanya-di-laut</guid><pubDate>Selasa 06 April 2021 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maaruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/06/337/2390114/siklon-tropis-seroja-kepala-mbkg-baru-pertama-kali-terjang-daratan-indonesia-biasanya-hanya-di-laut-JKV57Quo22.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/06/337/2390114/siklon-tropis-seroja-kepala-mbkg-baru-pertama-kali-terjang-daratan-indonesia-biasanya-hanya-di-laut-JKV57Quo22.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut, peristiwa siklon tropis Seroja yang menerjang daratan Nusa Tenggara Timur (NTT) baru pertama kali terjadi di Indonesia. Dia menyebut siklon biasanya terjadi hanya di laut tidak sampai ke daratan.
Deteksi siklon Satroja yang tejadi pada tanggal 3 April 2021 hingga masuk ke daratan baru pertama kali terjadi Indonesia. Siklon sebelum hanya terdeteksi di wilayah laut tidak smapai ke daratan.
&quot;Saroja ini baru yang pertama kali dahsyat karena masuk sampai daratan. Ini yang tidak lazim. Bedanya siklon-siklon yang terjadi sebelumnya tidak masuk ke daratan,&quot; kata Dwikorita dalam konfrensi pers virtual, Selasa (6/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada Rangkaian Siklon Tropis Mengintai Selama April 2021
Dia menjelaskan, kecepatan siklon Satoja saat terbentuk pusarannya kecepatannya 85 km per jam. Akibat pusat siklon Saroja yang masuk ke daratan mengakibatkan kekacauan di pulau.

&quot;Ini pusatnya masuk ke daratan. Kalau suklon-siklon sebelumnya yang masuk ke daratan itu hanya ekornya. Kemudian masuk ke darat pecah terurai. Kalau yang saat ini mulai berkembang saja sudah kena pulau dan itulah yang membuat lebih dahsyat,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada Bencana, BMKG: Siklon Tropis Bakal Menerjang NTT Pukul 1 Dini Hari
Jika melihat data dari siklon sebelumnya, sejak 2008-2014, deteksi siklon terjadi setiap 2-4 tahun sekali yakni pada tahun 2008, 2010, dan 2014. Namun, saat ini deteksi siklon terjadi hampir setiap tahun.
&quot;Jadi terjadinya 2-4 tahun sekali, namun sejak 2014 itu setiap tahun sekali. Karena terjadi semakin panasnya suhu muka air laut,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut, peristiwa siklon tropis Seroja yang menerjang daratan Nusa Tenggara Timur (NTT) baru pertama kali terjadi di Indonesia. Dia menyebut siklon biasanya terjadi hanya di laut tidak sampai ke daratan.
Deteksi siklon Satroja yang tejadi pada tanggal 3 April 2021 hingga masuk ke daratan baru pertama kali terjadi Indonesia. Siklon sebelum hanya terdeteksi di wilayah laut tidak smapai ke daratan.
&quot;Saroja ini baru yang pertama kali dahsyat karena masuk sampai daratan. Ini yang tidak lazim. Bedanya siklon-siklon yang terjadi sebelumnya tidak masuk ke daratan,&quot; kata Dwikorita dalam konfrensi pers virtual, Selasa (6/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada Rangkaian Siklon Tropis Mengintai Selama April 2021
Dia menjelaskan, kecepatan siklon Satoja saat terbentuk pusarannya kecepatannya 85 km per jam. Akibat pusat siklon Saroja yang masuk ke daratan mengakibatkan kekacauan di pulau.

&quot;Ini pusatnya masuk ke daratan. Kalau suklon-siklon sebelumnya yang masuk ke daratan itu hanya ekornya. Kemudian masuk ke darat pecah terurai. Kalau yang saat ini mulai berkembang saja sudah kena pulau dan itulah yang membuat lebih dahsyat,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Waspada Bencana, BMKG: Siklon Tropis Bakal Menerjang NTT Pukul 1 Dini Hari
Jika melihat data dari siklon sebelumnya, sejak 2008-2014, deteksi siklon terjadi setiap 2-4 tahun sekali yakni pada tahun 2008, 2010, dan 2014. Namun, saat ini deteksi siklon terjadi hampir setiap tahun.
&quot;Jadi terjadinya 2-4 tahun sekali, namun sejak 2014 itu setiap tahun sekali. Karena terjadi semakin panasnya suhu muka air laut,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
