<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Ramadan, Ini Protokol Kesehatan Covid-19 saat Ziarah Kubur</title><description>Penerapan protokol kesehatan saat ziarah kubur dinilai penting agar tidak menimbulkan kluster baru penularan Covid-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/08/608/2391464/jelang-ramadan-ini-protokol-kesehatan-covid-19-saat-ziarah-kubur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/04/08/608/2391464/jelang-ramadan-ini-protokol-kesehatan-covid-19-saat-ziarah-kubur"/><item><title>Jelang Ramadan, Ini Protokol Kesehatan Covid-19 saat Ziarah Kubur</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/04/08/608/2391464/jelang-ramadan-ini-protokol-kesehatan-covid-19-saat-ziarah-kubur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/04/08/608/2391464/jelang-ramadan-ini-protokol-kesehatan-covid-19-saat-ziarah-kubur</guid><pubDate>Kamis 08 April 2021 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/08/608/2391464/jelang-ramadan-ini-protokol-kesehatan-covid-19-saat-ziarah-kubur-LDCubhth8F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/08/608/2391464/jelang-ramadan-ini-protokol-kesehatan-covid-19-saat-ziarah-kubur-LDCubhth8F.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>MEDAN - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Medan meminta masyarakat yang akan menjalankan tradisi ziarah kubur (nyekar) jelang pelaksanaan puasa Ramadan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan saat ziarah kubur dinilai penting agar tidak menimbulkan kluster baru penularan Covid-19.

&quot;Boleh saja berziarah. Ziarah kan bagian dari tradisi kita. Tetapi tetaplah menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, berziarahlah secara bergantian dan jangan berkerumun,&quot; ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan.

Mardohar menyebutkan, pengelola tempat pemakaman umum juga harus proaktif mengimbau warga yang berziarah untuk menerapkan protokol kesehatan.

&quot;Mereka (pengelola makan) harus mengatur sedemikian rupa agar para peziarah tidak berkerumun. Harus proaktif,&quot; tukasnya.

Syarmadan (44) penjaga makam di Jalan Sutomo, Kota Medan, berharap Pemerintah Kota dapat memfasilitasi sarana dan prasarana untuk menerapkan protokol kesehatan.

&quot;Kita pada dasarnya siap untuk melaksanakan protokol kesehatan. Tapi sebaiknya ada perlengkapan seperti fasilitas pencuci tangan serta petugas yang ikut mengawasi para peziarah,&quot; tukasnya.

Sejauh ini, kata Syarmadan, para peziarah cukup patuh dengan protokol kesehatan. Khususnya terkait pemakaian masker dan jaga jarak.

&quot;Kita ada fasilitas cuci tangan. Tapi ya seadanya. Lebih bagus kalau ada bantuan dari pemerintah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>MEDAN - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Medan meminta masyarakat yang akan menjalankan tradisi ziarah kubur (nyekar) jelang pelaksanaan puasa Ramadan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan saat ziarah kubur dinilai penting agar tidak menimbulkan kluster baru penularan Covid-19.

&quot;Boleh saja berziarah. Ziarah kan bagian dari tradisi kita. Tetapi tetaplah menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, berziarahlah secara bergantian dan jangan berkerumun,&quot; ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan.

Mardohar menyebutkan, pengelola tempat pemakaman umum juga harus proaktif mengimbau warga yang berziarah untuk menerapkan protokol kesehatan.

&quot;Mereka (pengelola makan) harus mengatur sedemikian rupa agar para peziarah tidak berkerumun. Harus proaktif,&quot; tukasnya.

Syarmadan (44) penjaga makam di Jalan Sutomo, Kota Medan, berharap Pemerintah Kota dapat memfasilitasi sarana dan prasarana untuk menerapkan protokol kesehatan.

&quot;Kita pada dasarnya siap untuk melaksanakan protokol kesehatan. Tapi sebaiknya ada perlengkapan seperti fasilitas pencuci tangan serta petugas yang ikut mengawasi para peziarah,&quot; tukasnya.

Sejauh ini, kata Syarmadan, para peziarah cukup patuh dengan protokol kesehatan. Khususnya terkait pemakaian masker dan jaga jarak.

&quot;Kita ada fasilitas cuci tangan. Tapi ya seadanya. Lebih bagus kalau ada bantuan dari pemerintah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
