<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Patuhi Prokes, Pedagang Pasar Benhil Siap Jualan Takjil</title><description>Lelaki yang telah berjualan roti bakar selama 23 tahun ini mendukung kebijakan kelonggaran penjualan takjil tersebut.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/08/338/2391693/patuhi-prokes-pedagang-pasar-benhil-siap-jualan-takjil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/08/338/2391693/patuhi-prokes-pedagang-pasar-benhil-siap-jualan-takjil"/><item><title>Patuhi Prokes, Pedagang Pasar Benhil Siap Jualan Takjil</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/08/338/2391693/patuhi-prokes-pedagang-pasar-benhil-siap-jualan-takjil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/08/338/2391693/patuhi-prokes-pedagang-pasar-benhil-siap-jualan-takjil</guid><pubDate>Kamis 08 April 2021 22:39 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/08/338/2391693/patuhi-prokes-pedagang-pasar-benhil-siap-jualan-takjil-iwdJ9Joair.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/08/338/2391693/patuhi-prokes-pedagang-pasar-benhil-siap-jualan-takjil-iwdJ9Joair.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melonggarkan kebijakan larangan menjual takjil di bulan ramadhan tahun 2021 dengan cara memperketat pengawasan dalam (Prokes) Protokol Kesehatan Covid-19. Hal itu disambut baik oleh para pedagang.

Terlihat dari pernyataan Hadi salah satu penjual di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat saat ditemui pada Kamis, (08/04/2021). Lelaki yang telah berjualan roti bakar selama  23 tahun ini mendukung kebijakan kelonggaran penjualan takjil tersebut.

&quot;Tentunya menggunakan masker, jaga jarak dengan pembeli dan menyediakan hand sanitizer,&quot;kata Hadi.

Dia juga berencana menjual Takjil berupa es buah guna meningkatkan omset pendapatan di kala pandemi ini.

&quot;Sejak pandemi omzet saya jatuh hingga 70 persen, semoga kebijakan ini dapat berjalan dengan lancar,&quot;ungkap Hadi.

Ia berharap keputusan pemerintah terkait terkait pelonggaran penjualan takjil di wilayah Jakarta Pusat nantinya tidak berubah-ubah.

Dua pedagang lainnya Maisaroh dan Mariono mengaku tidak ikut menjual takjil dan memilih untuk fokus pada jualan utamanya hingga saat ini.

&quot;Saya jualan nasi sudah 30 tahun lebih, usaha turun temurun dari ibu saya,&quot;kata Maisaroh.

Selanjutnya, pedagang pempek-pempek, Mariono mengatakan ingin fokus berjualan pempek-pempek.

&quot;Fokus jualan pempek-pempek dulu aja, karena baru jualan di awal covid-19, ungkap Mariono. (Widya Michella)</description><content:encoded>JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melonggarkan kebijakan larangan menjual takjil di bulan ramadhan tahun 2021 dengan cara memperketat pengawasan dalam (Prokes) Protokol Kesehatan Covid-19. Hal itu disambut baik oleh para pedagang.

Terlihat dari pernyataan Hadi salah satu penjual di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat saat ditemui pada Kamis, (08/04/2021). Lelaki yang telah berjualan roti bakar selama  23 tahun ini mendukung kebijakan kelonggaran penjualan takjil tersebut.

&quot;Tentunya menggunakan masker, jaga jarak dengan pembeli dan menyediakan hand sanitizer,&quot;kata Hadi.

Dia juga berencana menjual Takjil berupa es buah guna meningkatkan omset pendapatan di kala pandemi ini.

&quot;Sejak pandemi omzet saya jatuh hingga 70 persen, semoga kebijakan ini dapat berjalan dengan lancar,&quot;ungkap Hadi.

Ia berharap keputusan pemerintah terkait terkait pelonggaran penjualan takjil di wilayah Jakarta Pusat nantinya tidak berubah-ubah.

Dua pedagang lainnya Maisaroh dan Mariono mengaku tidak ikut menjual takjil dan memilih untuk fokus pada jualan utamanya hingga saat ini.

&quot;Saya jualan nasi sudah 30 tahun lebih, usaha turun temurun dari ibu saya,&quot;kata Maisaroh.

Selanjutnya, pedagang pempek-pempek, Mariono mengatakan ingin fokus berjualan pempek-pempek.

&quot;Fokus jualan pempek-pempek dulu aja, karena baru jualan di awal covid-19, ungkap Mariono. (Widya Michella)</content:encoded></item></channel></rss>
