<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TNI AL Kerahkan Kapal untuk Distribusikan Bantuan ke NTT</title><description>TNI AL bakal mengerahkan kapal untuk mendistribusikan bantuan logistik ke lokasi bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390318/tni-al-kerahkan-kapal-untuk-distribusikan-bantuan-ke-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390318/tni-al-kerahkan-kapal-untuk-distribusikan-bantuan-ke-ntt"/><item><title>TNI AL Kerahkan Kapal untuk Distribusikan Bantuan ke NTT</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390318/tni-al-kerahkan-kapal-untuk-distribusikan-bantuan-ke-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/06/337/2390318/tni-al-kerahkan-kapal-untuk-distribusikan-bantuan-ke-ntt</guid><pubDate>Selasa 06 April 2021 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/06/337/2390318/tni-al-kerahkan-kapal-untuk-distribusikan-bantuan-ke-ntt-RtHdIWmepN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir bandang terjang NTT. (iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/06/337/2390318/tni-al-kerahkan-kapal-untuk-distribusikan-bantuan-ke-ntt-RtHdIWmepN.jpg</image><title>Banjir bandang terjang NTT. (iNews)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, TNI AL bakal mengerahkan kapal untuk mendistribusikan bantuan logistik ke lokasi bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

&amp;ldquo;Termasuk nanti ada pengawalan dari TNI AL yang akan mengirimkan kapalnya juga. Tentu ini adalah totalitas dari TNI-Polri juga akan mendukung kita semua. Jadi BNPB di sini berkolaborasi dengan semua kementerian dan lembaga,&amp;rdquo; kata Raditya dalam konferensi pers virtual dari Graha BNPB, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Sementara itu, Raditya mengatakan saat ini pengiriman bantuan sudah bisa melalui jalur laut dan udara.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8wNi8xLzEzMTUxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Bantuan tadi pagi sudah bergerak lewat kapal dari lokasi Adonara sudah dikirimkan. Juga tim lapangan sudah terkendalikan masalah perlintasan. Alhamdulillah cuaca cukup bagus jadi bisa melakukan pengiriman logistik,&amp;rdquo; katanya.

Selain itu, saat ini 5 helikopter yang disiagakan untuk mengevakuasi masyarakat yang terisolasi dan mendistribusikan bantuan. &amp;ldquo;Ini salah satu solusi bagaimana kita bisa memberikan aksesibilitas terhadap logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat,&amp;rdquo; ungkap Raditya.

Baca Juga : TNI AU Kerahkan 2 Pesawat Hercules Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana NTT

Raditya mengatakan, sebanyak 4 helikopter standby di Lembata, Larantuka, Adonara, dan Kupang. &amp;ldquo;Jadi ada 4 helikopter yang di-standby-kan. Kemarin juga kami sampaikan hadir satu, kemudian ini ada 3 lagi. Jadi kalau kita lihat rencananya dalam tanggap darurat ada 1 Heli di Lembata, 1 Heli di Larantuka, 1 Heli Adonara dan 1 Heli di Kupang,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Jadi dengan adanya kesulitan aksesibilitas karena negara kepulauan, saya rasa ini salah satu solusi bagaimana kita bisa menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi,&amp;rdquo; jelas Raditya.

Selain itu, kata Raditya, ada 1 heli yang dimanfaatkan untuk mobilisasi.

Baca Juga : Ralat Data Korban Meninggal Akibat Bencana di NTT, Ini Penjelasan BNPB

&amp;ldquo;Hal ini bilamana ada, perlu ada perawatan yang lebih lanjut, bilamana memang rumah sakit itu tidak ada, tidak mampu dan harus dilarikan ke rumah sakit besar, makanya 1 heli disiapkan. Selain itu juga untuk tenaga medis. Intinya 1 Heli ini adalah standby untuk mobilisasi yang lain dimanfaatkan untuk pengiriman logistik,&amp;rdquo; tutur Raditya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, TNI AL bakal mengerahkan kapal untuk mendistribusikan bantuan logistik ke lokasi bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

&amp;ldquo;Termasuk nanti ada pengawalan dari TNI AL yang akan mengirimkan kapalnya juga. Tentu ini adalah totalitas dari TNI-Polri juga akan mendukung kita semua. Jadi BNPB di sini berkolaborasi dengan semua kementerian dan lembaga,&amp;rdquo; kata Raditya dalam konferensi pers virtual dari Graha BNPB, Jakarta, Selasa (6/4/2021).

Sementara itu, Raditya mengatakan saat ini pengiriman bantuan sudah bisa melalui jalur laut dan udara.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8wNi8xLzEzMTUxNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Bantuan tadi pagi sudah bergerak lewat kapal dari lokasi Adonara sudah dikirimkan. Juga tim lapangan sudah terkendalikan masalah perlintasan. Alhamdulillah cuaca cukup bagus jadi bisa melakukan pengiriman logistik,&amp;rdquo; katanya.

Selain itu, saat ini 5 helikopter yang disiagakan untuk mengevakuasi masyarakat yang terisolasi dan mendistribusikan bantuan. &amp;ldquo;Ini salah satu solusi bagaimana kita bisa memberikan aksesibilitas terhadap logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat,&amp;rdquo; ungkap Raditya.

Baca Juga : TNI AU Kerahkan 2 Pesawat Hercules Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana NTT

Raditya mengatakan, sebanyak 4 helikopter standby di Lembata, Larantuka, Adonara, dan Kupang. &amp;ldquo;Jadi ada 4 helikopter yang di-standby-kan. Kemarin juga kami sampaikan hadir satu, kemudian ini ada 3 lagi. Jadi kalau kita lihat rencananya dalam tanggap darurat ada 1 Heli di Lembata, 1 Heli di Larantuka, 1 Heli Adonara dan 1 Heli di Kupang,&amp;rdquo; katanya.

&amp;ldquo;Jadi dengan adanya kesulitan aksesibilitas karena negara kepulauan, saya rasa ini salah satu solusi bagaimana kita bisa menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi,&amp;rdquo; jelas Raditya.

Selain itu, kata Raditya, ada 1 heli yang dimanfaatkan untuk mobilisasi.

Baca Juga : Ralat Data Korban Meninggal Akibat Bencana di NTT, Ini Penjelasan BNPB

&amp;ldquo;Hal ini bilamana ada, perlu ada perawatan yang lebih lanjut, bilamana memang rumah sakit itu tidak ada, tidak mampu dan harus dilarikan ke rumah sakit besar, makanya 1 heli disiapkan. Selain itu juga untuk tenaga medis. Intinya 1 Heli ini adalah standby untuk mobilisasi yang lain dimanfaatkan untuk pengiriman logistik,&amp;rdquo; tutur Raditya.
</content:encoded></item></channel></rss>
